Melahirkan di Jepang dapat uang Rp.60 juta, benar gak ya??

Kalau dilihat dari judul, sepintas menarik bukan? Tapi, benar gak sih dapatnya 60 juta rupiah? Kenapa lahiran Henokh tahun 2019 cuma dapat sekitar 50 juta? Wahh, kemana 10 juta lagi? Apa terjadi pengurangan?

Sekali lagi, JANGAN PERNAH MENGKONVERSI NILAINYA KE RUPIAH.

“Pemerintah Jepang memberikan SUBSIDI sebesar 420.000 yen bagi setiap orang yang mau melahirkan.”

Perhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Jangan terkecoh dengan nilai bombastis hingga puluhan juta rupiah. Besarannya tentu akan berubah ubah setiap hari tergantung naik turunnya nilai kurs. 
  • SUBSIDI. Artinya itu bantuan untuk meringankan biaya melahirkan. Kenapa disubsidi? Karena biaya melahirkan itu MAHAL. 

Estimasi biaya melahirkan:

Pihak Rumah Sakit biasanya sudah memberitahu estimasi biaya melahirkan pada saat kita mendaftar. Hal ini untuk mempermudah kita mempersiapkan diri dan biaya. Pada kasus kami, pihak Rumah Sakit sudah memberikan estimasi total sekitar 450.000 hingga 550.000 yen. Itu diluar biaya inap di Rumah Sakit.

Biaya melahirkan nantinya bisa lebih kecil atau lebih besar dari nilai estimasi. Tergantung kondisi pada saat hari H melahirkan.

“Biaya menginap tergantung jenis kamar.”

Demikian informasi singkat mengenai biaya melahirkan di Jepang. Jadi, jangan langsung tergiur dengan angka puluhan juta yang didengar dari orang-orang.

Semoga bermanfaat ya.


Baca juga: Diimingi gaji besar di Jepang, perhatikan beberapa hal berikut ini!

 

Cepat dan Mudah Membuat Paspor di KBRI Tokyo

Paspor adalah surat keterangan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk seorang warna negara yang akan mengadakan perjalanan ke luar negeri.

Pada umumnya, paspor Indonesia berlaku selama 5 tahun. Setelahnya, kita harus memperbaharui paspor tersebut.

Hingga saat ini, saya sudah dua kali memperbaharui masa berlaku paspor saya di KBRI Tokyo yaitu di tahun 2015 dan 2020.

Untuk proses pengurusannya di KBRI Tokyo terbilang cukup mudah dan cepat.

Berikut saya lampirkan dokumen yang dibutuhkan untuk memperbaharui paspor:

  1. Mengisi formulir permohonan s.p.r.i (paspor).
  2. Photo copy KTP Jepang (Residence Card) depan dan belakang di kertas A4 dan tidak digunting.
  3. Akta lahir dan Ijazah (SD/SMP/SMA/Perguruan Tinggi). Untuk Ijazah cukup salah satu saja.
  4. Surat Nikah atau Surat Cerai.
  5. Kartu Mahasiswa bagi yang berstatus mahasiswa atau Surat keterangan kerja bagi yang berstatus pekerja.
  6. Pas foto ukuran 3×4 sebanyak 1 lembar.
  7. Paspor Asli.
  8. Photo copy paspor halaman 2 atau halaman data paspor.

Tips mempercepat proses pengumpulan berkas di KBRI Tokyo:

” Isi formulir permohonan s.p.r.i sebelum datang ke KBRI. Formulir bisa di download di link berikut. (Formulir s.p.r.i)”

Hal yang perlu diperhatikan:

  • Pas foto ukuran 3×4 yang akan diserahkan tidak akan digunakan sebagai foto di dalam paspor. Pas foto tersebut hanya sebagai syarat kelengkapan administrasi.
  • Akan ada pengambilan sidik jari dan foto. Foto inilah yang nantinya digunakan di paspor.
  • Berpakaian rapi dan sopan. Disediakan kemeja resmi dan batik di KBRI untuk dipinjamkan sewaktu hendak mengambil foto apabila kita hanya menggunakan kaos.
  • Setelah dilakukan pengecekan dokumen, pengambilan sidik jari dan foto maka selanjutnya kita harus membayar biaya pembuatan paspor sebesar 3.250 yen. Pembayaran dilakukan dengan membeli kupon di mesin yang terdapat di KBRI. Kupon tersebut yang diserahkan kepada petugas.
  • Selanjutnya paspor akan diproses selama 4 hari kerja.
  • Bagi yang tinggalnya jauh dari KBRI, paspor baru yang telah selesai diproses bisa dikirim oleh KBRI ke alamat pemohon. Caranya? Sediakan amplop Letter Pack 520 yang telah ditulis Nama, Nomor Telepon dan Alamat Pemohon. Letter Pack 520 bisa dibeli di Kantor Pos.
  • Silahkan foto atau catat Tracking Number  yang terdapat di Letter Pack 520 untuk mempermudah pengecekan status pengiriman dokumen dari KBRI ke alamat pemohon.

