Kerjaan seorang peneliti nuklir

Sudah cukup lama tidak menulis di blog ini. Alasan klasik tentu saja lagi sibuk dengan kerjaan di kantor/lab.

Oleh karena alasan itu pula, saya akhirnya terpikir untuk membagikan sedikit cerita mengenai kegiatan seorang peneliti nuklir, “Sehari bersama peneliti nuklir”.

08.00 JST

Sekitar jam 8 pagi, aktifitas pertama dimulai, yaitu bangun pagi. Hehe

Jam kerja yang fleksibel ditambah dengan jarak dari rumah ke kantor yang cukup dekat (~3.5km) membuat bangun jam 8 masih tergolong pagi buat saya.

Alarm bangun pun bukan lagi alarm dari HP, melainkan Henokh yang sudah teriak-teriak memanggil “Papaaaaaaa!!!!”, atau keisengannya yang mentoel-toel pipi dengan jari telunjuknya.

08.50 JST

Saatnya berangkat ke lab (kantor).

Hemmm…Mau berangkat pakai apa ya? Sepeda, bus, atau jalan kaki?

Di awal musim dingin yang cerah ini, sepertinya jalan kaki adalah pilihan yang tepat untuk berangkat ke lab. Waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak sekitar 3.5 km adalah 38 menit.

09:25 JST

“Ohayou Gozaimasu” adalah sapaan yang selalu saya ucapkan begitu memasuki ruangan lab.

Sapaan itu pun dijawab oleh rekan kerja dan bos yang sudah berada di lab, “Ohayou Gozaimasu”.

Jam kerja yang fleksibel ini membuat tidak ada istilah ‘telat datang ke kantor’. Akan tetapi, jam kerja fleksibel ini tidak berlaku untuk semua pegawai. Hanya ada beberapa status pegawai yang boleh mengajukan sistem jam kerja yang fleksibel. (Akan dibahas di tulisan lainnya, ya..)

Memulai aktifitas pekerjaan dengan: menyalakan komputer dan mereview catatan kecil tentang hal terakhir yang saya lakukan kemarin dan rencana apa yang hendak saya kerjakan hari ini, dan tentu saja membuka website berita (yang tidak diblokir oleh kantor) untuk membaca situasi pasar dan kondisi ekonomi hari ini.

Meskipun saat ini berkarir sebagai seorang peneliti dibidang nuklir, tapi tetap masih mempelajari dan mengikuti perkembangan kondisi perekonomian dll.

Aktifitas penelitian

Salah satu aktifitas penelitian yang saya kerjakan berhubungan dengan simulasi di depan komputer tentang bidang kecelakaan nuklir.

Salah satu tugas yang saya berikan kepada diri sendiri untuk hari ini adalah mengolah data hasil simulasi yang telah selesai disimulasi untuk kemudian dianalisa.

Hasil simulasi yang jumlahnya sekitar ribuan output file ini harus diolah sedemikian rupa untuk mendapatkan tujuan yang diinginkan. Karena hanya informasi tertentu saja yang dibutuhkan dari setiap output file, saya pun membuatkan sebuah program kecil menggunakan bahasa pemprograman untuk mempermudah pengolahan data mentah dari hasil simulasi tersebut.

11:30 JST

Selingan ringan di saat mengerjakan pemprogram adalah melihat kondisi pasar saham.

Setelah itu, melanjutkan kembali mencari tahu kenapa program yang dibuat masih error. Semua sumber daya dikerahkan untuk memecahkan masalah ini, mulai dari google, youtube, hingga bertanya ke teman.

Menjelang jam makan siang, kesalahan yang terdapat di dalam program tersebut bisa juga terselesaikan.

Bisa makan siang dengan tenang sejenak.

Advertisements

Istirahat Siang

Bel istirahat pun berbunyi yang menandakan sudah pukul 12.00 siang. Kotak Bento (Lunch box) yang dibawa dari rumah siap untuk disantap. Biasanya, saya membawa bento tersebut ke kantin dan makan bersama teman, akan tetapi sejak COVID-19 melanda, saya memilih untuk makan siang di ruangan saja.

