Reaktor Nuklir berada di ….

Sebelumnya: Dimanakah Reaktor Nuklirnya berada?

Apakah sudah mengikuti cerita tebak-tebakan sebelumnya?

Berikut ini saya lampirkan skema sederhana sistem Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Screen-Shot-2015-07-29-at-8.56.24-PM-2mjxbbc
Skema sederhana Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) (sumber: Nuclear Plant Block Diagram)

Dari gambar diatas, sudah jelaskan kalau selama ini yang sering kita temui di media massa, poster atau sejenisnya bahwa gambar cerobong itu bukanlah reaktor nuklir melainkan menara pendingin (cooling tower).

Reaktor nuklirnya berada dimana? Reaktor Nuklirnya terdapat di Gambar 2 (Reactor Buiding).

Reaktor nuklirnya berada di dalam Reactor Vessel, yang mana Reactor Vessel ini berada di dalam Containment building. Nah, semuanya itu terdapat didalam Reactor Building.

img_data_07
Ini adalah skema dari Gambar 2 pada cerita sebelumnya. Reaktor Nuklirnya terdapat didalam Reactor Pressure Vessel. Informasi lengkapnya

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat ya. Mari kita sama-sama belajar tentang nuklir secara perlahan ya.


 

Sabtu Ceria di Desa Nuklir

Tokai si Desa Nuklir

Boleh lah saya saya membuat judul seperti itu. Apakah sebuah clickbait? Bagi saya sih tidak karena sesungguhnya di Desa Tokai memang terdapat pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), Tokai Nuclear Power Plant.

map_feature3
Ada kan ya reaktor nuklir di desa Tokai dari gambar ini?

Cukup ya dengan perkenalan singkatnya. Hehehe

Akhir Pekan di Bulan Februari

Entah kenapa terkadang jadwal kegiatan di hari Sabtu jauh lebih padat dibandingkan ketika hari kerja.

Ini saya buatkan perbandingannya.. Hehehe

Jadwal hari Sabtu dimulai dari les bahasa Jepang, bermain bersama Henokh, menemani Laura belanja, ke perpustakan bersama Henokh dan Laura untuk mengembalikan dan meminjam buku buat Henokh, dll.

Jadwal hari Senin-Jumat. Pergi ke lab, mengerjakan riset, lalu pulang.

Lebih padat kan ya jadwal akhir pekan dibandingkan hari kerja? Hehehe

Berikut ringkasan aktifitas di salah satu hari Sabtu di desa nuklir.

08:30 – 09:00 JST: Estimasi jam bangun pagi, kalau Henokh sudah lebih dulu bangun maka dipastikan saya pun harus bangun karena Henokh pasti akan berusaha membanguni dengan cara merangkak ke badan. Hahaha

09:00 – 09:30 JST: Sarapan dengan Henokh. Berusaha sebisa mungkin menemani Henokh sarapan (walaupun terkadang gak sampai selesai karena harus pergi ke lab kalau dihari kerja).

10:00 -12:00 JST: Belajar bahasa Jepang di salah satu community center di Desa Tokai.

“Laura ikut les bahasa Jepang di hari lainnya”

Selagi saya les, Henokh dan maminya bersiap-siap karena biasanya kami ketemuan di salah satu supermarket (AEON MALL) untuk belanja keperluan sehari-hari.  Letak AEON yang berada di tengah-tengah antara rumah dan tempat les membuat kami memutuskan untuk bertemu langsung disana.

“Hebat euy, di desa ada AEON. Hahaha”

12:30 – 15:30 JST: Seperti bisa kebanyakan para ibu-ibu. Walaupun sudah hampir tiap hari belanja disana, tapi tetap aja bisa lama kalau belanja. (Ini masih misteri yang belum terpecahkan). Karena saya dan Henokh sudah mempelajari sistem belanja mami Henokh, maka kami pun memutuskan untuk duduk manis sambil menikmati cemilan di area food court.

16:00 – 17:00 JST: Setelah selesai makan dan berbelanja, kami pun melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan utama yaitu PERPUSTAKAAN. Ini adalah tempat dimana Henokh bisa meminjam buku-buku bacaan.

Perpustakaan di desa ini sangat terawat dan buku yang ditawarkan pun sangat banyak. Desain interior perpustakaannya pun ditata sedemikian rupa sehingga nyaman dan betah untuk berlama-lama di dalam.

