Nasi telah menjadi sereal

Beberapa hari ini kepikiran dengan menu sarapan yang jauh berubah ketika tinggal di Indoneisa. Sewaktu menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di Jogja, sarapan dengan menu complit (nasi+sayur+lauk) adalah suatu kewajiban yang harus dilaksanakan sebelum memulai aktifitas perkuliahan.

Kalau ada kuliah pagi, setidaknya sebungkus roti yang dijual di warung dekat kosan harus dimakan untuk memperoleh energi selama mengikuti 3 sks perkuliahan. Lalu bisa dipastikan bahwa kantin adalah tempat yang dikunjungi untuk mengisi energi baru dengan menu complit lagi di sela istirahat antar mata kuliah.

Rasa-rasanya selalu ada yang kurang kalau sarapan tanpa nasi.

Hal yang sama pun berlanjut ketika bekerja di pedalaman Kalimantan. Nasi masih menjadi menu andalan untuk memperoleh energi sehingga bisa beraktifitas dengan baik.

Namun, hal yang berbeda terjadi ketika tinggal di Jepang.

Sarapan masih hal yang wajib dilakukan, akan tetapi menu complit bukan menjadi keharusan dalam memenuhi kebutuhan energi di pagi hari.

Dua buah roti tawar ditambah segelas susu sepertinya cukup untuk memberikan energi untuk bisa beraktifitas hingga siang hari sebelum masuk ke jam makan siang. Bahkan hampir dua tahun terakhir ini, sarapan dengan sereal (+/- 30 gram) yang dicampur kedalam segelas susu rasanya cukup memberikan energi hingga siang hari.

Padahal di Indonesia pun, saya pernah mencoba sarapan dengan menggunakan menu sereal dan susu tetapi tetap saja saya harus memakan menu complit agar saya bisa beraktifitas dengan normal hingga siang hari.

Hemmmm… apa yang membuat berbeda ya? Kira-kira ada yang mempunyai pengalaman yang sama gak ya?

Mengejar Cinta (1): Janji

Juni 2006 Bulan itu adalah perjalanan baru dalam hidup, dimana saya akan merantau ke Jogja untuk menempuh pendidikan tinggi di salah satu Universitas terbaik di negeri ini. Saya dan mama (dibaca: mamak)┬ápun berangkat dari Pekanbaru menuju Jogja. Banyak wejangan yang diberikan disepanjang perjalanan menuju Jogja, salah satunya adalah: “Jangan pacaran selama kuliah.” Maret 2010 Setelah … Continue reading Mengejar Cinta (1): Janji

Mau bekerja di Jepang? Persiapkan hal-hal berikut ini!

Pertanyaan lain yang muncul dari teman atau bahkan keluarga ketika pulang ke Indonesia adalah gimana sih bekerja di Jepang? Enak gak sih? Nyantai atau gimana sih sistem kerjanya? Sebenarnya, agak sulit menjawab pertanyaan tersebut karena jawaban dari semua pertanyaan tersebut sangat tergantung kepada tempat kerja atau bahkan rekan kerja di dalam tim. Bekerja di perusahaan … Continue reading Mau bekerja di Jepang? Persiapkan hal-hal berikut ini!

Celotehan Suami Istri: #3. Henokh ngerjain Maminya.

Anak satu tahun udah bisa apa sih? Udah bisa ngerjain maminya menyembunyikan remote TV.

Sejak kondisi di rumah aja, TV pun mulai difungsikan kembali sebagai mana mestinya. Biasanya TV di rumah hanya pajangan dan hampir tidak pernah dinyalakan.

Henokh sudah paham kalau untuk menghidupkan TV dibutuhkan remote. Karena dia belum bisa melakukan sendiri, biasanya dia akan mencari remote terus memberikannya kepada saya atau maminya.

Biasanya, maminya akan menyimpan remote setelah menyalakan TV supaya tidak diutak atik sama Henokh karena dia lagi suka buat mengambil dan melempar barang. Biasanya, mami Henokh menyimpan remote di dalam lemari doraemon.

Hampir setiap apartemen yang punya ruangan bertatami pasti ada lemari doraemon.

Sedangkan saya, biasanya cuma meletakkannya di tempat yang gak bisa dijangkau Henokh, seperti diatas kulkas atau diatas meja belajar.

Senin Pagi

Seperti hari-hari biasanya, pagi ini TV sudah dinyalakan karena mau nonton acara anak-anak. Sebenarnya Henokh tidak suka menonton, hanya saja suka dengan suara entah itu dari TV, atau musik dari keyboard.

Biasanya walaupun TV dihidupkan, Henokh tetap aja lari-lari mengitari rumah tanpa peduli sama apa yang ditayangkan di TV. Tapi begitu TV dimatikan, biasanya dia akan mencari remote TV.

Ntah kenapa hari itu, mami Henokh lupa menyimpan remote TV sesudah menyalakan TV. Remotenya hanya diletakkan di tempat yang bisa dijangkau Henokh.

Henokh pun berhasil menyembunyikan remote TV dan membuat maminya pusing mencari dimana remote TV berada.

Kisah pencarian remote TV ini berlangsung hingga saya pulang dari lab.

Saat itu saya mau ganti siaran di TV tapi tidak menemukan remote TV.

“Sayang, dimana remote TV?”, ujar saya kepada mami Henokh.

“Itulah, aku pun udah nyari dari tadi pagi. Disembunyikan Henokh nih remotenya.”, ujar Laura.

“Hahaha. Dikerjain sama anak umur satu tahun bahh..Itulah sering kali pulanya kau sembunyikan remote itu, sekarang giliranmu dikerjain. Udah dicari dimana aja?”

“Udah loh, di bawah keyboard, kursi, meja, di kardus mainan Henokh. Gak ada loh.”,ujar mami Henokh.

“Paling disembuyikan di bawah kulkas. Udah penuh tuh bawah kulkas dengan mainannya. Udah dicek disana?”, ujar saya kepada mami Henokh.

“Emangnya muat ya dibawah kulkas. Belum kucek sih. (sambil jalan menuju kulkas). Ya ampunnn Henokhhhh, pandai kali ya ngerjain mami sampai dibuat pusing nyari remote TV.”, ujar Laura kepada Henokh.

Mendengar teriakan dan ketawa maminya, Henokh pun ikut ketawa sambil merangkak ke arah kamar.


Bisa juga ternyata anak satu tahun ini ngerjain maminya. Hahaha.

Mami vs Henokh = 1 vs 1. Imbang ya skor kalian berdua dalam hal menyembunyikan remote TV.  Hahaha