Olahraga

Hal yang banyak dilakukan oleh para pegawai disaat jam istirahat adalah olahraga. Ada yang bermain bola, baseball, lari, jalan santai, bahkan sepedaan mengelilingi kawasan kerja. Terdapat lapangan khusus yang disediakan untuk bermain bola dan baseball.

Saya sendiri memilih untuk jalan santai mengelilingi kawasan kerja. Lumayan lah untuk mengurangi lemak-lemak membandel di daerah sekitar perut. Haha

Bel pun kembali berbunyi yang menandakan sudah pukul 1:00 siang. Jam istirahat telah selesai. Meskipun demikian, di grup tempat saya bekerja tidak terlalu strict dengan jam tersebut. Saya sendiri kembali ke ruangan sekitar pukul 13:10 JST setelah menyelesaikan jalan kaki mengelilingi kawasan kerja(~2.5 km).

14:00 JST

Program yang dibuat tadi sudah bisa mengambil informasi yang dibutuhkan dari output file. Saatnya, mengolahnya lagi kedalam grafik. Membuat grafik pun bisa menggunakan banyak cara seperti, excel, origin, python, dll.

Membaca Jurnal Penelitian

Aktifitas lainnya setelah menyelesaikan aktifitas di atas adalah membaca jurnal penelitian yang sedikit banyak berkaitan dengan topik penelitian yang sedang dilakukan.

Setiap orang punya kemampuan yang berbeda-beda dalam membaca dan memahami sebuah jurnal.

16:00 JST

Saatnya turun ke lobi untuk membeli cemilan atau datang ruangan teman untuk sekedar chitchat. Ada kalanya chitchat dilakukan di grup-grup whatsapp atau line. Selain itu sekedar mendengarkan berita dari youtube atau mengupdate postingan di Instagram.

Setelah melaksanakan aktifitas ‘me time’, saatnya kembali melanjutkan aktifitas penelitian. Mari kembali fokus melanjutkan membaca jurnal penelitian. Bagi saya, bagian Introduction adalah hal yang paling menarik dalam membaca sebuah jurnal.

Apabila bagian Introduction ditulis dengan baik, maka akan membantu pembaca untuk mengetahui apa yang menjadi latar belakang, motivasi dan tujuan penelitian tersebut.

Membuat Presentasi

Secara umum, saya akan merangkum hasil penelitian saya kedalam bentuk power point. Hal ini membantu saya melihat dan mereview perkembangan sebuah topik penelitian yang sedang dikerjakan.

17:30 JST

Bel pun kembali berbunyi yang menandakan jam kerja sudah berakhir. Bagi mereka yang mau pulang, silahkan pulang. Bagi mereka yang mau melanjutkan pekerjaan, silakan dilanjutkan.

Hari ini saya pun memilih untuk melanjutkan pekerjaan yang rasanya tanggung untuk ditinggalkan hari ini.

19:00 JST

Sebuah pesan dari Mami Henokh muncul dilayar handphone, “Sayang, pulang jam berapa? Jalan atau mau dijemput?”.

“Ini mau pulang. Jalan kaki aja.”, begitu jawabanku membalas pesan Mami Henokh.

20:30 JST

Tidak membawa pulang kerjaan kantor (lab) ke rumah adalah hal mendasar yang dilakukan sejak awal menikah bahkan sejak masih menjadi mahasiswa doktoral.

Setelah seharian melakukan kegiatan di lab, saatnya menghabiskan malam hari dengan Henokh mulai dari menemani bermain, membaca buku, ganti popok, dll.

“Henokh baru bangun tadi jam 7 malam.”, info dari Maminya. Artinya: malam ini bakalan menemani Henokh bermain hingga sekitar jam 11 malam.

Advertisements

Istirahat

Saatnya beristirahat setelah melakukan berbagai macam aktifitas di depan komputer.

Untuk tulisan kali ini tidak ada foto karena tidak boleh mengambil foto sembarangan di dalam lingkungan kerja.

Persiapan Menghadapi Kecelakaan Nuklir.

Tokai adalah sebuah desa yang terletak di Prefektur Ibaraki, Jepang. Secara ekonomi, desa Tokai ditopang oleh sektor industri nuklir (pemerintah dan swasta).