Apakah perpustakaan sepi? TIDAK. Banyak anak-anak remaja (SMP dan SMA) maupun balita (tentu dengan orangtuanya) yang datang untuk meminjam atau mengembalikan buku ataupun CD. Kami pun tidak lupa untuk melakukan hal yang serupa.

“Di perpustakaan, kita bisa meminjam maksimal 10 buku selama 2 minggu.”

17:00 JST: Kami pun pulang ke rumah dengan membawa buku-buku dan belanjaan sehari-hari.

“Jarak dari rumah ke perpustakan kurang lebih 2.5 km. Jalan kaki adalah alat transportasi yang kami gunakan sehari-hari ketika beraktifitas disekitar desa Tokai”


Oiyaa, tahun 1999 pernah terjadi kecelakaan nuklir (ini adalah bahasa umum yang saya gunakan, bahasa teknisnya silahkan klik linknya) loh di desa ini. Berikut linknya: Tokaimura criticality accident.


Silahkan klik juga tulisan ini ya: Efek Radiasi Terhadap Kesehatan

Dimanakah Reaktor Nuklirnya berada?

Sebelumnya di: Ada apa dengan Cesium-137???

Pada tulisan tersebut saya menuliskan “Reaksi fisi nuklir terjadi di dalam reaktor nuklir”.

Pendahuluan

Mungkin sudah banyak dari kita yang sering melihat baik melalui film, berita, maupun media massa gambar-gambar yang berhubungan dengan nuklir khususnya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Nah, ada yang menarik perhatian saya selama ini. Dari gambar-gambar yang beredar mengenai PLTN, dimanakah letak reaktor nuklirnya?

Saya akan beri dua buah gambar. Silahkan untuk memberikan tanggapan dimana letak reaktor nuklirnya, apakah di dalam cerobong yang ada di Gambar 1 atau di dalam bangunan berentuk kotak yang ada di Gambar 2.

shutterstock_133311599
Gambar 1
https---s3-ap-northeast-1.amazonaws.com-psh-ex-ftnikkei-3937bb4-images-8-4-0-4-11354048-1-eng-GB-1221N-nuclear-reactor-2
Gambar 2

 

 


Di tulisan selanjutnya saya akan memperkenalkan sedikit demi sedikit mengenai apa yang saya pelajari di nuklir. Semoga tulisan-tulisan ini bisa berguna bagi para pembaca yang telah meluangkan waktunya untuk membaca tulisan saya.


Jawabannya ada di: Reaktor Nuklir berada di ….

Ada apa dengan Cesium-137???

Sebelumnya di: Efek Radiasi Terhadap Kesehatan

Di dalam tulisan sebelumnya mengenai Efek Radiasi terhadap kesehatan, terdapat salah satu poin mengenai kadar radiasi yang dikandung tubuh pada saat terkena cesium.

Selain itu, masih terkait dengan berita tentang ditemukannya limbah radioaktif di perumahan BATAN INDAH, banyak disebutkan mengenai Cesium-137.

Apa sih Cesium-137 dan darimana diperoleh Cesium-137?

Cesium-137 (Cs-137)

Cs-137 adalah salah satu unsur radioaktif. Apabila kita mengingat kembali pelajaran kimia di bangku SMA, masih ingat dengan Tabel Periodik? Nah, Cesium terdapat di Golongan IA.

Darimana asal Cs-137?

Cs-137 berasal dari reaksi fisi nuklir. 

(saya berusaha menyederhanakan penjelasan mengenai reaksi fisi nuklir yaa)

Reaksi fisi nuklir terjadi di dalam reaktor nuklir. Bahan bakar yang pada umumnya digunakan di reaktor nuklir adalah Uranium Dioxide (UO2) atau untuk memudahkan kita sebut aja Uranium. Nah, Uranium tersebut menyerap neutron untuk memulai reaksi fisi nuklir. 

Saya mencoba dengan analogi minyak tanah dan korek api (pemantik) untuk menghasilkan api. Uranium kita analogikan sebagai minyak tanah dan neutron dianalogikan sebagai korek api. Ketika korek api dinyalakan dan bersentuhan dengan minyak tanah maka akan dihasilkan api. Begitu juga dengan neutron ketika bersentuhan ke uranium akan menghasilkan energi. 

Nah, ketika api yang dihasilkan oleh minyak tanah dan korek tersebut sudah mulai padam, maka kita bisa mencium aroma dari pembakaran tersebut dan korek api sudah berubah bentuk dari bentuk asalnya, biasanya berbentuk arang hitam seperti kayu yang dibakar.

