The Accident

Rencana untuk bermain ke pantai di Hari Sabtu pun terpaksa batal terlaksana karena hujan turun sepanjang hari. Hal ini membuat kami bertiga hanya diam di rumah dan bermalas-malasan sambil berharap kepada ramalan cuaca yang memperlihatkan kalau hujan akan berhenti di sore hari.

15:00 JST

Hujannya berhenti…!!! Ayo bersiap-siap..!!!

Hujan di luar sudah reda, tetapi awan gelap masih berada tepat di atas langit desa Tokai. Hal ini membuat saya ragu untuk bermain ke pantai. Penyebab lainnya tentu saja pasir pantainya masih basah akibat hujan deras yang turun dari tadi pagi.

Akan tetapi, melihat Henokh yang sejak tadi berdiri di depan jendela sambil berharap bisa bermain keluar, membuat saya dan mami Henokh memikirkan alternatif tempat lain yang bisa dikunjungi.

“Hemmm… Ajak Degi keluar sekalian makan malam bareng yukk. Udah lama juga kita gak jalan bareng dia.”, tercetus lah pikiran tersebut dari saya.

“Boleh.. Hubungi lah dia.”, sahut Mami Henokh.

Degi adalah teman kuliah saya sewaktu di Tokyo. Saat ini kami bekerja di tempat yang sama di Desa Tokai.

Kebetulan juga Degi sedang punya waktu kosong sehingga kami pun memutuskan untuk pergi ke Outlet “Fashion Cruise” yang ada di kota Hitachinaka.

16:00 JST

Baru saja kami hendak berangkat menuju Fashion Cruise, hujan lebat menemani sepanjang perjalanan. Uniknya, hujannya berhenti lagi ketika kami tiba di tempat tujuan. Padahal jarak dari rumah ke Fashion Cruise hanya sekitar 5 km.

Karena pada dasarnya kami tidak punya tujuan khusus (belanja), maka kami pun hanya sekedar melihat-lihat sambil menunggu jam makan malam. Henokh dan maminya pun mencari beberapa kebutuhan Henokh yang ada di salah satu toko bayi yang ada disana. Sedangkan saya menemani Degi yang hendak mencari perlengkapan badminton yang akan digunakan keesokan harinya bersama teman-temannya.

Berfoto disalah satu toko bayi yang ada di Fashion Cruise.

18:00 JST

Malam ini kita memutuskan untuk makan di restoran sushi yang ada di depan Fashion Cruise. Tidak ada yang istimewa dari makan malam singkat ini. Restoran sushi bar dengan ciri khasnya dimana makanan yang kita pesan diantar melalui conveyor yang ada di depan kita. Hal ini tentunya menjadi menarik bagi Henokh, si bayi kecil yang penasaran dengan piring-piring yang lalu lalang di depan dia.

19:00 JST

Setelah selesai makan, kami memutuskan untuk melihat-lihat ke toko UNIQLO yang masih berada di dalam kawasan Fashion Cruise. Mami Henokh hendak mencari baju musim panas buat Henokh. Sedangkan kami, hanya sekedar melihat-lihat saja.

Ternyata, sebelum masuk ke dalam, ada petugas yang akan memeriksa suhu tubuh setiap pengunjung yang datang. Henokh dan maminya pergi ke bagian bayi sedangkan saya dan Degi pergi ke bagian pria.

Buuuummmmmm…..

Kurang dari 15 menit, akhirnya berempat bertemu disalah satu rak yang memajang pakaian kaos pria. Saya, Degi dan Mami Henokh berbincang sebentar, sedangkan Henokh ada disamping kami sedang berdiri. Beberapa detik kemudian, dia mulai berjalan dan entah kenapa sepertinya kakinya kurang stabil sehingga terjatuh dan keningnya membentur rak besi bagian bawah yang ada di dekat kami.

Kaget……

Kami yang melihat langsung bereaksi untuk mengangkat Henokh dari lantai. Awalnya hanya terlihat kening yang memerah dan kurang dari 3 detik setelah itu, darah mengalir dengan cukup deras.

Panikkkkk….

Mami Henokh langsung menggendong dan panik karena tidak ada membawa tas yang berisi tisu atau alat pembersih lainnya. Saya berlari menuju petugas di bagian pintu masuk untuk meminta pertolongan pertama serta memanggil ambulance.

Petugas yang sigap

Petugas tersebut dengan sigap mengambil tisu untuk menutup luka yang ada dikening Henokh. Sambil menahan aliran darah dengan tisu, petugas tersebut sekaligus memeriksa luka benturannya. Petugasnya menyarankan untuk dibawa ke RS yang ada di kota Hitachinaka (+/- 5 km).

Saya pun langsung mengambil alih Henokh dari Maminya supaya bisa lebih cepat menggendongnya menuju mobil yang terletak di parkiran.

IGD

Sekitar 15 menit kemudian, kami sudah tiba di RS tersebut. Kami menuju ke salah satu gedung yang berada disebelah kiri gerbang masuk. Gedung itu adalah klinik khusus yang ditujukan untuk pasien yang datang dimalam hari (diluar jam operasional) dan di hari libur.

Tiba di HItachinaka General Hospital.

Asuransi Kesehatan

Kemanapun kami berpergian, asuransi kesehatan adalah salah satu kartu wajib yang harus dibawa selalu. Selain itu, khusus untuk anak, ada lagi kartu “MARUFUKU” yang wajib dibawa selalu.

Perawat di RS, memeriksa terlebih dahulu suhu badan kami sebelum masuk. Selanjutnya, memeriksa kondisi kening Henokh. Darah dari lukanya masih terlihat tetapi tidak mengalir dengan deras. Perawat RS pun meminta kami menceritakan kronologis kecelakaannya dan setelahnya mempersilahkan kami duduk di kursi tunggu sembari melaporkan ke dokter dan mempersiapkan ruangan pemeriksaan.

Salah satu pertanyaan wajib dari Perawat RS adalah ” APAKAH ADA ASURANSI DAN KARTU MARUFUKU?”

Pemeriksaan oleh Dokter

Sekitar 5 menit setelah kami tiba di RS, akhirnya dokter memeriksa kondisi dan luka Henokh. Tentu saja Henokh nangis dengan kencang ketika hendak dibaringkan di tempat tidur. Karena nangisnya yang kencang dan meronta-ronta akhirnya dokter pun mempersilahkan Laura untuk menggendong Henokh.

Setelah lukanya dibersihkan dengan alkohol yang tentunya memberikan efek kejut dan menambah volume tangisan Henokh, luka tersebut ditutup dengan perban yang telah diolesi dengan obat salap.

Selanjutnya Henokh sudah mulai tenang dan dokter pun menjelaskan kondisinya. Hal yang perlu diperhatikan adalah Demam dan Muntah.

Kalau sepanjang malam ini Henokh demam atau/dan muntah, maka wajib dibawa ke RS (lupa istilah medisnya) yang menangani gejala geger otak atau sejenisnya. Seirei Memorial Hospital adalah RS yang dirujuk apabila terjadi dua hal tersebut sepanjang malam. RS ini merupakan yang terdekat dari tempat tinggal kami di Desa Tokai.

Selanjutnya, dengan tenang Perawat RS menjelaskan lebih detail lagi kondisi Henokh dengan bahasa yang mudah dimengerti dan membuat Mami Henokh bisa lebih tenang sedikit. Lalu, perawat tersebut memberikan obat salep untuk luka Henokh dan menjelaskan cara pemakaiannya.

Biaya

Sebelum meninggalkan RS, kami pun menyelesaikan urusan administrasi dan membayar ¥ 600 untuk biaya pemeriksaan dan sudah termasuk obat salep.

Malam hingga Keesokan harinya

Sekitar dua jam setelah sampai di rumah, Henokh kembali aktif seperti tidak terjadi apa-apa. Hanya saja, kami belum bisa menyentuh bagian sekitar keningnya karena dia masih merasa sakit. Akan tetapi, mami Henokh tidak bisa tidur dengan tenang sepanjang malam.

Puji Tuhan, Henokh tidak sampai demam atau muntah. Keesokan paginya pun, dia sudah kembali beraktifitas dengan normal lagi. Rasa sakit terjadi ketika hendak mengganti perban dikeningnya.