Beberapa industri nuklir yang terdapat di Desa Tokai adalah: Japan Atomic Energy Agency (JAEA), Japan Proton Accelerator Research Complex (J-PARC), Nuclear Fuel Industries, The Japan Atomic Power Company Tokai No.2 Power Station (PLTN), Nuclear Professional School The University of Tokyo, Japan Irradiation Service, Mitsubishi Nuclear Fuel, Mitsubishi Nuclear Fuel Station. 

Dengan ada banyaknya industri nuklir di desa Tokai (38 km2), maka tidak berlebihan bila saya menyebutkannya sebagai Desa Nuklir.

Pemerintah Desa Tokai pun melalui Disaster Prevention and Nuclear Energy Safety Section memberikan panduan apabila terjadi kecelakan nuklir.

Pada tulisan ini, saya mau membagikan beberapa informasi mengenai persiapan menghadapi kecelakaan atau bencana nuklir yang dirangkum dari pamplet/brosur yang diterbitkan oleh Pemerintah Tokai dan dibagikan kepada setiap warga masyarakat yang tinggal di Desa Tokai.

Nuclear Emergency

PLTN dan fasilitas nuklir lainnya secara serius untuk mencegah terjadinya pelepasan material radioaktif apabila terjadi kecelakaan atau bencana nuklir. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan terjadi situasi dimana radioaktif tersebar ke lingkungan diluar fasilitas nuklir tersebut dan dapat mengontaminasi lingkungan dan masyarakat yang ada disekitarnya. Situasi seperti ini disebut dengan “nuclear emergency”.

Karakteristik dari Nuclear Emergency

Nuclear Emergency mempunyai karakter yang unik dan berbeda dibandingkan bencana alam seperti banjir, kebakaran maupun gempa bumi.

  1. Kita tidak bisa menggunakan kelima indra untuk mendeteksi radiasi. Hal ini dikarenakan sifat radiasi yang tidak terlihat, tidak berbau, dan tidak bersuara.
  2. Kita tidak bisa menduga-duga penyebaran radiasi secara mandiri. Penyebaran radiasi hanya dapat diukur menggunakan alat khusus, salah satunya detector radiasi.

Nuclear Preparedness

Apabila terjadi kecelakaan atau bencana nuklir, maka ada hal mendasar yang perlu diketahui mengenai radiasi dan radioaktifitas secara benar. Hal ini berguna dalam mengambil tindakan yang benar untuk meminimalisir terpapar radiasi.

Tiga prinsip dasar untuk mengurangi tingkat paparan radiasi pada saat nuclear emergency:

  1. Menghalangi radiasi menggunakan perisai yang sesuai seperti beton (concrete).
  2. Mengatur jarak aman dari sumber radiasi.
  3. Mengurangi waktu paparan.

Dapatkan Informasi yang Akurat

  • Dapatkan informasi akurat dari sumber terpercaya melalui radio, TV, sosial media.
  • Jangan percaya kepada rumor atau informasi palsu.
  • Tetap di dalam rumah sampai ada instruksi lebih lanjut dari pemerintah setempat.
  • Tukar informasi yang benar dengan tetangga dan cek kondisi mereka.
  • Jangan mencari informasi melalui telepon karena ada kemungkinan line telepon tidak bisa digunakan.

Evakuasi

Shelter indoors

  • Tutup semua pintu dan jendela.
  • Matikan sistem ventilasi udara.
  • Matikan AC.
  • Pastikan untuk mencuci wajah, tangan, ganti pakaian, serta tempatkan pakaian tersebut di kantong plastic atau tas.
  • Selalu update informasi melalui TV, radio atau internet.

Hal yang dilakukan sebelum Evakuasi

  • Matikan seluruh peralatan elekronik dan saluran gas.
  • Tutup pintu dan jendela.
  • Bawa barang-barang yang berharga, obat-obatan tapi tetap seminimalis mungkin.

Demikian informasi yang bisa dibagikan dan semoga bermanfaat.

Celotehan Suami Istri (CSI): #14. Toilet Bocor!!!