Di dalam reaksi fisi nuklir, ketika neutron diserap oleh uranium maka akan menghasilkan banyak produk sampingan seperti Plutonium, Molybdenum, Xenon, Iodine, Cesium, dll. 

Apakah bentuk bahan bakar uranium di awal dan diakhir berubah? Secara fisik bentuk bahan bakarnya tidak mengalami perubahan tetapi komposisi material yang ada didalamnya mengalami perubahan.

Perhatikan gambar bentuk fisik bahan bakar nuklir dibawah.

Bahan bakar nuklir yang masih baru (belum digunakan) hanya mengandung Uranium. Tetapi, setelah ‘tugasnya’ di dalam reaktor nuklir telah selesai dan posisinya sekarang dikatagorikan sebagai bahan bakar bekas, maka bentuk fisiknya tidak mengalami perubahan. Hanya saja, material yang terdapat di dalam bahan bakar bekas ini tidak hanya uranium saja melainkan banyak produk sampingan yang dihasilkan dan Cesium-137 adalah salah satunya.

“Itulah sepintas tentang asal usul dari Cesium-137”

AREVA-NuFuel-HTP2-NuScale-300
Bentuk Fisik Bahan Bakar Nuklir (UO2) yang dipakai di dalam reaktor nuklir.

Semoga penjelasan ini bisa membantu (kalau masih kurang paham atau malah analogi saya yang salah atau kurang sesuai bisa silahkan tinggalkan di kolom komentar).

Apa kegunaan Cs-137?

Pasti akan ada pertanyaan, memangnya unsur radioaktif (yang berbahaya) ada gunanya? Ya, beberapa unsur radioaktif ternyata mempunyai manfaat, baik itu untuk penelitian, kesehatan maupun kegiatan industri.

Dalam hal ini mari kita lihat kegunaan Cs-137.

  • Cs-137 dapat digunakan untuk kalibrasi peralatan pendeteksi radiasi (seperti detector Geiger-Mueller).
  • Cs-137 dapat digunakan dalam perangkat kesehatan untuk mengobati kanker.
  • Cs-137 dapat industi dapat digunakan untuk mendeteksi aliran cairan melalui pipa, mengukur ketebalan material seperti kertas, lembaran logam dan photographic film.

Apakah Cs-137 berbahaya jika terpapar kedalam tubuh manusia?

Silahkan dilihat informasi mengenai kadar radiasi yang dikandung tubuh pada saat terkena cesium (klik disini)


Semoga tulisan ini bisa bermanfaat.

Selanjutnya di: Dimanakah Reaktor Nuklirnya berada?

Efek Radiasi Terhadap Kesehatan

Beberapa hari terakhir, Indonesia dihebohkan dengan berita terkait ditemukannya   limbah radioaktif di kawasan Perumahan BATAN INDAH.

Silahkan dicari informasinya di google. Ini saya lampirkan beberapa berita terkait hal tersebut.

https://news.detik.com/berita/d-4900513/batan-radioaktif-di-perumahan-batan-indah-bukan-dari-reaktor-nuklir

https://megapolitan.kompas.com/read/2020/02/16/15550391/limbah-radioaktif-ditemukan-di-kawasan-perumahan-bapeten-kecolongan

Sudah ada juga press release yang dikeluarkan oleh BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) dan BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) terkait hal tersebut.


Yang menarik dari semuanya ini adalah isu-isu yang berkembang dimasyarakat mengenai radiasi nuklir, kebocoran reaktor nuklir yang di Serpong, bahkan isu agar masyarakat meninggalkan kawasan tersebut karena takut terkena radiasi. Kalau isu terakhir ini mah, kalau dimakan mentah-mentah enak tuh. Pastinya harga tanah dan bangunan disekitarnya akan turun dan akan ada oknum yang bermain untuk hal tersebut.

Nah, disini saya mencoba membagi informasi mengenai hal-hal apa yang perlu dipahami terkait dengan dampak radiasi terhadap kesehatan.

(silahkan klik link tersebut untuk memahami apa itu radiasi dan dampaknya terhadap kesehatan)

Efek Radiasi Terhadap Kesehatan

Informasi tersebut dikeluarkan oleh Pemerintah Ibaraki, Jepang untuk memberikan pemahaman terkait efek radiasi terhadap kesehatan setelah peristiwa kecelakaan reaktor nuklir Fukushima 2011. (Informasi dalam bahasa Indonesia, mengingat banyak WNI yang tinggal di Ibaraki).