How I met your mother (1)

Episode 1 Januari 2010 Cerita ini berlatar belakang sekitar 10 tahun yang lalu. Setelah menghabiskan liburan semester ganjil di Brastagi (Sumatera Utara), saatnya di awal Januari saya harus kembali lagi ke Jogja untuk melanjutkan kuliah di semester 8. Semester ini merupakan semester terakhir bagi saya, dimana tinggal menyelesaikan tugas akhir yang sudah diambil dari semester … Continue reading “How I met your mother (1)”

Sabtu Ceria di Desa Nuklir

Tokai si Desa Nuklir Boleh lah saya saya membuat judul seperti itu. Apakah sebuah clickbait? Bagi saya sih tidak karena sesungguhnya di Desa Tokai memang terdapat pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), Tokai Nuclear Power Plant. Cukup ya dengan perkenalan singkatnya. Hehehe Akhir Pekan di Bulan Februari Entah kenapa terkadang jadwal kegiatan di hari Sabtu jauh lebih … Continue reading “Sabtu Ceria di Desa Nuklir”

Optimasi pemanfaatan beasiswa MEXT untuk pemenuhan kebutuhan hidup mahasiswa program master di Tokyo

Penulis: Irwan Liapto Simanullang Abstrak Tokyo adalah salah satu kota dengan biaya hidup termahal di dunia. Akan tetapi, Tokyo merupakan salah satu kota tujuan para mahasiswa dari Indonesia untuk melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Beasiswa MEXT adalah salah satu beasiswa yang memberikan tunjangan penuh baik untuk uang sekolah dan biaya hidup. Nilai … Continue reading “Optimasi pemanfaatan beasiswa MEXT untuk pemenuhan kebutuhan hidup mahasiswa program master di Tokyo”

Sponsored Post Learn from the experts: Create a successful blog with our brand new courseThe WordPress.com Blog

Are you new to blogging, and do you want step-by-step guidance on how to publish and grow your blog? Learn more about our new Blogging for Beginners course and get 50% off through December 10th.

WordPress.com is excited to announce our newest offering: a course just for beginning bloggers where you’ll learn everything you need to know about blogging from the most trusted experts in the industry. We have helped millions of blogs get up and running, we know what works, and we want you to to know everything we know. This course provides all the fundamental skills and inspiration you need to get your blog started, an interactive community forum, and content updated annually.

Kembang Api Musim Panas di Jepang

Pada tulisan sebelumnya, saya memaparkan secara singkat mengenai Dilema musim panas di Jepang. Suhu udara yang tinggi ditambah dengan kelembapan udara yang cukup tinggi menghasilkan kombinasi yang membuat saya tidak kuat berlama-lama beraktifitas di luar ruangan.

Disisi lain, festival kembang api (Hanabi 花火) adalah acara tahunan yang diadakan hampir setiap akhir pekan pada bulan Agustus di seluruh Jepang.

Tempat paling terkenal untuk festival ini berada di daerah Asakusa tepat di dekat Sungai Sumida (Sumida River Firework Festival). Infonya sih salah satu festival kembang api terbesar di Jepang dengan total sekitar 20.000 kembang api yang bisa dinikmati mulai dari pukul 19:00 hingga 20:00an malam.

Sayang sekali, untuk tahun 2020 sepertinya tidak ada festival kembang api akibat COVID-19.

Kembang Api di Sumida River

Tahun 2016, saya dan tiga orang teman mempunyai kesempatan menikmati pertunjukan kembang api di Sumida River. Untuk menghindari keramaian orang, kami pun janjian untuk bertemu di salah satu pintu keluar Stasiun Asakusa jam 4:30 sore. Meskipun acara baru mulai di malam hari, akan tetapi sudah terlihat keramaian di dalam maupun di luar stasiun. Sudah banyak rombongan orang yang hendak menikmati pertunjukan tersebut. 

Kami pun berusaha mencari-cari lokasi untuk bisa duduk dan menikmati pertunjukkan kembang api. Akan tetapi, sudah banyak orang yang menggelar alas duduk di sepanjang pinggiran sungai sejak siang atau mungkin dari pagi hari. 

Meskipun demikian, kami tetap berusaha berjalan menelusuri pinggiran sungai sambil berharap setidaknya ada tempat yang bisa menampung kami berempat untuk duduk dan menikmati kembang api. Sepertinya, kesempatan menikmati pertunjukan dari pinggiran sungai sudah tidak memungkinkan lagi sehinga kami pun mundur menuju ke jalan raya yang ditutup sementara untuk kendaraan bermotor dan berusaha menikmati dari situ bersama dengan ribuan orang lainnya.

Di beberapa trotoar jalan terlihat banyak pedagang makanan dan minuman yang berjualan. Selain itu, beberapa hotel di sepanjang jalan tersebut menawarkan rooftop mereka dipakai untuk menikmati festival kembang api. Tentunya tawaran ini tidak gratis.

Kami memilih untuk tetap berjalan di sepanjang jalan tersebut sambil berusaha menemukan tempat yang sekiranya bisa untuk menikmati kembang api tersebut. Akan tetapi, sepertinya hal tersebut cukup sulit sehingga kami memutuskan untuk berdiri di depan salah satu hotel dan menikmati pertunjukan kembang api yang telah dimulai sejak 30 menit yang lalu. 

Ternyata cukup sulit untuk bisa menikmatinya karena pemandangan yang terhalang oleh gedung bertingkat di depan kami. Meskipun demikian, kami berusaha untuk menikmati pertunjukan tersebut.

Sekitar pukul 20:00, pertunjukan telah usai dan kami harus kembali ke Stasiun Asakusa. Ternyata posisi kami menonton kembang api tersebut berjarak cukup jauh dari stasiun. Butuh waktu sekitar 20 menit jalan kaki menuju stasiun Asakusa. 

Kami bersama ribuan orang lainnya berjalan kaki menuju stasiun Asakusa. 

Menikmati Festival kembang api di Sumida River secara umum cukup menyenangkan akan tetapi tidak bisa berharap banyak mendapatkan tempat terbaik untuk bisa menikmatinya.

Ekspektasi saya adalah bisa duduk (meskipun tidak dilokasi terbaik) untuk menyaksikan kembang api. Realita yang saya temui adalah menyaksikan kembang api selama satu jam dengan berdiri.

Mencari lokasi untuk menikmati kembang api di Sumida River (1)
Tidak dapat tempat duduk, akhirnya menonton sambil berdiri dan berjalan.

Kembang Api di Tama River

Meskipun kembang api di Sumida River adalah salah satu terbesar di Jepang. Tetapi, Tamagawa Firework Festival adalah tempat menonton kembang api favorit saya. 

Festival ini berlangsung di Tamagawa Futagobashi Park dan stasiun terdekatnya adalah Futakotamagawa Station. Biasanya berlangsung dari pukul 19:00 hingga 20:00 JST dengan jumlah kembang api sekitar 6.000.

Beberapa alasan yang membuat saya menjadikan Tamagawa Fireworks Festival menjadi tempat terfavorit hingga saat ini.

  1. Lokasinya yang strategis bagi saya. Dari kampus Tokyo Tech (Ookayama) cukup membutuhkan sekitar 12 menit dengan kereta untuk dapat mencapai Futakotamagawa Station. Demikian juga akses dari rumah ke Futakotamagawa yang bisa ditempuh sekitar 7 menit dengan kereta.
  2. Daya tampung besar. Daerah pinggiran Tama River yang cukup besar memberikan keuntungan tersendiri yang dapat menampung ribuan pengunjung tanpa harus berdesak-desakan. 
  3. Fasilitas cukup memadai. Salah satu fasilitas yang tersedia adalah toilet portable dengan jumlah yang cukup banyak. 
  4. Aneka makanan dan minuman. Terdapat stand jualan yang tertata rapi sehingga memudahkan pengunjung untuk mengaksesnya.
Duduk santai menunggu kembang api di Tamagawa River.
Lokasi strategis tepat dibelakang barisan VIP (berbayar).
Rekaman beberapa detik puncak festival kembang api di Tamagawa.

Hampir setiap tahun di musim panas, saya menikmati pertunjukan kembang api di Tamagawa. Meskipun banyak orang yang memadati, tetapi kita bisa duduk santai menatap ke langit sambil melihat kembang api dengan berbagai macam motif.

Persiapan Menghadapi Kecelakaan Nuklir.