i-img420x420-1568005621htv6tv453749
Letter Pack 520. Silahkan diisi informasi pemohon di bagian To. Petugas KBRI akan mengisi informasi di bagian From


Tulisan ini dibuat berdasarakan pengalaman penulis memperbaharui paspor pada tanggal 19 Maret 2020.

Selalu lakukan pengecekan ke website KBRI di: Persyaratan pembuatan paspor untuk informasi persyaratan yang lebih update. Selain itu bisa lakukan kontak melalui email di: immigration@kbritokyo.jp atau telepon ke 03-3441-4201 ext. 417 / 412

Mengapa perlu melakukan kontak sebelum datang ke KBRI?

  1. Memastikan hari dan jam kerja masih sesuai dengan yang tercantum di website. Siapa tahu ternyata KBRI sedang libur karena KBRI menganut sistem libur mengikuti kalender di Jepang dan di Indonesia. Silahkan di cek disini untuk jadwal hari libur dan cuti bersama KBRI Tokyo: Jadwal libur KBRI Tokyo 2020
  2. Memastikan persyaratan yang tercantum di website masih up-to-date. Sayang banget kan sudah datang dari luar kota tapi ada dokumen yang tidak dibawa.

Saya hanya menghabiskan waktu sekitar 15 menit untuk semua proses penyerahan dokumen, foto dan sidik jari karena semua dokumen yang ditentukan dan formulir sudah dipersiapkan dan diisi dari rumah.

Tentunya dihari-hari tertenti bisa ramai tergantung dengan jumlah antrian.

Semoga tulisan ini bisa membantu bagi mereka yang hendak memperpanjang paspor.

Harga Tempe di Jepang mahal?

Bisa dibilang hampir semua orang Indonesia pasti mengenal Tempe. Makanan yang mudah didapatkan di Indonesia dan cara penyajiannya pun tergolong paling sederhana. Paling mudah ya tinggal di goreng dan jadilah tempe goreng. 

Selain itu, gorengan tempe merupakan salah satu jajanan pasar yang sangat mudah ditemui dengan harga yang murah di Indonesia.

Namun hal ini berbeda ketika kita tinggal di Jepang. Sangat sulit mendapatkan tempe di supermarket maupun pasar. Biasanya, hanya toko-toko khusus salah satunya adalah Toko Indonesia yang berada di dekat Stasiun Okubo, Tokyo. Itupun kebanyakan dalam bentuk beku. Selain itu ada beberapa warga Indonesia yang juga membuat tempe dalam skala rumahan kemudian memasarkannya secara online.

Tempe yang dipasarkan baik itu secara online maupun di toko biasanya dijual dengan harga 350 yen/bungkus  atau 1.000 yen/3 bungkus.

IMG_0647
Yuuria’s Lapau adalah salah satu pengusaha tempe yang cukup terkenal di daerah Kawasaki. 

Harga Tempe Goreng di Restoran Indonesia

Di Jepang khususnya untuk wilayah Tokyo, terdapat beberapa restoran yang menyajikan masakan Indonesia.

Tempe goreng adalah salah satu yang masuk ke dalam menu favorit.

Di salah satu restoran Indonesia di Tokyo, tempe goreng dijual dengan harga sekitar 900 yen/porsi.

Mahal nggak ya?

Kalau kita bandingkan harga jual tempe di Jepang dengan di Indonesia maka akan terasa sangat mahal.

Tapi, kalau kita melihat dari sudut pandang biaya hidup di negara Jepang, maka harga yang ditawarkan oleh para penjual tempe tersebut masih terbilang normal.


Baca juga: Diimingi gaji besar di Jepang, perhatikan beberapa hal berikut ini!


 

Diimingi gaji besar di Jepang, perhatikan beberapa hal berikut ini!

Bagi banyak orang, bekerja di luar negeri memberikan pengalaman tersendiri. Tidak hanya pengalaman, namum gaji yang lebih besar bisa jadi daya tarik utama ketika memutuskan bekerja di luar negeri.