Semoga setelah membaca informasi ini, kita menjadi lebih paham mengenai apa itu radiasi dan dampaknya terhadap kesehatan.


Ada apa dengan Cesium-137???

How I met your mother (5)

Sebelumnya di:

Episode 4: How I met your mother (4)

Episode 5: Terpesona

Hari Minggu di bulan Maret.

Kejadian ini hanya berselang beberapa hari sejak kedatangan Andi ke kos.

Entah kenapa pada hari Minggu itu saya memilih untuk mengikuti ibadah minggu pagi di gereja HKBP Kota Baru. (Saya mencoba mengingat-ingat kembali ada apa di hari Minggu itu, tapi tidak bisa menemukan alasan yang pastinya alias lupa..hehe)

“Satu hal yang pasti pada saat itu adalah kesibukan dalam penyelesaian skripsi, sehingga biasanya setelah selesai gereja langsung pulang ke kosan untuk mengerjakan skripsi.”

Pagi itu semuanya berjalan secara normal mulai dari saya tiba di gereja hingga mengikuti rangkaian ibadah minggu hingga selesai.

Kejadian yang tidak mungkin bisa dilupakan adalah sesaat sebelum meninggalkan gereja.

Begini kira-kira kejadiannya:

Untuk menghindari kemacetan terutama di area parkir motor, saya memilih untuk cepat-cepat menuju area parkir. Kunci motor sudah pada tempatnya, helm sudah terpasang dikepala, mesin motor sudah nyala, tinggal menunggu antrian keluar dari parkiran.

Sambil menunggu antrian, saya melihat-lihat ke arah pintu keluar gedung gereja. Siapa tahu ada ketemu teman, itu lah yang ada di pikiran saya. Tidak lama saya memandang kearah sana, saya melihat seorang gadis yang mempesona mengenakan dress berwarna hijau keluar dari pintu gereja. Dia berdiri agak lama dekat pelataran pintu keluar gereja. Berulang kali saya memfokuskan pandangan kearahnya dan semakin fokus memandang, akhirnya timbul pertanyaan di dalam hati ” Itu bukannya Laura ya??, cantik sekali dia hari ini.”

Saya hanya memandang dari tempat saya berada tanpa berani menyapanya.

“Seperti yang saya ceritakan di kisah sebelumnya, saya sudah kenal dengan teman-teman les tetapi belum sampai tahap akrab atau tukar nomor handphone atau berteman di Facebook.”

Saya sudah berkenalan dengan Laura sejak kami les di ELTI, tapi kejadian hari Minggu inilah yang menjadi awal dari Cerita Mengejar Cinta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selesai….(?)

 

Berjalan bersama Henokh

11 Februari 2020 “Foundation Day”

Sejak berada di Jepang, saya sepertinya kurang memperhatikan kalender. Maklum, selama 5 tahun menjadi mahasiswa di Jepang, hampir setiap hari saya masuk ke kampus tanpa mengenal yang namanya weekend. Apakah terpaksa? Tentu tidak.

“Profesor pembimbing saya memberikan muridnya kebebasan untuk mengatur waktu asalkan bertanggung jawab dengan penelitiannya.”

Hal ini pun terbawa ketika di dunia kerja bedanya saya memilih untuk tidak masuk pada hari Sabtu dan Minggu.

“Salah satu keuntungan menurut saya bekerja di bidang penelitian adalah waktu kerja yang sangat fleksibel.”

Saya pun terkadang tidak begitu memperhatikan hari-hari libur di kalender. Tanggal 11 Februari (Selasa) pun saya tidak tahu kalau hari itu adalah hari libur. Saya baru sadar ketika hari Jumatnya sedang berbicara dengan teman kerja dan dia berencana mengambil cuti di hari Senin.

There is No Special Plan

Karena memang kami tidak ada rencana mau pergi berwisata atau apapun, saya pun tetap masuk pada hari Seninnya.

Hari senin malam pun saya bertanya lagi ke istri mengenai ada atau tidaknya rencana jalan atau apalah untuk besok Selasa. Dan jawabannya tetap sama ‘Tidak ada rencana jalan-jalan’.