Tokai adalah sebuah desa yang terletak di Prefektur Ibaraki, Jepang. Secara ekonomi, desa Tokai ditopang oleh sektor industri nuklir (pemerintah dan swasta). Beberapa industri nuklir yang terdapat di Desa Tokai adalah: Japan Atomic Energy Agency (JAEA), Japan Proton Accelerator Research Complex (J-PARC), Nuclear Fuel Industries, The Japan Atomic Power Company Tokai No.2 Power Station (PLTN), … Continue reading “Persiapan Menghadapi Kecelakaan Nuklir.”

Perlu gak ya Dana Pensiun?

Saya termasuk salah satu dari mungkin ribuan orang yang tidak begitu peduli dengan yang namanya dana pensiun. Bukti utamanya adalah saya merasa dana pensiun yang dipotong setiap bulan dari gaji sudah cukup nantinya untuk kehidupan saya bersama keluarga setelah saya menjalani masa pensiun. Oleh karenanya, saya tidak begitu memikirkan lebih lanjut lagi dan merasa sudah … Continue reading “Perlu gak ya Dana Pensiun?”

Penting gak ya ikut Asuransi Jiwa di Jepang ?

Tulisan ini akan memuat opini penulis mengenai penting atau tidaknya mengikuti asuransi jiwa di Jepang. Penting atau tidaknya asuransi jiwa ini akan tergantung kepada masing-masing orang. Disini penulis berusaha menjabarkan mengenai asuransi jiwa menurut pemahaman penulis. Latar Belakang Di akhir tahun 2019, semua pegawai di kantor wajib melakukan deklarasi ulang mengenai jumlah pendapatan maupun tanggungan … Continue reading “Penting gak ya ikut Asuransi Jiwa di Jepang ?”

Persiapan Menghadapi Kecelakaan Nuklir.

Tokai adalah sebuah desa yang terletak di Prefektur Ibaraki, Jepang. Secara ekonomi, desa Tokai ditopang oleh sektor industri nuklir (pemerintah dan swasta).

Beberapa industri nuklir yang terdapat di Desa Tokai adalah: Japan Atomic Energy Agency (JAEA), Japan Proton Accelerator Research Complex (J-PARC), Nuclear Fuel Industries, The Japan Atomic Power Company Tokai No.2 Power Station (PLTN), Nuclear Professional School The University of Tokyo, Japan Irradiation Service, Mitsubishi Nuclear Fuel, Mitsubishi Nuclear Fuel Station. 

Dengan ada banyaknya industri nuklir di desa Tokai (38 km2), maka tidak berlebihan bila saya menyebutkannya sebagai Desa Nuklir.

Pemerintah Desa Tokai pun melalui Disaster Prevention and Nuclear Energy Safety Section memberikan panduan apabila terjadi kecelakan nuklir.

Pada tulisan ini, saya mau membagikan beberapa informasi mengenai persiapan menghadapi kecelakaan atau bencana nuklir yang dirangkum dari pamplet/brosur yang diterbitkan oleh Pemerintah Tokai dan dibagikan kepada setiap warga masyarakat yang tinggal di Desa Tokai.

Nuclear Emergency

PLTN dan fasilitas nuklir lainnya secara serius untuk mencegah terjadinya pelepasan material radioaktif apabila terjadi kecelakaan atau bencana nuklir. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan terjadi situasi dimana radioaktif tersebar ke lingkungan diluar fasilitas nuklir tersebut dan dapat mengontaminasi lingkungan dan masyarakat yang ada disekitarnya. Situasi seperti ini disebut dengan “nuclear emergency”.

Karakteristik dari Nuclear Emergency

Nuclear Emergency mempunyai karakter yang unik dan berbeda dibandingkan bencana alam seperti banjir, kebakaran maupun gempa bumi.

  1. Kita tidak bisa menggunakan kelima indra untuk mendeteksi radiasi. Hal ini dikarenakan sifat radiasi yang tidak terlihat, tidak berbau, dan tidak bersuara.
  2. Kita tidak bisa menduga-duga penyebaran radiasi secara mandiri. Penyebaran radiasi hanya dapat diukur menggunakan alat khusus, salah satunya detector radiasi.

Nuclear Preparedness

Apabila terjadi kecelakaan atau bencana nuklir, maka ada hal mendasar yang perlu diketahui mengenai radiasi dan radioaktifitas secara benar. Hal ini berguna dalam mengambil tindakan yang benar untuk meminimalisir terpapar radiasi.

Tiga prinsip dasar untuk mengurangi tingkat paparan radiasi pada saat nuclear emergency:

  1. Menghalangi radiasi menggunakan perisai yang sesuai seperti beton (concrete).
  2. Mengatur jarak aman dari sumber radiasi.
  3. Mengurangi waktu paparan.

Dapatkan Informasi yang Akurat

  • Dapatkan informasi akurat dari sumber terpercaya melalui radio, TV, sosial media.
  • Jangan percaya kepada rumor atau informasi palsu.
  • Tetap di dalam rumah sampai ada instruksi lebih lanjut dari pemerintah setempat.
  • Tukar informasi yang benar dengan tetangga dan cek kondisi mereka.
  • Jangan mencari informasi melalui telepon karena ada kemungkinan line telepon tidak bisa digunakan.

Evakuasi

Shelter indoors

  • Tutup semua pintu dan jendela.
  • Matikan sistem ventilasi udara.
  • Matikan AC.
  • Pastikan untuk mencuci wajah, tangan, ganti pakaian, serta tempatkan pakaian tersebut di kantong plastic atau tas.
  • Selalu update informasi melalui TV, radio atau internet.

Hal yang dilakukan sebelum Evakuasi

  • Matikan seluruh peralatan elekronik dan saluran gas.
  • Tutup pintu dan jendela.
  • Bawa barang-barang yang berharga, obat-obatan tapi tetap seminimalis mungkin.

Demikian informasi yang bisa dibagikan dan semoga bermanfaat.

Celotehan Suami Istri (CSI): #14. Toilet Bocor!!!

Ini adalah minggu pertama Laura tinggal di Jepang tepatnya di Kota Kawasaki kelurahan Miyamae. Meskipun belum sampai seminggu tinggal di Jepang, bukan berarti ini pertama kalinya Laura ke Jepang. Dia sudah beberapa kali ke negara ini sebagai turis mengunjungi suami pada saat menjalani “Long Distance Marriage”. Ternyata menjadi turis dan “penduduk lokal” adalah dua hal … Continue reading “Celotehan Suami Istri (CSI): #14. Toilet Bocor!!!”

Dilema Musim Panas di Negeri Sakura

Sebagai orang Indonesia yang negaranya terletak di daerah tropis, suhu udara dengan rata-rata diatas 30 derajat Celcius adalah hal yang biasa dialami sepanjang tahun. Berdasarkan hal inilah, saya awalnya menganggap kalau musim panas di negeri Jepang adalah suatu hal yang biasa saja. Hingga akhirnya saya merasakan sendiri musim panas di Jepang sejak tahun 2013 hingga saat ini.

Musim panas di Jepang (Tokyo dan sekitarnya) biasanya datang sesaat setelah selesai musim hujan. Pada umumnya mulai dari bulan Juli hingga akhir Agustus atau awal September. Anehnya, saya merasa musim panas tahun 2020 baru mulai awal Agustus ini.

Ada beberapa hal yang menarik bagi saya selama menjalani musim panas di Jepang.

1. Anggapan orang Indonesia tahan udara panas.

Insting bertahan hidup saya akan muncul begitu musim panas mulai datang yaitu menyalakan AC dan mengatur suhu di angka 23- 25 derajat Celcius. Ketika bekerja di Indonesia, bahkan suhu ruangan di kantor bisa diangka 20 derajat.

Hal ini menimbulkan pertanyaan dari beberapa teman Jepang

TJ : Loh, Indonesia bukannya negara tropis dan suhu udaranya diatas 30 derajat ya?

I: Betul sekali, suhu di luar diatas 30an tapi di ruangan biasa kita nyalakan AC dengan suhu sekitar 23 derajat. Bahkan saya kalau tidur suhu AC nya diatur ke 19 derajat.