Ketika saya pulang beberapa waktu yang lalu. Ada beberapa orang, baik saudara maupun teman yang ingin bekerja di Jepang. Kebanyakan karena diimingi gaji hingga belasan juta rupiah.

Beberapa hal yang saya tanyakan ke mereka adalah: Dapat informasinya darimana? Bekerja di bidang apa? Kerjanya di daerah mana? Sistem kerjanya bagaimana? dll.

“Ya betul, gaji di Jepang bisa mencapai belasan, puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Apalagi kalau nilai tukar Rp terhadap ¥ lagi melemah. Otomatis nilai gaji kalau dikonversi ke Rp akan menjadi besar.”

Tentunya bagi mereka yang bekerja ke Jepang, mendengar gaji mulai dari belasan juta rupiah akan sangat menggiurkan, bukan?

Berdasarkan pengalaman saya bekerja di Jepang, ada beberapa hal yang paling penting diperhatikan sebelum menerima mentah-mentah tawaran gaji belasan juta di Jepang.

1. Gaji bersih atau masih kotor?

Pada umumnya besaran gaji yang ditawarkan tersebut masih berupa gaji kotor. Artinya gaji bersih yang diterima akan berkurang jumlahnya.

2. Jenis-jenis potongan.

Pajak penghasilan, Pajak daerah, Iuran Pensiun, Asuransi Kesehatan, Asuransi tenaga kerja, dll. 

Itu adalah beberapa komponen yang dipotong setiap bulannya dari gaji anda. Tentunya setiap perusahaan mempunyai kebijakan yang berbeda-beda. Beberapa jenis potongan tersebut berdasarakan pengalaman saya bekerja di Jepang.

Besarnya potongan ini akan berbeda-beda tiap orang. Tergantung jumlah penghasilan, menikah atau belum, tanggungan hidup, dll.

3. Biaya hidup

Sewa rumah, listrik, air, gas, internet, uang makan, transportasi, dll. 

Ada baiknya mencari tahu informasi biaya hidup di daerah yang akan dituju. Dengan informasi yang jelas maka kita bisa memprediksi pengeluaran bulanan.

“Jangan pernah langsung percaya dengan ucapan POKOKNYA CUKUPLAH BISA NABUNG. Ingat, setiap orang punya kebutuhan yang berbeda-beda.”

4. Berapa gaji saya dalam Yen?

Pada umumnya gaji akan dibayarkan dalam mata uang Jepang, yaitu YEN. Tanyakan berapa besar gaji bulanan dalam YEN, bukan RUPIAH.

Misal: Gaji 100.000 yen (sekitar Rp. 13.000.000). Kalau bulan Maret kurs 1 yen=130, maka gaji Rp.13.000.000. Kalau bulan Mei kurs 1 yen =120, maka gaji Rp.12.000.000. Ribet kan? padahal biaya hidup selama di Jepang tetap menggunakan Yen. Jadi, pastikan estimasi gaji dalam Yen.

5. Fasilitas

Tidak salah untuk mencari tahu fasilitas apa yang kita peroleh. Bisa jadi kita dapat bantuan untuk biaya sewa rumah atau sejenisnya.


Demikian tulisan singkat saya. Mungkin tidak begitu lengkap tapi setidaknya bisa membantu memberikan informasi bagi mereka yang hendak/mau/ingin bekerja di Jepang.


 

‘Kafunsho’ Alergi Serbuk Bunga

Musim semi adalah salah satu musim terindah di Jepang (Musim di Jepang). Tentunya daya tarik utamanya adalah keindahan BUNGA SAKURA.

Tapi tunggu dulu, bagi sebagian besar orang yang sudah lama tinggal di Jepang, musim semi adalah musim terberat yang harus dilalui. KENAPA? Suhu udara yang sudah mulai hangat setelah melewati musim dingin adalah waktu yang tepat untuk tumbuhan kembali bermekaran. Nahhh, disini letak permasalahannya.

Ternyata, ada sebagain besar orang yang alergi terhadap serbuk bunga yang bertebaran di sepanjang musim semi.

Kafunsho (Hay Fever) atau alergi serbuk bunga adalah salah satu jenis alergi yang terjadi di penghujung musim dingin hingga musim semi (sekitar bulan Februari – April)”

Hahhh…. Alergi Serbuk Bunga????