Ini adalah minggu pertama Laura tinggal di Jepang tepatnya di Kota Kawasaki kelurahan Miyamae. Meskipun belum sampai seminggu tinggal di Jepang, bukan berarti ini pertama kalinya Laura ke Jepang. Dia sudah beberapa kali ke negara ini sebagai turis mengunjungi suami pada saat menjalani “Long Distance Marriage”. Ternyata menjadi turis dan “penduduk lokal” adalah dua hal … Continue reading “Celotehan Suami Istri (CSI): #14. Toilet Bocor!!!”

PLTU dan PLTN, masih butuh gak ya?

Kalau berbicara mengenai PLTU dan PLTN pasti banyak pro dan kontra, betul kan?

Tapi percaya atau tidak, kedua jenis pembangkit listrik ini hingga sekarang masih berkontribusi besar dalam menyuplai listrik dalam skala besar yang bisa kita nikmati sehari hari.

Karena kontribusinya yang besar, kedua pembangkit ini masuk kedalam katagori baseload power. (silahkan klik disini untuk informasi detail mengenai basedload power:Baseload power)

Secara singkat, baseload power adalah pembangkit listrik yang bisa menyediakan beban dasar secara terus menerus sepanjang tahun.

index_pic_01
PLTN berperan sebagai base-load supply [1].
Meskipun PLTU dikenal berdampak negatif karena menghasilkan CO2 sedangakn PLTN dikenal berbahaya karena limbah yang dihasilkannya. Tapi, kedua jenis pembangkit listrik ini juga berkontribusi besar dalam kehidupan sehari-hari karena kemampuannya yang dapat menyediakan listrik secara stabil sepanjang tahun.


[1] https://www.kepco.co.jp/english/energy/fuel/thermal_power/shikumi/index.html

 

Uranium 235, sikecil yang berkuasa.

 

Sebelumnya di: “Uranium” kecil-kecil cabe rawit


“Uranium-235 mempunyai 143 neutrons dan 92 protons.”

Di dalam tulisan sebelumnya, terdapat gambar yang menunjukkan proses terjadinya reaksi fisi. Dalam gambar tersebut diperlihatkan bahwa neutron yang menabrak Uranium-235 akan membelah menjadi unsur kimia lain dan menghasilkan energi.

Nah, apa itu Uranium-235?

Pada tulisan sebelumnya telah disampaikan bahwa uranium adalah salah satu unsur yang dapat ditemui secara alami di alam, berupa bahan tambang. 

Uranium di alam mempunyai beberapa kandungan isotop, yaitu Uranium-234 (U-234), Uranium-235 (U-235), dan Uranium-238 (U-238). Dari ketiga isotop ini, kandungan U238 adalah yang paling dominan sebesar 99.27 %, diikuti oleh U-235 sebesar 0.72% dan sisanya U-234.

Dari komposisi tersebut, bisa diperhatikan bahwa U-235 yang digunakan untuk menghasilkan energi sebesar 200 MeV bukanlah isotop yang mendominasi kandungan Uranium alam.

Dengan komposisi yang tidak sampai 1%, mengapa bisa menghasilkan energi yang sangat besar?

Monggo bagi yang mau menjawab silahkan tinggalkan komentarnya di kolom komentar. 

“Uranium” kecil-kecil cabe rawit

Bahan Bakar di PLTN

Uranium adalah bahan bakar yang digunakan untuk menghasilkan listrik dari PLTN. Ternyata, uranium merupakan salah satu bahan tambang yang bisa didapat di alam.

Uranium-ore-2
Bijih Uranium di alam. Sumber (https://cna.ca/technology/energy/uranium-mining/uranium-ore-2/)

Bagaimana uranium bisa menghasilkan energi?

Di cerita sebelumnya, kita sudah mengetahui dimana posisi reaktor nuklir dalam PLTN.


Silahkan Baca disini ya: Reaktor Nuklir berada di ….


Uranium menyerap neutron untuk menghasilkan energi. Peristiwa ini dikenal dengan istilah reaksi fisi nuklir. ( Baca Ada apa dengan Cesium-137??? untuk memahami reaksi fisi nuklir dengan istilah yang disederhanakan).