TJ: Hahhhh??? (Kaget dan Heran)

2. Hemat listrik

Salah satu budaya yang membuat saya salut dari negara ini adalah hemat listrik. Pada tahun 2013 ketika saya bersekolah di Tokyo Institute of Technology, akan ada terdengar bunyi alarm apabila konsumsi listrik melebihi batas maksimum. Ketika alarm ini berbunyi, maka wajib mematikan perangkat elektronik salah satunya AC selama 1 jam. Berdasarkan informasi yang saya terima, saat itu Jepang sedang berusaha mencukupkan kebutuhan listriknya setelah semua PLTN di non-aktifkan akibat peristiwa Fukushima.

Di tempat saya bekerja dan mungkin di kantor-kantor lainnya, akan ada stiker di sekitar AC yang menunjukkan batas minimum dan maksimum penggunaan suhu AC pada musim panas maupun musim dingin.

Terkadang perlu tambahan kipas angin disekitar anda untuk membuat daerah anda bekerja lebih nyaman karena suhu AC yang digunakan tidak cukup untuk mendinginkan ruangan tersebut.

3. Kelembapan Udara Tinggi

Tingkat kelembapan udara sewaktu musim panas di Tokyo sangatlah tinggi. Hal ini membuat udara terasa gerah (sumuk). Saya adalah tipekal orang yang mudah berkeringat, sehingga berjalan dari lab ke kantin yang berjarak 300 meter saja bisa membuat baju basah kuyup. Pakaian ganti, deodoran, alat mandi dan parfum adalah hal wajib yang selalu dibawa di dalam tas atau disimpan di loker kerja selama musim panas.

4. Aroma keringat di dalam kereta

Salah satu tanda dimulainya musim panas adalah aroma keringat yang sangat kuat terasa di dalam kereta. Aroma ini bisa dirasakan di dalam kereta terutama pada jam-jam sibuk. Bagi anda yang tidak kuat dengan aroma kuat dan menyengat, silahkan mempersiapkan diri dengan hal-hal yang dapat membantu menikmati perjalanan anda selama berada di dalam kereta.

Nasi telah menjadi sereal

Beberapa hari ini kepikiran dengan menu sarapan yang jauh berubah ketika tinggal di Indoneisa. Sewaktu menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di Jogja, sarapan dengan menu complit (nasi+sayur+lauk) adalah suatu kewajiban yang harus dilaksanakan sebelum memulai aktifitas perkuliahan. Kalau ada kuliah pagi, setidaknya sebungkus roti yang dijual di warung dekat kosan harus dimakan untuk memperoleh energi selama … Continue reading “Nasi telah menjadi sereal”

Celotehan Suami Istri (CSI): #13. Gak bisa lewat sepedaku….

Sudah lama rasanya tidak menuliskan cerita seri tentang celotehan kecil ala suami istri. Kali ini menceritakan celotehan antara sepasang suami istri pada saat sedang bersepeda bersama Henokh. Laura (L), Irwan (I), Henokh (H) I: Ayo siap-siap…sepedaan jam 10 aja ya biar gak panas kali di jalan nanti. L: Ok… Henokh siap-siap, ambil kaus kakimu nak … Continue reading “Celotehan Suami Istri (CSI): #13. Gak bisa lewat sepedaku….”

Reksadana Pendapatan Tetap dan Reksadana Saham

Pada tulisan sebelumnya (Berinvestasi Rp.100.000 di Reksa Dana.), sudah diberikan pengertian secara sederhana tentang Reksadana serta jenis-jenis Reksadana.

Tulisan ini akan mencoba menggambarkan secara sederhana mengenai dua jenis Reksadana, yaitu Reksadana Pendapatan Tetap (RPT) dan Reksadana Saham (RS). Kedua jenis Reksadana tersebut akan dijelaskan secara sederhana berdasarkan pengalaman penulis berinvestasi di instrumen tersebut.

Bagi saya, ada dua alasan utama dalam memilih kedua jenis Reksadana tersebut:

  1. Tujuan Investasi.
  2. Faktor Resiko.

Saya akan menjabarkan secara singkat dan sederhana mengenai kedua alasan tersebut.

1. Tujuan Investasi

Saat ini, saya membagi tujuan investasi ke dalam dua katagori yaitu: Jangka Panjang dan Jangka Pendek.

Untuk investasi jangka panjang seperti Dana Pensiun (silahkan baca disini: Perlu gak ya Dana Pensiun?) maka Reksadana Saham adalah pilihan yang menurut saya sesuai dalam mencapai tujuan tersebut. Menurut saya (bisa juga salah ya..), untuk dana pensiun yang bagi saya masih tergolong jangka panjang, maka investasi di Reksadana Saham akan memberikan return (nilai pengembangan) yang lebih tinggi dibandingkan dengan Reksadana Pendapatan Tetap.

Sedangkan investasi jangka pendek seperti Dana Darurat, Dana Pendidikan Anak (PAUD, TK) maka Reksadana Pendapatan Tetap adalah pilihan yang sesuai bagi saya. Walaupun return yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan Reksadana Saham, tetapi lebih aman secara resiko karena saya sifatnya tadi yang jangka pendek (1-2 tahun).

“Setiap orang punya pilihan yang berbeda-beda sesuai dengan tujuan masing-masing”

2. Faktor Resiko

“High Risk High Return, Low Risk Low Return”

Ada hal yang paling mendasar yang perlu diketahui dalam berinvestasi: Setiap jenis investasi selalu punya resiko masing-masing.

Berdasarkan informasi yang bisa didapat melalui internet, buku, teman, dsb maka Reksadana Pendapatan Tetap adalah salah satu jenis reksadana yang mempunyai tingkat resiko yang lebih rendah dibandingkan dengan Reksadana Saham. Sehingga, pada umumnya hasil pengembangan Reksadana Pendapatan Tetap lebih kecil dibandingkan dengan Reksadana Saham.

Reksadana Saham mempunyai resiko tinggi karena jenis investasi ini bermain di saham yang nilainya bergerak secara dinamis. Contohnya: Nilai per lembar saham Perusahaan A pada hari Senin jam 10 pagi bisa berbeda dengan jam 2 siang di hari yang sama.

Karena sifatnya yang sangat dinamis, maka bagi saya kurang cocok untuk digunakan sebagai instrumen investasi dalam jangka pendek. Hal ini bisa dilihat secara nyata di tahun 2020.

Pengalaman Pribadi

Saya akan memberikan sedikit gambaran mengenai kondisi investasi yang saya miliki terutama di tahun 2020, tahun yang penuh dengan gejolak ekonomi salah satunya akibat pandemi COVID-19.

Gambar 1. Investasi di Reksadana Penghasilan Tetap (RPT) selama periode Feb – Juli 2020.
Gambar 2. Investasi di Reksadana Saham (RS) periode Feb – Juli 2020.

Gambar 1 memperlihatkan grafik investasi pada RPT periode Feb-Juli 2020. Dari grafik tersebut bisa dilihat meskipun ada penurunan pada bulan Maret (efek COVID-19) tapi secara keseluruhan nilai investasi saya dibulan April sudah bisa menutupi kerugian di bulan Maret. Bahkan secara keseluruhan pengembangan investasi saya di RPT bernilai positif.

Gambar 2 memperilihatkan grafik investasi pada RS periode Feb-Juli 2020. Investasi saya sejak bulan Feb dan Maret sudah bernilai negatif. Bahkan, di bulan Maret terlihat penurunan yang cukup signifikan. Meskipun demikan, sudah ada tanda-tanda perbaikan dari bulan April hingga Juli. Akan tetapi, secara keseluruhan nilai investasi saya pada periode Feb- Juli 2020 masih negatif. (Semoga di bulan-bulan selanjutnya ekonomi semakin membaik sehingga investasinya bisa bernilai positif).

Bagi saya yang meletakkan dana darurat pada instrumen reksadana yang mempunyai resiko rendah cukup membantu pikiran dan ketenangan jiwa karena tidak begitu khawatir dengan pergolakan ekonomi seperti yang terjadi saat ini.

Sedangkan untuk dana pensiun yang masih bersifat jangka panjang, maka saya juga tidak begitu khawatir dengan fluktuasi yang terjadi pada bulan Maret kemarin, meskipun nilainya turun tapi karena tujuan jangka panjang maka saya percaya bahwa nilainya akan naik kembali.

Semoga tulisannya bisa bermanfaat ya.

Hoaks, tidak kenal latar belakang pendidikan!!!