Selasa Pagi

Tetap tidak ada yang spesial, hanya membereskan kamar sebelah yang sudah mulai berantakan dipenuhi mainan dan perlengkapan Henokh yang sudah tidak dipakai lagi (maklum, perlengkapan anak bayi cepat sekali berganti seiring dengan bertambah besarnya Henokh).

Pagi itu pun kami habiskan dengan mengepak semua barang yang tidak dipakai dan memindahkannya ke gudang. Ruangan pun menjadi lebih luas dan Henokh bisa merangkak dengan leluasa untuk mengitari seluruh ruangan di rumah.

Menjelang Sore

Jam sudah menunjukkan pukul 15.10 JST dan semua pekerjaan rumah sudah beres. Cuaca yang cerah dan suhu udara yang hangat di musim dingin ini membuat kami memutuskan untuk pergi ke supermarket (namanya York Benimaru, dibaca “Yokubenimaru”).  Ini adalah supermarket terdekat setelah tutupnya Station Com.

Rencana awalnya hanya belanja sayur dan daging. Tapi entah mengapa kalau belanja sama istri rasa-rasanya seluruh bagian di dalam supermarket itu harus dikunjungi lebih dari satu kali (atau apakah hal ini cuma terjadi pada saya saja kah???) walaupun ujung-ujungnya gak dibeli juga.

Tentunya ada kesimpulan istri setelah menjelajah ruang dan waktu di dalam supermarket.

“Harga Sayur lebih murah di hari Selasa, sedangkan harga daging lebih mahal pada hari Selasa.”

Sambil menunggu istri membayar seluruh belanjaan ke mesin yang tersedia, saya dan henokh pun menunggu di bagian coffee & bakery sambil menikmati sepotong roti.

Ilustrasi pembayaran dengan mesin otomatis di supermarket. (https://www.alamy.com/japan-honshu-tokyo-supermarket-self-check-out-machine-30076347-image264544157.html)

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 16:30, hal itu ditandai dengan bunyi lonceng yang terdengar diseluruh penjuru desa. Matahari yang masih bersinar membuat kami memutuskan untuk bermain sebentar ke taman yang ada diseberang York Benimaru.

Tujuan kami bermain ke taman adalah mengajak anak kami Henokh untuk belajar berjalan diluar rumah sekaligus memperkenalkan dia dengan sepatu. Ternyata di taman ada beberapa keluarga juga yang sedang mengajak anak-anaknya bermain.

“Salah satu hal dipikiran saya pada bulan April 2018 ketika baru pertama kali sampai di desa ini adalah, kalau nanti kami punya anak maka saya akan mengajaknya bermain di taman ini.”

Tidak butuh waktu lama untuk bermain di taman karena udara yang sudah mulai dingin dan matahari yang mulai tenggelam. Sekitar jam 5 sore kami pun pulang ke rumah.

“Terkadang liburan cukup diisi dengan hal yang sederhana namun bisa diingat selalu.”

How I met your mother (4)

Sebelumnya di:

Episode 3: Membuka Diri

Episode 4: Waktunya kurang tepat.

Dari bulan Februari hingga akhir Maret 2010 adalah masa krusial dalam perkuliahan saya. Hampir setiap hari saya habiskan di laboratorium komputasi kampus untuk mengerjakan skripsi. Selain itu saya masih tetap harus mengikuti kelas bahasa inggris setiap hari Selasa dan Kamis sore dan beberapa kegiatan lainnya.

Kegiatan tersebut tentunya menguras tenaga dan pikiran. Refresing adalah salah satu hal yang bisa menyegarkan kembali pikiran saya.

Hal yang biasa saya lakukan untuk meyegarakan pikiran adalah berkunjung ke Plaza Ambarukmo Mall. Masuk ke bagian Gramedia sambil mencari buku sejarah dunia (terutama yang berhubungan dengan Perang Dunia). Biasanya mencari buku yang sudah di buka plastiknya, jadi bisa dibaca disana.Hehehe.

“Planet Bumi”

Kehidupan saya selama bulan-bulan ini membuat saya seolah-olah sedang tidak berada di Planet Bumi.

Di lain hari, ada sms masuk dari Andi. “Coi, kau di kos? Awak otw kesana ya.” Hemmm, sms belum dibalas, dia udah nyampe di depan kos. Yoweslah, makan malam ajalah dulu kita di pecel lele depan kehutanan (Fakultas Kehutanan UGM), begitulah saya menyambutnya di depan pintu kos.