Ketika uranium menyerap satu neutron (1 reaksi fisi), maka akan menghasilkan energi sebesar 200 MeV (Mega electron volt).

main-qimg-c0e7457c540291b74df0ee9ea5c90d77
Reaksi fisi nuklir, dimana 1 neutron ditembakkan ke Uranium (U235) akan menghasilkan Energi sebesar 200 MeV dan 3 buah neutron baru.

Mari kita konversi MeV menjadi Watt.

Dalam kehidupan sehari hari, kita lebih mengenal istilah watt dibandingkan dengan electron volt (eV).

200 MeV energi yang dihasilkan dalam 1 reaksi fisi = 3.1×1E-11 watt. second.

“Maaf nih Liapto, saya masih belum paham. Tolong disederhanakan lagi.”

Dibutuhkan 3.1×1E+10 reaksi fisi setiap detik untuk menghasilkan daya termal sebesar 1 watt.

Untuk menghasilkan daya termal sebesar 1 MW (Megawatt) dibutuhkan 1 gram uranium. Hal ini sebanding dengan 3 ton (3.000 kg) batubara setiap hari [1].

vignette_image_3_1
Perbandingan energi yang dihasilkan oleh 1 uranium pelet (sekitar 1 cm) terhadap bahan bakar lainnya. Sumber (ANS)


Karena kemampuannya menghasilkan energi listrik yang besar dan stabil sepanjang tahun, maka PLTN bersama dengan PLTU hingga saat ini masuk ke dalam katagori Baseload Power.

Walaupun kedua jenis pembangkit listrik ini akan terus mendapat pro dan kontra, tapi mereka sangat penting dalam kehidupan kita hingga saat ini.

Dp3jHJsXgAEmrvx
Sistem penyusunan bahan bakar nuklir mulai dari Uranium Pellet hingga Fuel Assembly. Fuel Assembly ini yang akan dimasukkan ke dalam Reaktor Nuklir.


Sumber

[1] https://www2.lbl.gov/abc/wallchart/chapters/14/1.html


Uranium sebagai bahan bakar nuklir mempunyai dua sisi yang bertolak belakang. Disatu sisi menghasilkan energi yang besar, tetapi disisi lain juga memberikan resiko bahaya yang tinggi jika tidak dikelola dengan baik.

Tulisan selanjutnya akan membicarakan resiko apa yang bisa ditimbulkan oleh uranium sebagai bahan bakar nuklir di PLTN.

Kecelakaan Nuklir sepanjang sejarah dunia

Berdasarkan data IAEA (International Atomic Energy Agency), terdapat beberapa kecelakaan nuklir yang pernah terjadi di dunia [1].

  • 1957: Mayak at Ozersk, Russia, (military reprocessing plant criticality).
  • 1957: Windscale, UK (military).
  • 1969: Saint-Laurent A1, France.
  • 1979: Three Mile Island, USA.
  • 1980: Saint-Laurent A2
  • 1986: Chernobyl, Ukraine.
  • 1989: Vandellos, Spain (turbine fire).
  • 1999: Tokai-mura, Japan (criticality in fuel plant for an experimental reactor).
  • 2002: Davis-Besse, USA (severe corrosion).
  • 2003: Paks, Hungary (fuel damage).
  • 2011: Fukushima Daiichi Nuclear Power Station, Japan.

Dari beberapa kecelakaan tersebut, IAEA memberikan katagori mulai dari Anomaly (Level 1) hingga Major Accident (Level 7). Chernobyl dan Fukushina Daiichi masuk dalam katagori Major Accident.

Nah, kira-kira kecelakaan nuklir mana yang paling diingat oleh para pembaca? (Silahkan tinggalkan di kolom komentar ya).

Kalau saya paling ingat tentu Chernobyl dan Fukushima, walaupun sampai sekarang masih belajar memahami secara detail mengapa dan bagaimana bisa terjadi kecelakaan nuklir tersebut.

Mengapa hal yang sudah diantisipasi masih tetap bisa terjadi? Setiap terjadi kecelakaan, maka akan banyak pertanyaan yang timbul, bukan?

Sebelum melangkah jauh kesana, ada baiknya kita mengenal lebih dulu bagaimana sebetulnya sistem kerja di dalam reaktor nuklir.