Pasti kita sudah sering dengan kata HOAKS. Secara sederhana Hoaks dapat diartikan sebagai berita atau informasi bohong. Seperti yang sudah kita ketahui, setiap perkembangan teknologi pasti akan memberikan dampak positif dan negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah penyebaran berita hoaks yang semakin menjamur. Salah satu alat penyebarannya adalah melalui media sosial. Penyebaran berita Hoaks ini … Continue reading “Hoaks, tidak kenal latar belakang pendidikan!!!”

Dimanakah Reaktor Nuklirnya berada?

Sebelumnya di: Ada apa dengan Cesium-137??? Pada tulisan tersebut saya menuliskan “Reaksi fisi nuklir terjadi di dalam reaktor nuklir”. Pendahuluan Mungkin sudah banyak dari kita yang sering melihat baik melalui film, berita, maupun media massa gambar-gambar yang berhubungan dengan nuklir khususnya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Nah, ada yang menarik perhatian saya selama ini. Dari gambar-gambar … Continue reading “Dimanakah Reaktor Nuklirnya berada?”

Terbang bersama Henokh: Tokyo-Jogja

Musim Panas 2019 Liburan musim panas ini, kami memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Tantangan utamanya adalah membawa Henokh yang masih berusia sekitar 4 bulan. Bukan perkara mudah apalagi tidak ada pesawat langsung dari Tokyo menuju ke Jogja. Mencari maskapai penerbangan Beberapa kriteria kami ketika mencari maskapai penerbangan: Pesawat malam. Asumsi kami, Henokh nantinya bisa tidur … Continue reading “Terbang bersama Henokh: Tokyo-Jogja”

30 Menit Bersama Henokh.

Hampir selalu di setiap siang atau sore, mami Henokh menelepon dan berkata ” Nanti sore, kami mau main ke taman. Mau nyusul gak? Dan hampir selalu jawaban saya ” OK. Sekitar jam 6an ya.”

Kalau dipikir-dipikir, waktu yang saya berikan bermain bersama Henokh sepulang kerja hanya sekitar 30 menit. Dimana setelah pulang dari lab sekitar jam 6 sore, saya langsung mengayuh sepeda menuju taman dan bermain bersama Henokh hingga jam 7.

30 menit yang berharga

Hal pertama yang sering saya lakukan ketika sudah sampai di taman adalah membunyikan bel sepeda sambil memanggil “Henokh…Henokh…” sambil menuju parkiran sepeda. Kebahagian yang utama adalah Henokh yang segera berlari kecil menuju parkiran sambil senyum atau teriak-teriak memanggil ” Papa…Papa..Papa”

Biasanya Maminya ditinggal atau dicuekin. Hal ini kadang bisa buat maminya cemburu. Hahaha

Hal yang biasa kami lakukan di taman adalah melihat gerombolan burung di udara yang terbang atau anjing yang sedang berjalan bersama dengan majikannya. Setelah sejenak berdiri menikmati suasana tersebut, lalu Henokh pun berlari menuju pelosotan favoritnya.

Taman bermain favorit Henokh karena dekat rumah.

Sambil dia berlari menuju ke pelosotan, maminya bercerita kalau Henokh sudah bisa naik tangga sendiri dan mau memilih pelosotan yang lebih tinggi. Selain itu, maminya biasanya menceritakan setiap perkembangan dan tingkah laku Henokh sepanjang hari. Tentu saja tidak lupa dengan kejailan-kejailan Henokh yang sering ngerjain maminya. Hahaha

Kami pun menemani Henokh bermain pelosotan atau sekedar naik turun wahana bermain lainnya. Dan tidak terasa langit mulai gelap dan jam sudah menunjukkan pukul 7 malam.

Terjatuh sewaktu mau mendaki salah satu wahana bermain.

30 menit adalah waktu yang singkat. Tinggal bagaimana memanfaatkannya dengan baik. Saya memilih menghabiskan 30 menit tersebut dengan keluarga kecil di Desa Tokai.

Henokh sedang unjuk kebolehan menaiki salah satu wahana bermain. (Dok. Pribadi)

Sabtu Ceria di Desa Nuklir (2)

Bersepeda di jalanan Desa Tokai adalah salah satu hal yang menyenangkan dilakukan setiap hari. Hari Sabtu itu adalah kesempatan yang tak akan kami lewatkan untuk bersepeda berkeliling desa. Tujuan kami adalah membawa Henokh ke pantai yang ada di belakang tempat saya bekerja. Di musim hujan seperti ini, ada baiknya untuk mengecek ramalan cuaca sebelum memutuskan … Continue reading “Sabtu Ceria di Desa Nuklir (2)”

Celotehan Suami Istri (CSI): #2. Henokh mau punya adek?

Sebelumnya di: Celotehan Suami Istri (CSI) : #1. Saham Anjlok, Uang jajan hilang. Kembali lagi dengan percakapan sepasang suami istri di meja makan. Cuaca dan suhu udara di Desa Tokai memasuki bulan April ini sangatlah bagus untuk menikmati matahari di luar. Beruntungnya ada taman bermain kecil yang terletak tepat disebalah apartemen. Jadi, bisa mengajak Henokh bermain … Continue reading “Celotehan Suami Istri (CSI): #2. Henokh mau punya adek?”

“One Day Trip” ke Oarai-machi

Jepang adalah salah satu negara yang sangat menarik untuk didatangi baik sekedar berwisata, menuntut ilmu atau bahkan bekerja. Untuk wisata tentunya kota-kota besar seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka masih menjadi primadona banyak orang. Kali ini saya tidak akan menulis salah satu dari kota-kota primadona para wisatawan tersebut. Mari kita melihat salah satu kota kecil yang … Continue reading ““One Day Trip” ke Oarai-machi”

Sabtu Ceria di Desa Nuklir (2)

Bersepeda di jalanan Desa Tokai adalah salah satu hal yang menyenangkan dilakukan setiap hari. Hari Sabtu itu adalah kesempatan yang tak akan kami lewatkan untuk bersepeda berkeliling desa. Tujuan kami adalah membawa Henokh ke pantai yang ada di belakang tempat saya bekerja.

Di musim hujan seperti ini, ada baiknya untuk mengecek ramalan cuaca sebelum memutuskan untuk pergi ke suatu tempat. Berdasarkan informasi ramalan cuaca tersebut, cuaca mendung akan menghiasi desa Tokai dari pagi hingga sore hari. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk pergi dari pagi hingga siang hari. Kebetulan juga ada kegiatan lain yang harus dihadiri di sore harinya secara online.

Jalanan dari rumah menuju ke pantai cukup sepi sehingga kami bisa bersepeda dengan santai dan menikmati pemandangan sekitar. Sekitar 1 km sebelum pantai, kami harus menempuh jalan yang sedikit off road dan jalanan setapak. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan ke pantai karena roda sepeda yang tidak bisa (tidak aman) melanjutkan perjalanan. Pilihan lainnya adalah kami harus memarkirkan sepeda dan berjalan kaki ke pantai. Pilihan ini tidak kami ambil mengingat waktu yang dibutuhkan akan lebih lama dan kami ada kegiatan lain di sore harinya.

Kami pun memutar balik arah sepeda kami hingga kami sadar kalau disekitar daerah tersbut adalah taman terbesar di Desa Tokai, ‘Akogigaura Park’.

Kami pun memutuskan untuk membawa Henokh bermain di taman tersebut. Hari ini adalah hari pertama bagi kami bertiga untuk bermain di taman tersebut.

MENAKJUBKAN…!!!!!

Tidak sabar kami mengayuh sepeda ke Akogigaura Park. Dari simpang jalan hingga ke arah taman bermain anak, kami disuguhi dengan pohon sakura yang akan sangat indah apabila dilalui pada saat bunga sakura sedang mekar-mekarnya. Hingga kami disuguhkan oleh taman bermain yang sangat menakjubkan untuk ukuran sebuah desa.

Ini adalah taman bermain terbesar dan terlengkap yang ada di Desa Tokai. Taman bermain ini bisa dinikmati dari anak usia 1 -12 tahun. Ada terdapat berbagai jenis permainan yang bisa dinikmati oleh anak sesuai usianya. Karena ini pertama kalinya kami datang ke taman ini, saya dan istri sampai tidak bisa berkata- kata melihat bagaimana Desa Tokai menyediakan berbagai fasilitas untuk warganya.