Kedatangan Andi tentunya tidak dengan tangan kosong. Pasti ada informasi yang mau diceritakannya. Ada banyak hal dari mulai A sampai Z yang diceritakan, seolah-olah saya beneran sudah menghilang dari Planet Bumi selama dua bulan sehingga tidak tahu informasi apapun. Dari semuanya itu, ada satu cerita yang menarik perhatian saya.

Kira-kira begini percakapan singkat kami:

A: Cui, teman-teman ELTI berpikiran kau sombong loh, soalnya gak pernah gabung kalau ada kumpul-kumpul.

I: Hahhh? Emang ada kalian kumpul-kumpul? Siapa aja?

A: Ada cui dan udah beberapa kali nongkrong bareng. Terus mau gak kau ikut Fun Walk ELTI nanti?

I: Nanti kalau awak ikut jadi gak fun lagi..hahaha (dan akhirnya saya pun tidak ikut acara tersebut). Tapi kau kan tahu kalau awak lagi sibuk ngerjain skripsi. Ngejar deadline coi.

A: Yoi, makanya tenang aja kau. Udah kujelaskan itu sama mereka jadi aman aja.

I: Yowes, ntar kalau ada rencana makan-makan kabarin lah coi.

Begitulah kira-kira percakapan singkat kami saat itu.

Saya tidak tahu kalau mereka sudah begitu akrab satu sama lainnya. Saya sendiri pada awalnya tidak terpikir bakal bisa berhubungan dekat dengan mereka.

bersambung …

Episode 5: Terpesona


  • Seiring dengan berjalannya waktu, mereka-mereka inilah yang nantinya akan membantu saya dalam proses-proses menggapai mimpi untuk bersekolah ke Jepang. Peran aktif teman dalam proses pendaftaran program IGP-A Tokyo Tech
  • Tidak banyak teman dekat saya sewaktu di kuliah, Andi adalah salah satunya dan dia juga yang banyak membantu saya bahkan hingga saat ini.

Tips Menikmati Keindahan Bunga Sakura

Kurang dari sebulan lagi, Jepang akan memasuki musim semi. Musim ini adalah salah satu musim terbaik di Jepang. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Jepang. Pastinya sudah banyak orang tahu bahwa alasan utama mengunjungi Jepang di musim ini adalah menikmati keindahan bunga sakura.

Bunga Sakura (Cherry Blossoms)

Bagi saya, bunga sakura sangatlah unik. Kemunculannya hanya sekali dalam setahun dengan durasi kurang dari satu minggu. Hal inilah yang menyebabkan banyak orang ingin sekali menikmati keindahan sakura.

Kapan mekarnya bunga sakura?

Tidak ada yang bisa memastikan secara pasti tanggal mekarnya bunga sakura. Tetapi bunga ini akan mekar dari wilayah selatan Jepang menuju wilayah utara Jepang. Hal itu dikarenakan suhu udara diwilayah selatan yang lebih hangat dibandingkan wilayah utara. Berdasarkan pengalaman dan informasi yang tersedia dari website-website travel atau sejenisnya, bunga sakura biasanya akan mulai mekar sekitar tanggal 20an Maret hingga awal April untuk wilayah Tokyo dan sekitarnya. Bagi mereka yang akan liburan sekitar bulan Maret hingga awal April, ada baiknya mencari tahu tentang informasi ini. Sayangkan udah datang ke Jepang tapi tidak bisa melihat bunga sakura hanya karena selisih waktu dan tempat.

Tempat terbaik melihat sakura di Tokyo (versi penulis)

1. Tokyo Institute of Technology. Ini adalah kampus tempat saya menimba ilmu. Bukannya mau subjektif, tapi tidak diragukan lagi kalau ini adalah salah satu lokasi terbaik menikmati keindahan bunga sakura. Salah satu keunggulannya adalah tidak banyak orang tahu sehingga bisa menikmati keindahannya dengan lebih tenang.

IMG_2594
Hanami bersama rekan-rekan Obara lab di Tokyo Institute of Technology.

2. Nakameguro (Naka-meguro). Disini kalian bisa menikmati pemandangan bunga sakura di sepanjang aliran sungai meguro. Sebagai tempat paling terkenal di Jepang, maka tidak diragukan lagi akan banyaknya orang yang datang kesini. Saya pernah berkunjung kesini di tahun 2017 dan sangat banyak orang yang ingin menikmatinya. Hal ini bisa dilihat dari ramainya orang dari mulai stasiun Nakameguro hingga menuju lokasi hanami. Dikiri kanan jalan pun banyak tersedia penjual makanan ringan.