Semoga dengan pemahaman awal ini, akan membantu memahami sedikit demi sedikit proses yang terjadi di dalam reaktor nuklir.


[1] https://world-nuclear.org/information-library/safety-and-security/safety-of-plants/tokaimura-criticality-accident.aspx


Catatan:

Film CHERNOBYL yang dirilis HBO beberapa waktu lalu lumayan membantu istri (dia orang yang sangat awam dengan dunia pernukliran) untuk memahami sistem kerja reaktor secara umum.

market
Film Chernobyl keluaran HBO layak untuk ditonton dalam memahami secara umum mengenai peristiwa kecelakaan nuklir di Chernobyl.

Apa itu core, uranium, control rods, dll. Itu adalah pertanyaan yang langsung dijukan kepada saya ketika menonton film tersebut. Hehehe


 

Reaktor Nuklir berada di ….

Sebelumnya: Dimanakah Reaktor Nuklirnya berada?

Apakah sudah mengikuti cerita tebak-tebakan sebelumnya?

Berikut ini saya lampirkan skema sederhana sistem Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Screen-Shot-2015-07-29-at-8.56.24-PM-2mjxbbc
Skema sederhana Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) (sumber: Nuclear Plant Block Diagram)

Dari gambar diatas, sudah jelaskan kalau selama ini yang sering kita temui di media massa, poster atau sejenisnya bahwa gambar cerobong itu bukanlah reaktor nuklir melainkan menara pendingin (cooling tower).

Reaktor nuklirnya berada dimana? Reaktor Nuklirnya terdapat di Gambar 2 (Reactor Buiding).

Reaktor nuklirnya berada di dalam Reactor Vessel, yang mana Reactor Vessel ini berada di dalam Containment building. Nah, semuanya itu terdapat didalam Reactor Building.

img_data_07
Ini adalah skema dari Gambar 2 pada cerita sebelumnya. Reaktor Nuklirnya terdapat didalam Reactor Pressure Vessel. Informasi lengkapnya


Semoga tulisan ini bisa bermanfaat ya. Mari kita sama-sama belajar tentang nuklir secara perlahan ya.


 

Sabtu Ceria di Desa Nuklir

Tokai si Desa Nuklir

Boleh lah saya saya membuat judul seperti itu. Apakah sebuah clickbait? Bagi saya sih tidak karena sesungguhnya di Desa Tokai memang terdapat pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), Tokai Nuclear Power Plant.

map_feature3
Ada kan ya reaktor nuklir di desa Tokai dari gambar ini?

Cukup ya dengan perkenalan singkatnya. Hehehe

Akhir Pekan di Bulan Februari

Entah kenapa terkadang jadwal kegiatan di hari Sabtu jauh lebih padat dibandingkan ketika hari kerja.

Ini saya buatkan perbandingannya.. Hehehe

Jadwal hari Sabtu dimulai dari les bahasa Jepang, bermain bersama Henokh, menemani Laura belanja, ke perpustakan bersama Henokh dan Laura untuk mengembalikan dan meminjam buku buat Henokh, dll.

Jadwal hari Senin-Jumat. Pergi ke lab, mengerjakan riset, lalu pulang.

Lebih padat kan ya jadwal akhir pekan dibandingkan hari kerja? Hehehe

Berikut ringkasan aktifitas di salah satu hari Sabtu di desa nuklir.

08:30 – 09:00 JST: Estimasi jam bangun pagi, kalau Henokh sudah lebih dulu bangun maka dipastikan saya pun harus bangun karena Henokh pasti akan berusaha membanguni dengan cara merangkak ke badan. Hahaha

09:00 – 09:30 JST: Sarapan dengan Henokh. Berusaha sebisa mungkin menemani Henokh sarapan (walaupun terkadang gak sampai selesai karena harus pergi ke lab kalau dihari kerja).

10:00 -12:00 JST: Belajar bahasa Jepang di salah satu community center di Desa Tokai.