“Wajib datang ke taman Akogigaura lagi..!!!”

Henokh pun tidak sabar untuk segera turun dari sepeda dan setengah berlari menuju permainan favoritnya, “Pelosotan”. Dia berlari kesana kemari setelah mencoba beberapa permainan. Selain itu, sifat bersahabatnya di tunjukkan dengan menghampiri anak-anak yang seusianya atau diatasnya untuk diajak berkomunikasi atau bermain.

Saya dan istri pun tidak tahu bahasa apa yang dipakai Henokh ketika berbicara dengan anak bayi lainnya. Yang ada, kami melempar senyum kepada orangtua yang anaknya sedang diajak Henokh bermain.

Tidak terasa satu jam sudah terlewatkan karena menikmati beragam permainan di taman. Kami pun harus kembali pulang mengingat jam makan siang Henokh yang sudah lewat.

Membuat Memori

Bagi saya sendiri, hal sederhana seperti ini adalah momen dimana saya membuat memori menikmati kebersamaan bersama keluarga kecil di desa ini.

Akan jadi memori yang tidak akan terlupakan tentunya bagi saya dan istri. Sedangkan tulisan ini menjadi memori bagi Henokh nantinya ketika dia sudah besar bahwa banyak hal-hal seru yang dilalui bersama selama tinggal di Desa Tokai bersama kedua orangtuanya.

Foto sebagai pemanis

Berikut ini beberapa foto di taman bermain “Akogigaura Park”

Wahana bermain anak-anak. (Dok. pribadi)
Pelosotan adalah salah satu wahana favorit anak-anak.
Papan informasi wahana yang ada di Akogigaura Park.
Yuk baca tata tertib bermain di taman.

“One Day Trip” Air Terjun Fukuroda

Kegiatan lain yang kami lakukan pada musim panas tahun ini adalah mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di Ibaraki, Fukuroda Waterfall (Air Terjun Fukuroda). Air terjun Fukuroda terletak di kota Daigo, Prefektur Ibaraki dan berjarak sekitar 50 km dari Desa Tokai. Berdasarkan info dari Fukuroda Falls Travel Guide, air terjun termasuk ke dalam tiga besar … Continue reading ““One Day Trip” Air Terjun Fukuroda”

“One Day Trip” Oarai Sun Beach

Pada seri cerita “One Day Trip”, saya sudah pernah menceritakan mengenai kota Oarai. Salah satu kota kocil yang terletak di Prefektur Ibaraki. (Silakan baca di: “One Day Trip” ke Oarai-machi). Seperti di tulisan sebelumnya, sepertinya satu hari tidaklah cukup untuk menikmati keindahan kota Oarai. Banyak hal yang bisa ditemukan di kota kecil ini dan salah satu … Continue reading ““One Day Trip” Oarai Sun Beach”

Apato 1945 di Tokyo

Selama kurang lebih 8 tahun tinggal di Jepang, saya sudah beberapa pindah kos-kosan. Di Jepang sendiri, istilah kos-kosan ini lebih dikenal dengan nama “APATO”. Mahasiswa asing yang baru pertama kali datang ke Jepang, biasanya akan tinggal di asrama kampus selama maksimal satu tahun. Selanjutnya, mahasiswa tersebut harus mencari tempat tinggal sendiri. Setelah satu tahun tinggal … Continue reading “Apato 1945 di Tokyo”

Menukar SIM Indonesia ke SIM Jepang

Ketika berbicara tentang Jepang, pasti tidak lepas dari sistem transportasi yang sangat bagus. Ketika saya tinggal di Tokyo selama 5 tahun lebih, terlihat bahwa sistem transportasi umum sudah sangat bagus dan terintegrasi. Transportasi umum yang paling sering saya gunakan (hampir 99%) adalah kereta. Bahkan selama tinggal di Tokyo, tidak terpikir sedikitpun untuk mempunyai SIM (Surat Ijin Mengemudi) Jepang. Salah satu alasan utama dibenak saya adalah untuk apa lelah mengendarai mobil jika bisa duduk santai dan nyaman di dalam kereta yang bisa mengantarkan ke tempat lain dengan lebih cepat.

Selain itu, mempunyai mobil di Jepang khususnya di Tokyo membutuhkan biaya yang cukup besar khususnya untuk parkir. Salah satu syarat yang dibutuhkan adalah menunjukkan tempat parkir mobil anda. Hal ini untuk membuktikan kalau mobil tersebut punya “tempat tinggal” bukan di parkir sembarangan apalagi diparkir depan rumah orang lain.

Namun, kondisi tersebut ternyata cukup berbeda ketika saya mulai tinggal di Desa Tokai. Hampir setiap orang baik itu di Desa Tokai dan sekitarnya mempunyai mobil. Ternyata, meskipun ada akses kereta maupun bus tetapi frekuensinya tidak sebanyak di Tokyo.

Saya ambil contoh, untuk bisa mengunjungi kota Mito yang berjarak sekitar 15 km dari Desa Tokai, bisa ditempuh dengan menggunakan kereta. Akan tetapi, hanya ada 2 jadwal keberangkatan kereta setiap jamnya. Hal ini menyebabkan apabila anda telat, maka anda wajib menunggu kereta selanjutnya sekitar 30 menit. Sedangkan untuk rute bus hanya untuk di dalam Desa Tokai dan yang paling jauh adalah ke tempat wisata Hitachi Seaside Park di kota Hitachinaka yang berjarak 15 km dari Tokai. Jadwal keberangkatan bus pun sangat terbatas hanya ada 4 kali sehari untuk rute menuju Hitachi Seaside Park.

Dengan demikian, mempunyai SIM Jepang di daerah pedesaan ataupun ketika tinggal di luar kota-kota besar seperti Tokyo, Yokohama, Osaka, dll adalah suatu keharusan.

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah menceritakan bagaimana cara memperoleh SIM Jepang dengan mengikuti kursus mengemudi di Jepang. Tapi tentu saja biaya yang dibutuhkan cukup besar.

Cara lain untuk mendapatkan SIM Jepang adalah dengan menukarkan SIM Indonesia yang kita punya. Berikut penjelasan singkat mengenai bagaimana cara menukar SIM Indonesia.

1. Terjemahkan SIM Indonesia

Hal yang paling pertama adalah menterjemahkan SIM A Indonesia yang anda miliki di JAF (Japan Automobile Federation).

2. Masa Berlaku

Pastikan SIM A Indonesia yang anda punya masih berlaku. Apabila masa berlaku SIM A anda kurang dari satu tahun, ada baiknya melakukan perpanjangan terlebih dahulu (bisa gak ya?) karena mengikuti tes tulis dan praktek di Jepang cukup sulit.

Pengalaman kami di Desa Tokai (Prefektur Ibaraki), ketika gagal ujian praktek maka dibutuhkan waktu sekitar 3 (tiga) bulan untuk mengikuti ujian praktek selanjutnya.

3. 90 hari di Indonesia

Apabila anda baru pertama kali mempunyai SIM A, maka pastikan anda berada minimal 90 hari di Indonesia sebelum berangkat ke Jepang. Apabila kurang dari 90 hari, maka anda tidak diperbolehkan untuk mengikuti ujian pergantian SIM.

Contoh: SIM A Indonesia dikeluarkan tanggal 20 Mei 2020. Anda ke Jepang tanggal 20 Juni 2020. Datang ke Unten Menkyo Center (tempat ujian SIM) tanggal 20 Oktober 2020. Meskipun tanggal dikeluarkan SIM anda dengan rencana ujian sudah lebih dari 90 hari, tetapi perhitungan 90 hari dimulai dari tanggal dikeluarkan SIM sampai tanggal keberangkatan anda ke Jepang (petugas akan melakukan pengecekan paspor untuk melihat kapan anda tiba di Jepang).

Bagi anda yang statusnya pekerja atau mahasiswa yang baru tiba di Jepang dengan SIM Indonesia yang berusia kurang dari 90 hari, sebenarnya 90 hari bukan berarti anda harus cuti selama 90 hari berturut-turut. Tetapi, 90 hari ini bisa dicicil. Misalnya tahun ini anda pulang 30 hari, tahun depan pulang 30 hari lagi. Dengan demikian anda sudah tercatat 60 hari tinggal di Indonesia semenjak SIM A anda dikeluarkan oleh pihak berwajib.