IMG_4488
Salah satu sudut penampakan bunga sakura di Naka Meguro.

3. Ueno Park. Taman ini juga salah satu tempat terbaik menyaksikan keindahan bunga sakura. Disisi lain, terlalu banyaknya orang yang datang kesini membuat saya merasa kesulitan untuk menikmatinya. Selain itu, pada saat kami kesana, banyak orang yang mabuk dan lumayan kotor akibat banyaknya sampah yang sembarangan dibuang sehingga semakin kurang bisa menikmatinya.

IMG_4436
Istri yang sedang berfose di tengah keramaian orang yang menikmati sakura di Ueno Park.

Hanami

Hanami adalah istilah dalam bahasa Jepang yang digunakan pada aktifitas menikmati keindahan bunga sakura.

Bagaimana sih aktifitas Hanami tersebut?

Kegiatan ini biasanya dilakukan secara rombongan. Dimana sesama teman atau keluarga berkunjung ke lokasi bunga sakura sambil membawa bekal untuk dimakan. Biasanya dilakukan di siang hari.

Apa yang butuh di bawa untuk aktifitas Hanami?

  • Tikar piknik. Digunakan sebagai alas duduk.
  • Makanan dan Minuman.
  • Plastik sampah.

Do and Do Not

  • Silahkan berfoto menikmati keindahan bunga sakura.
  • JANGAN memetik atau menggoyangkan batang pohon sakura agar hasil foto terlihat keren. Foto anda akan keren, tapi orang setelah anda tidak bisa menikmatinya lagi.
  • JAGA KEBERSIHAN dengan tidak meninggalkan sampah makanan setelah menikmatinya. Pada dasarnya, akan sulit menemukan tempat sampah. Itu artinya simpan sampah anda sampai anda menemukan tempat sampah. Kalau belum ketemu, maka bawa pulanglah sampahnya.
  • Pada tempat-tempat tertentu, ada kalanya terdapat tali pembatas di sekitar pohon. Itu artinya tidak perlu melewati pembatas tersebut. Apalagi berusaha untuk bermain lompa tali..Hehehe

Mungkin itu saja sekedar informasi dari saya. Semoga bisa menikmati keindahan bunga sakura.

How I met your mother (3)

Sebelumnya di:

Episode 2: Siapa Dia?

 

Episode 3

Membuka Diri

Tidak terasa sudah sebulan sejak kelas ini dimulai. Andi sudah berbaur dengan semua orang yang ada di kelas. Sedangkan saya, nama mereka aja masih ada yang belum hapal.

Saya tipikal orang yang sulit membuka pembicaraan terutama dengan orang baru.”

Hanya ada beberapa nama yang saya kenal selain Andi. Mereka adalah AAng dan Nilla. Perkenalan pertama dengan AAng karena pada saat itu ada latihan percakapan antar sesama murid. Sedangkan dengan Nilla, karena pernah duduk sebelahan jadi mau gak mau harus kenalan. (Sebenarnya bukan hanya mereka saja, tapi yang sampai sekarang gak mungkin lupa adalah perkenalan dengan mereka).

Ternyata tidak seseram yang saya bayangkan. AAng adalah tipe orang yang sangat friendly (cenderung agresif..hahaha) dan memiliki wawasan yang luas. Nilla juga orangnya asik diajak ngobrol, ramah, tahu banyak tentang Jogja, dengan khas suara Jawa medok gitu.Hihihi.

Disisi lain, Andi sudah sangat akrab dengan Hendroy, AAng, Nilla, Ratna, Metta, 2 orang lainnya (1 cowok dan 1 cewek, maaf ya lupa nama mereka), dan Laura. Atau dengan kata lain, akrab dengan seluruh murid di kelas.

“Yapzz, kelas dilevel ini lebih didominasi oleh kaum Hawa.”

Tidak seperti biasanya, AAng, Nila, Andi, dkk masih bercengkrama ketawa ketiwi di parkiran motor setelah kelas bahasa selesai. Yaa, tentunya saya juga ada disana karena saya pulangnya nebeng sama Andi. Itu adalah pertama kali saya membuka diri dan berkenalan secara personal ke mereka semua.

“Bagi saya, mereka semuanya cukup asik diajak untuk ngobrol.”

 

bersambung …

Episode 4: Waktunya kurang tepat