“Laura ikut les bahasa Jepang di hari lainnya”

Selagi saya les, Henokh dan maminya bersiap-siap karena biasanya kami ketemuan di salah satu supermarket (AEON MALL) untuk belanja keperluan sehari-hari.  Letak AEON yang berada di tengah-tengah antara rumah dan tempat les membuat kami memutuskan untuk bertemu langsung disana.

“Hebat euy, di desa ada AEON. Hahaha”

12:30 – 15:30 JST: Seperti bisa kebanyakan para ibu-ibu. Walaupun sudah hampir tiap hari belanja disana, tapi tetap aja bisa lama kalau belanja. (Ini masih misteri yang belum terpecahkan). Karena saya dan Henokh sudah mempelajari sistem belanja mami Henokh, maka kami pun memutuskan untuk duduk manis sambil menikmati cemilan di area food court.

16:00 – 17:00 JST: Setelah selesai makan dan berbelanja, kami pun melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan utama yaitu PERPUSTAKAAN. Ini adalah tempat dimana Henokh bisa meminjam buku-buku bacaan.

Perpustakaan di desa ini sangat terawat dan buku yang ditawarkan pun sangat banyak. Desain interior perpustakaannya pun ditata sedemikian rupa sehingga nyaman dan betah untuk berlama-lama di dalam.

Apakah perpustakaan sepi? TIDAK. Banyak anak-anak remaja (SMP dan SMA) maupun balita (tentu dengan orangtuanya) yang datang untuk meminjam atau mengembalikan buku ataupun CD. Kami pun tidak lupa untuk melakukan hal yang serupa.

“Di perpustakaan, kita bisa meminjam maksimal 10 buku selama 2 minggu.”

17:00 JST: Kami pun pulang ke rumah dengan membawa buku-buku dan belanjaan sehari-hari.

“Jarak dari rumah ke perpustakan kurang lebih 2.5 km. Jalan kaki adalah alat transportasi yang kami gunakan sehari-hari ketika beraktifitas disekitar desa Tokai”


Oiyaa, tahun 1999 pernah terjadi kecelakaan nuklir (ini adalah bahasa umum yang saya gunakan, bahasa teknisnya silahkan klik linknya) loh di desa ini. Berikut linknya: Tokaimura criticality accident.


Silahkan klik juga tulisan ini ya: Efek Radiasi Terhadap Kesehatan

Dimanakah Reaktor Nuklirnya berada?

Sebelumnya di: Ada apa dengan Cesium-137???

Pada tulisan tersebut saya menuliskan “Reaksi fisi nuklir terjadi di dalam reaktor nuklir”.

Pendahuluan

Mungkin sudah banyak dari kita yang sering melihat baik melalui film, berita, maupun media massa gambar-gambar yang berhubungan dengan nuklir khususnya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Nah, ada yang menarik perhatian saya selama ini. Dari gambar-gambar yang beredar mengenai PLTN, dimanakah letak reaktor nuklirnya?

Saya akan beri dua buah gambar. Silahkan untuk memberikan tanggapan dimana letak reaktor nuklirnya, apakah di dalam cerobong yang ada di Gambar 1 atau di dalam bangunan berentuk kotak yang ada di Gambar 2.

shutterstock_133311599
Gambar 1

https---s3-ap-northeast-1.amazonaws.com-psh-ex-ftnikkei-3937bb4-images-8-4-0-4-11354048-1-eng-GB-1221N-nuclear-reactor-2
Gambar 2

 

 


Di tulisan selanjutnya saya akan memperkenalkan sedikit demi sedikit mengenai apa yang saya pelajari di nuklir. Semoga tulisan-tulisan ini bisa berguna bagi para pembaca yang telah meluangkan waktunya untuk membaca tulisan saya.


Jawabannya ada di: Reaktor Nuklir berada di ….

Ada apa dengan Cesium-137???

Sebelumnya di: Efek Radiasi Terhadap Kesehatan

Di dalam tulisan sebelumnya mengenai Efek Radiasi terhadap kesehatan, terdapat salah satu poin mengenai kadar radiasi yang dikandung tubuh pada saat terkena cesium.

Selain itu, masih terkait dengan berita tentang ditemukannya limbah radioaktif di perumahan BATAN INDAH, banyak disebutkan mengenai Cesium-137.