4. SIM A di Indonesia baru diperpanjang

Ada kalanya SIM A kita baru saja diperpanjang masa berlakunya dan kita tiba di Jepang kurang dari 90 hari sejak SIM A yang baru diperpanjang tersebut dikeluarkan oleh pihak berwajib.

Dalam kasus ini ada 2 kemungkinan. Pertama, apabila nomor SIM A baru tersebut sama dengan SIM A yang lama. Maka anda bisa memberikan penjelasan kepada petugas kalau anda bukan orang yang baru pertama kali punya SIM A (Tentunya sertakan dokumen yang memperkuat argumen anda). Kedua, kalau nomor SIM A baru tersebut berbeda dengan SIM A yang lama, maka kembali kepada proses NO. 3.

Berdasarkan pengalaman beberapa teman yang di Ibaraki, kemungkinan besar petugas di Unten Menkyo Center tidak menerima penjelasan dari kemungkinan yang pertama. Sehingga anda harus pulang ke Indonesia dulu untuk dapat memenuhi syarat 90 hari berada di Indonesia.

5. Ujian Tulis

Bagi mereka yang lulus syarat 90 hari, maka bisa langsung mengikuti Ujian Tulis pada hari tersebut. Ujian tulis ini tersedia dalam Bahasa Jepang maupun Bahasa Inggris.(Saya kurang tahu apakah ada dalam Bahasa Mandarin, Korea , dll).

Apabila lulus, anda boleh langsung mengikuti ujian praktek pada hari yang sama. Pada saat anda lulus ujian tulis, akan diberikan sertifikat kelulusan ujian tulis. Sertifikat ini berlaku hanya 6 bulan.

Apabila belum lulus, anda bisa datang lagi di lain waktu untuk melaksanakan ujian tulis lagi.

6. Ujian Praktek.

Apabila lulus ujian tulis, maka bisa langsung mengikuti ujian praktek di hari yang sama. Ujian Praktek adalah ujian terberat dalam pengambilan SIM di Jepang. (Pastikan anda membaca banyak buku, menonton video di Youtube, dll).

Apabila lulus, maka SIM Jepang anda akan dikeluarkan pada hari itu juga.

Apabila belum lulus, maka anda harus menuju bagian administrasi untuk melakukan penjadwalan ulang ujian praktek yang kemungkinan besar jadwal tercepatnya adalah sekitar 3 bulan dari hari kegagalan tersebut.

Apabila anda masih gagal dalam ujian prakek walaupun sudah mencoba berkali-kali. Hal ini berpengaruh terhadap masa berlaku sertifikat ujian tulis anda. Ketika sudah lewat 6 bulan dan anda belum berhasil lulus ujian praktek, maka anda wajib mengikuti ujian tulis lagi.

Demikian penjelasan singkat mengenai cara menukar SIM Indonesia menjadi SIM Jepang.

Mudahnya Pencairan Asuransi Jiwa Henokh di Jepang.

Dua hari setelah kejadian The Accident, dimana keadaan Henokh sudah membaik dan luka di kening sudah mulai kering maka saya teringat kalau Henokh mengikuti program Asuransi Jiwa di Jepang. Asuransi Jiwa ini berbeda dengan asuransi kesehatan. Saat itu, saya hanya ingin mencoba apakah Asuransi Jiwa tersebut bisa mengcover kecelakaan yang dialami Henokh. Dengan bantuan dari … Continue reading “Mudahnya Pencairan Asuransi Jiwa Henokh di Jepang.”

The Accident

Rencana untuk bermain ke pantai di Hari Sabtu pun terpaksa batal terlaksana karena hujan turun sepanjang hari. Hal ini membuat kami bertiga hanya diam di rumah dan bermalas-malasan sambil berharap kepada ramalan cuaca yang memperlihatkan kalau hujan akan berhenti di sore hari. 15:00 JST Hujannya berhenti…!!! Ayo bersiap-siap..!!! Hujan di luar sudah reda, tetapi awan … Continue reading “The Accident”

Kembang Api Musim Panas di Jepang

Pada tulisan sebelumnya, saya memaparkan secara singkat mengenai Dilema musim panas di Jepang. Suhu udara yang tinggi ditambah dengan kelembapan udara yang cukup tinggi menghasilkan kombinasi yang membuat saya tidak kuat berlama-lama beraktifitas di luar ruangan. Disisi lain, festival kembang api (Hanabi 花火) adalah acara tahunan yang diadakan hampir setiap akhir pekan pada bulan Agustus di … Continue reading “Kembang Api Musim Panas di Jepang”

Loading…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Berinvestasi Rp.100.000 di Reksa Dana.

Bagi sebagian besar orang, pasti sudah mengenal dan mengetahui apa yang dimaksud dengan Reksa Dana serta bagaimana cara bekerja dan lain sebagainya. Tapi, tidak dipungkiri bahwa masih banyak juga yang belum mengenal atau mengetahuinya. Saya termasuk kedalam katogori kedua, yaitu belum mengenal apa itu Reksa Dana.

Latar belakang pendidikan saya yang berasal dari Teknik Nuklir hingga pekerjaan yang masih berkaitan dengan dunia kenukliran, sedikit banyak mempengaruhi hal tersebut. Saya masih sangat awam dengan yang namanya investasi. Kalau ditanya tentang investasi, pastilah saat itu jawaban saya hanya emas, tanah, rumah, dll. Suatu konsep yang membuat investasi itu terasa sangat mahal dan berat.

Rasa ketertarikan saya terhadap dunia investasi mulai muncul pada saat istri sibuk mengutak atik perangkat elektronik untuk melihat perkembangan saham yang dimilikinya. Tapi, penjelasan istri dan cara menjelaskan dengan bahasa yang ‘tinggi’ kadang kala membuat orang awam seperti saya cukup bingung.

Hal ini jugalah yang sering saya rasakan ketika berbicara tentang reaktor nuklir (PLTN) kepada orang awam.

Penting untuk mengetahui siapa lawan bicara kita sehingga bisa menyesuaikan dengan bahasa yang mudah dipahami.”

Dengan rasa penasaran tersebut, akhirnya saya mulai mencari informasi melalui bantuan google maupun youtube untuk memperlajari tentang dunia investasi dalam hal ini Reksa Dana. Ada penjelasan yang mudah dimengerti tetapi ada juga penjelasan yang sulit untuk dipahami.

Tulisan ini bertujuan sebagai pengingat bagi saya tentang apa yang saya ketahui tentang Reksa Dana dan bagaimana saya memulai berinvestasi di Reksa Dana.

1. Apa itu Reksa Dana?

Pengertian Reksa Dana menurut UU Pasar Modal No 8 tahun 1955 pasal 1 ayat 27 adalah suatu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan dalam bentuk portopolio efek oleh Manajer Investasi (MI) yang sudah mendapat izin dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam).

Saat ini Bapepam sudah berganti nama menjadi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pengertian sederhanya adalah kita memberikan uang kepada Manajer Investasi untuk dikelolah sedemikian rupa dengan tujuan uang yang kita berikan tersebut akan bertambah dalam periode waktu tertentu.

2. Jenis-jenis Reksa Dana

Secara umum, ada 4 (empat) jenis Reksa Dana, yaitu:

  1. Reksa Dana Pasar Uang.
  2. Reksa Dana Pendapatan Tetap.
  3. Reksa Dana Saham.
  4. Reksa Dana Campuran.

Keempat jenis Reksa Dana tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kita harus mengetahui profil singkat dari keempatnya sebelum memutuskan ingin menginvestasikan uang tersebut.

  • Reksa Dana Pasar Uang. Pada jenis ini, uang kita akan diinvestasikan di produk pasar uang yang mempunyai resiko rendah, seperti: deposito. Tentu saja dengan resiko yang rendah, maka pertumbuhan investasinya juga rendah.
  • Reksa Dana Pendapatan Tetap. Jenis ini juga mempuyai profil resiko yang sedikit lebih besar di bandingkan Reksa Dana Pasar Uang. Dengan profil yang demikian, tentu saja pertumbuhan investasinya lebih baik dari Reksa Dana Pasar Uang. Biasanya dana yang kita miliki akan diinvestasikan pada obligasi.
  • Reksa Dana Saham. Jenis ini memiliki resiko yang paling tinggi. Tetapi sebanding dengan keuntungan yang diterima nantinya. Berdasarkan informasi yang saya baca, jenis investasi ini cocok untuk mereka yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu yang panjang. Seperti namanya, Reksa Dana ini akan menginvestasikan sebagain besar uang yang kita miliki di saham.
  • Reksa Dana Campuran. Jenis ini merupakan campuran dari ketiga jenis reksa dana diatas.