Itulah anggapan remeh yang terlontar oleh saya di tahun 2013 ketika menikmati musim semi pertama di kota Tokyo.

Banyak orang yang saya temui saat itu memakai masker untuk menghindari kafunsho ini. Hidung meler dan mata yang terasa sangat gatal adalah dua ciri khas utama ketika kafunsho sudah menghampiri diri kita.

Sejak saat itu, setiap tahun di musim semi selalu saja banyak orang memakai masker bahkan ketika menikmati pemandangan bunga sakura.

Beberapa orang berpendapat bahwa setiap orang yang sudah lama tinggal di Jepang, besar kemungkinan akan terkena alergi serbuk bunga ini. Memakai masker di musim semi adalah salah satu cara menghindari atau memperlambat terkena alergi ini.

Musim Semi 2017

Musim ini adalah salah satu musim terberat selama menjalani studi doktoral. Cari kerja, ngerjain disertasi sambil penelitian, nulis jurnal, hingga kerja sambilan membuat tingkat stamina tubuh sedikit menurun.

Akhirnya kena juga

Disuatu hari di akhir Februari, saya masih seperti biasanya berangkat ke lab dengan kondisi bugar. Sore harinya ntah mengapa tiba-tiba hidung meler dan mata terasa gatal. Hidung meler masih bisa ditahan tetapi rasa gatal di mata ini tidak tertahankan. Mata saya sampai merah akibat dikucek-kucek untuk menghilangkan rasa gatal.

Apa saya kebanyakan di depan komputer ya? Atau mungkin debu masuk? Itulah yang terpikir di benak saya pada saat itu.

Saya pun membasuh mata di wastafel kemudian berbaring sebentar di ruang makan sambil mengenakan kacamata jel yang biasanya digunakan kalau mata kondisi mata lelah.

aHR0cHM6Ly9lY3M3LnRva29wZWRpYS5uZXQvaW1nL2NhY2hlLzcwMC9wcm9k
Kacamata Jel penghilang lelah, bisa dibeli di toko 100 yen.

Namun, rasa gatal di mata semakin menjadi jadi. Saya pun memutuskan untuk pulang kerumah. Pada saat itu, suhu badan mulai naik dan demam pun tidak terelakkan di malam harinya.

Demam, pilek, dan mata gatal. Kombinasi yang sangat menjengkelkan. Saya dan istri pun berjalan menuju toko obat (drug store) yang ada di dekat rumah untuk membeli obat tetes mata. Asumsi kami saat itu mungkin sekedar sakit mata biasa saja.

Bagaimana dengan obat demam dan pilek? Persediaan obat-obatan dari Indonesia masih bisa untuk mengatasi kedua hal itu.

Tetap saja, obat mata yang ditelah dibeli tidak memberikan efek apapun. Rasa gatal masih terus menyerang kedua mata.

Hingga larut malam, ntah kenapa tiba-tiba dada terasa sesak hingga sulit sekali untuk bernafas dengan hidung secara normal. Padahal pileknya tidak sampai yang menyumbat aliran hidung. Segala jenis balsem pun dioles dibagian dada untuk memberikan kelegaan pada saat bernafas walaupun tetap tidak optimal.

“Saat itu, saya belum paham kalau semuanya itu adalah gejala terkena kafunsho”.

Keesokan harinya, kami langsung bergegas menuju dokter mata. Takutnya ada yang salah dengan mata apalagi sudah dikucek-kucek hingga merah.

Sesampainya di klinik mata, dokter pun memeriksa kedua mata saya dan memberikan kesimpulan kalau saya terkena kafunsho. Dokter pun memberikan resep untuk ditebus di apotik.

Setelah memakai obat tetes mata, semprotan penghilang pilek, dan obat demam yang diberikan, seketika itu juga rasa gatal yang ada di mata mulai hilang dan hidung mulai berhenti mengeluaran cairannya.

“Suhu udara yang hangat, cerah ditambah angin yang berhembus adalah kombinasi yang sangat tidak baik bagi saya di musim semi karena alergi ini pasti akan menghampiri dengan cepat.”

pr190617_01
Obat penghilang pilek (Disemprot ke hidung).

1319752Q1024_000
Obat tetes mata.


Wahhh, apa yang dulu saya anggap remeh akhirnya menghampiri saya juga setelah 4 tahun tinggal di Jepang.

Sejak saat itu, setiap musim semi saya harus membawa obat tetes mata dan spray penyemprot hidung. Dengan dua obat tersebut, saya bisa beraktifitas normal.