Apa sih Cesium-137 dan darimana diperoleh Cesium-137?

Cesium-137 (Cs-137)

Cs-137 adalah salah satu unsur radioaktif. Apabila kita mengingat kembali pelajaran kimia di bangku SMA, masih ingat dengan Tabel Periodik? Nah, Cesium terdapat di Golongan IA.

Darimana asal Cs-137?

Cs-137 berasal dari reaksi fisi nuklir. 

(saya berusaha menyederhanakan penjelasan mengenai reaksi fisi nuklir yaa)

Reaksi fisi nuklir terjadi di dalam reaktor nuklir. Bahan bakar yang pada umumnya digunakan di reaktor nuklir adalah Uranium Dioxide (UO2) atau untuk memudahkan kita sebut aja Uranium. Nah, Uranium tersebut menyerap neutron untuk memulai reaksi fisi nuklir. 

Saya mencoba dengan analogi minyak tanah dan korek api (pemantik) untuk menghasilkan api. Uranium kita analogikan sebagai minyak tanah dan neutron dianalogikan sebagai korek api. Ketika korek api dinyalakan dan bersentuhan dengan minyak tanah maka akan dihasilkan api. Begitu juga dengan neutron ketika bersentuhan ke uranium akan menghasilkan energi. 

Nah, ketika api yang dihasilkan oleh minyak tanah dan korek tersebut sudah mulai padam, maka kita bisa mencium aroma dari pembakaran tersebut dan korek api sudah berubah bentuk dari bentuk asalnya, biasanya berbentuk arang hitam seperti kayu yang dibakar.

Di dalam reaksi fisi nuklir, ketika neutron diserap oleh uranium maka akan menghasilkan banyak produk sampingan seperti Plutonium, Molybdenum, Xenon, Iodine, Cesium, dll. 

Apakah bentuk bahan bakar uranium di awal dan diakhir berubah? Secara fisik bentuk bahan bakarnya tidak mengalami perubahan tetapi komposisi material yang ada didalamnya mengalami perubahan.

Perhatikan gambar bentuk fisik bahan bakar nuklir dibawah.

Bahan bakar nuklir yang masih baru (belum digunakan) hanya mengandung Uranium. Tetapi, setelah ‘tugasnya’ di dalam reaktor nuklir telah selesai dan posisinya sekarang dikatagorikan sebagai bahan bakar bekas, maka bentuk fisiknya tidak mengalami perubahan. Hanya saja, material yang terdapat di dalam bahan bakar bekas ini tidak hanya uranium saja melainkan banyak produk sampingan yang dihasilkan dan Cesium-137 adalah salah satunya.

“Itulah sepintas tentang asal usul dari Cesium-137”

AREVA-NuFuel-HTP2-NuScale-300
Bentuk Fisik Bahan Bakar Nuklir (UO2) yang dipakai di dalam reaktor nuklir.

Semoga penjelasan ini bisa membantu (kalau masih kurang paham atau malah analogi saya yang salah atau kurang sesuai bisa silahkan tinggalkan di kolom komentar).

Apa kegunaan Cs-137?

Pasti akan ada pertanyaan, memangnya unsur radioaktif (yang berbahaya) ada gunanya? Ya, beberapa unsur radioaktif ternyata mempunyai manfaat, baik itu untuk penelitian, kesehatan maupun kegiatan industri.

Dalam hal ini mari kita lihat kegunaan Cs-137.

  • Cs-137 dapat digunakan untuk kalibrasi peralatan pendeteksi radiasi (seperti detector Geiger-Mueller).
  • Cs-137 dapat digunakan dalam perangkat kesehatan untuk mengobati kanker.
  • Cs-137 dapat industi dapat digunakan untuk mendeteksi aliran cairan melalui pipa, mengukur ketebalan material seperti kertas, lembaran logam dan photographic film.

Apakah Cs-137 berbahaya jika terpapar kedalam tubuh manusia?

Silahkan dilihat informasi mengenai kadar radiasi yang dikandung tubuh pada saat terkena cesium (klik disini)


Semoga tulisan ini bisa bermanfaat.

Selanjutnya di: Dimanakah Reaktor Nuklirnya berada?