Sebelum memulai investasi di Reksa Dana, maka kita perlu mengetahui apa yang menjadi tujuan kita dalam berinvestasi. Hal ini tentunya berguna untuk menentukan jenis reksa dana mana yang akan dipilih.

Perlu diingat bahwa yang namanya investasi apapun, selalu ada resiko didalamnya.

3. Investasi Rp.100.000

Sebagai pemula tentu saja saya tidak berani mengambil resiko yang tinggi dalam memulai sebuah investasi.

Lebih baik saya memulai dari modal yang kecil sambil terus mempelajari dunia investasi. Tentunya saya paham dengan modal Rp.100.000, tidak mungkin saya mengharapkan hasil investasinya yang bernilai WOW misalnya dalam periode 1 tahun.

Tapi melalui Reksa Dana, mengubah pola pikir saya dahulu yang hanya berpikir bahwa investasi itu hanya berupa tanah, rumah, emas (investasi berbentuk fisik).

Gambar dibawah ini adalah salah satu investasi saya di Reksa Dana Pendapatan Tetap dengan modal Rp.100.000. Sekitar 2 minggu sejak saya menanamkan modal, sudah terjadi pertumbuhan sebesar 0.19%.

Pertumbuhan reksa dana pendapatan tetap dengan modal awal Rp.100.000

Ternyata bisa loh kita berinvestasi meskipun hanya bermodalkan Rp.100.000. Bahkan di beberapa video yang saya lihat, ada yang bilang kalau bisa dimulai dari Rp.10.000.

4. Keuntungan Berinvestasi di Reksa Dana

Berbicara tentang untung dan rugi, tentunya setiap orang punya pendapatnya masing-masing. Salah satu keuntungan menurut saya berinvestasi di Reksa Dana adalah tidak perlu repot-repot memantau pergerakan saham atau sejenisnya setiap saat. Hal ini karena uang yang kita investasikan sudah dikelolah oleh Manajer Investasi. Oleh karena itu, berinvestasi di Reksa Dana sangat cocok bagi orang pemula seperti saya yang tidak punya banyak waktu untuk memantau setiap saat.

Penting gak ya ikut Asuransi Jiwa di Jepang ?

Tulisan ini akan memuat opini penulis mengenai penting atau tidaknya mengikuti asuransi jiwa di Jepang. Penting atau tidaknya asuransi jiwa ini akan tergantung kepada masing-masing orang. Disini penulis berusaha menjabarkan mengenai asuransi jiwa menurut pemahaman penulis. Latar Belakang Di akhir tahun 2019, semua pegawai di kantor wajib melakukan deklarasi ulang mengenai jumlah pendapatan maupun tanggungan … Continue reading “Penting gak ya ikut Asuransi Jiwa di Jepang ?”

Pengalaman Tinggal di Desa Tokai Jepang (5)

Tokaimura Welfare Center “KIZUNA” Setelah di cerita sebelumnya, saya telah berbagi beberapa fasilitas olahraga yang pernah saya gunakan selama tinggal di Desa Tokai, kali ini saya mau membagikan salah satu fasilitas yang kami manfaatkan sejak masa kehamilan istri hingga saat ini. Fasilitas tersebut adalah Tokaimura Welfare Center ‘Kizuna’. Hal pertama yang perlu dilakukan setelah mengetahui … Continue reading “Pengalaman Tinggal di Desa Tokai Jepang (5)”

Mahalnya belajar mengemudi di Jepang.

Beda negara beda pula aturan yang berlaku. Untuk urusan mengemudi, di Jepang punya aturan yang jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia.

Pada umumnya, mereka yang hendak belajar mengemudi untuk pertama kalinya harus mendaftarkan diri ke Driving School. Setahu saya, ini adalah satu-satunya cara bagi mereka yang baru mau belajar mengemudi. Berdasarkan obrolan dengan beberapa teman Jepang, hal tersebut memang sudah biasa. Akan tetapi, bagi warga asing khususnya Indonesia, biaya yang harus dikeluarkan untuk belajar mengemudi tersebut bisa terbilang cukup mahal. Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh situasi di Indonesia dimana masih “abu-abunya” antara peraturan dan praktek yang berlangsung.

Berdasarkan pengalaman saya mengikuti kursus mengemudi di Indonesia, pada dasarnya kursus ini hanya ditujukan agar siswa dapat mengemudi tanpa perlu memberikan teori mengenai keselamatan dalam mengemudi yang memadai. Hal paling mendasar adalah pengajar di tempat saya mengemudi tidak mengenakan sabuk pengaman selama mengemudi.

Walaupun sudah saya ingatin ‘Pak, sabuk pengamannya tolong dipakai’. Dan cuma dibalas dengan kalimat yang sudah sering kita dengar ‘Gak nyaman kalau dipakai’.

Hal ini cukup berbeda ketika mengikuti kursus mengemudi di Jepang. Hal pertama yang dilakukan adalah mengikuti teori-teori keselamatan dalam mengemudi, aturan lalu lintas, dll di dalam kelas. Selanjutnya harus mengikuti ujian teori terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam praktek mengemudi. Untuk praktek mengemudi sendiri, tidak langsung praktek di jalan raya, tapi praktek dilakukan didalam Driving School.

Setelah mengikuti beberapa rangkaian teori dan praktek yang diberikan oleh pihak Driving School dan dinyatakan lulus, barulah peserta mengikuti ujian pengambilan Surat Ijin Mengemudi (SIM) yang dilaksanakan di ‘Unten Menkyo Center’ yang ada di dekat daerah masing-masing.

Nah, berbagai macam rangkaian kegiatan tersebut membuat biaya belajar mengemudi di Jepang menjadi relatif mahal. Pada umumnya, total biaya yang dikeluarkan untuk belajar mengemudi sekitar ¥ 300.000 – 400.000.

List biaya mengemudi yang diadakan oleh salah satu Driving School di Jepang*.

Bagaimana dengan mereka yang sudah punya SIM Indonesia? Apakah harus ikut Driving School atau adakah cara lain untuk memperoleh SIM Jepang?

Nantikan di tulisan selanjutnya ya…

*https://www.koyama.co.jp/english/english_02_01.html

Dilema Musim Panas di Negeri Sakura

Sebagai orang Indonesia yang negaranya terletak di daerah tropis, suhu udara dengan rata-rata diatas 30 derajat Celcius adalah hal yang biasa dialami sepanjang tahun. Berdasarkan hal inilah, saya awalnya menganggap kalau musim panas di negeri Jepang adalah suatu hal yang biasa saja. Hingga akhirnya saya merasakan sendiri musim panas di Jepang sejak tahun 2013 hingga … Continue reading “Dilema Musim Panas di Negeri Sakura”

Reksadana Pendapatan Tetap dan Reksadana Saham

Pada tulisan sebelumnya (Berinvestasi Rp.100.000 di Reksa Dana.), sudah diberikan pengertian secara sederhana tentang Reksadana serta jenis-jenis Reksadana. Tulisan ini akan mencoba menggambarkan secara sederhana mengenai dua jenis Reksadana, yaitu Reksadana Pendapatan Tetap (RPT) dan Reksadana Saham (RS). Kedua jenis Reksadana tersebut akan dijelaskan secara sederhana berdasarkan pengalaman penulis berinvestasi di instrumen tersebut. Bagi saya, ada … Continue reading “Reksadana Pendapatan Tetap dan Reksadana Saham”

30 Menit Bersama Henokh.

Hampir selalu di setiap siang atau sore, mami Henokh menelepon dan berkata ” Nanti sore, kami mau main ke taman. Mau nyusul gak? Dan hampir selalu jawaban saya ” OK. Sekitar jam 6an ya.” Kalau dipikir-dipikir, waktu yang saya berikan bermain bersama Henokh sepulang kerja hanya sekitar 30 menit. Dimana setelah pulang dari lab sekitar … Continue reading “30 Menit Bersama Henokh.”

Loading…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.