Reksadana Pendapatan Tetap dan Reksadana Saham

Pada tulisan sebelumnya (Berinvestasi Rp.100.000 di Reksa Dana.), sudah diberikan pengertian secara sederhana tentang Reksadana serta jenis-jenis Reksadana.

Tulisan ini akan mencoba menggambarkan secara sederhana mengenai dua jenis Reksadana, yaitu Reksadana Pendapatan Tetap (RPT) dan Reksadana Saham (RS). Kedua jenis Reksadana tersebut akan dijelaskan secara sederhana berdasarkan pengalaman penulis berinvestasi di instrumen tersebut.

Bagi saya, ada dua alasan utama dalam memilih kedua jenis Reksadana tersebut:

  1. Tujuan Investasi.
  2. Faktor Resiko.

Saya akan menjabarkan secara singkat dan sederhana mengenai kedua alasan tersebut.

1. Tujuan Investasi

Saat ini, saya membagi tujuan investasi ke dalam dua katagori yaitu: Jangka Panjang dan Jangka Pendek.

Untuk investasi jangka panjang seperti Dana Pensiun (silahkan baca disini: Perlu gak ya Dana Pensiun?) maka Reksadana Saham adalah pilihan yang menurut saya sesuai dalam mencapai tujuan tersebut. Menurut saya (bisa juga salah ya..), untuk dana pensiun yang bagi saya masih tergolong jangka panjang, maka investasi di Reksadana Saham akan memberikan return (nilai pengembangan) yang lebih tinggi dibandingkan dengan Reksadana Pendapatan Tetap.

Sedangkan investasi jangka pendek seperti Dana Darurat, Dana Pendidikan Anak (PAUD, TK) maka Reksadana Pendapatan Tetap adalah pilihan yang sesuai bagi saya. Walaupun return yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan Reksadana Saham, tetapi lebih aman secara resiko karena saya sifatnya tadi yang jangka pendek (1-2 tahun).

“Setiap orang punya pilihan yang berbeda-beda sesuai dengan tujuan masing-masing”

2. Faktor Resiko

“High Risk High Return, Low Risk Low Return”

Ada hal yang paling mendasar yang perlu diketahui dalam berinvestasi: Setiap jenis investasi selalu punya resiko masing-masing.

Berdasarkan informasi yang bisa didapat melalui internet, buku, teman, dsb maka Reksadana Pendapatan Tetap adalah salah satu jenis reksadana yang mempunyai tingkat resiko yang lebih rendah dibandingkan dengan Reksadana Saham. Sehingga, pada umumnya hasil pengembangan Reksadana Pendapatan Tetap lebih kecil dibandingkan dengan Reksadana Saham.

Advertisements

Reksadana Saham mempunyai resiko tinggi karena jenis investasi ini bermain di saham yang nilainya bergerak secara dinamis. Contohnya: Nilai per lembar saham Perusahaan A pada hari Senin jam 10 pagi bisa berbeda dengan jam 2 siang di hari yang sama.

Karena sifatnya yang sangat dinamis, maka bagi saya kurang cocok untuk digunakan sebagai instrumen investasi dalam jangka pendek. Hal ini bisa dilihat secara nyata di tahun 2020.

Pengalaman Pribadi

Saya akan memberikan sedikit gambaran mengenai kondisi investasi yang saya miliki terutama di tahun 2020, tahun yang penuh dengan gejolak ekonomi salah satunya akibat pandemi COVID-19.

Gambar 1. Investasi di Reksadana Penghasilan Tetap (RPT) selama periode Feb – Juli 2020.
Gambar 2. Investasi di Reksadana Saham (RS) periode Feb – Juli 2020.

Gambar 1 memperlihatkan grafik investasi pada RPT periode Feb-Juli 2020. Dari grafik tersebut bisa dilihat meskipun ada penurunan pada bulan Maret (efek COVID-19) tapi secara keseluruhan nilai investasi saya dibulan April sudah bisa menutupi kerugian di bulan Maret. Bahkan secara keseluruhan pengembangan investasi saya di RPT bernilai positif.

Gambar 2 memperilihatkan grafik investasi pada RS periode Feb-Juli 2020. Investasi saya sejak bulan Feb dan Maret sudah bernilai negatif. Bahkan, di bulan Maret terlihat penurunan yang cukup signifikan. Meskipun demikan, sudah ada tanda-tanda perbaikan dari bulan April hingga Juli. Akan tetapi, secara keseluruhan nilai investasi saya pada periode Feb- Juli 2020 masih negatif. (Semoga di bulan-bulan selanjutnya ekonomi semakin membaik sehingga investasinya bisa bernilai positif).

Advertisements

Bagi saya yang meletakkan dana darurat pada instrumen reksadana yang mempunyai resiko rendah cukup membantu pikiran dan ketenangan jiwa karena tidak begitu khawatir dengan pergolakan ekonomi seperti yang terjadi saat ini.

Sedangkan untuk dana pensiun yang masih bersifat jangka panjang, maka saya juga tidak begitu khawatir dengan fluktuasi yang terjadi pada bulan Maret kemarin, meskipun nilainya turun tapi karena tujuan jangka panjang maka saya percaya bahwa nilainya akan naik kembali.

Semoga tulisannya bisa bermanfaat ya.

Hoaks, tidak kenal latar belakang pendidikan!!!

Pasti kita sudah sering dengan kata HOAKS. Secara sederhana Hoaks dapat diartikan sebagai berita atau informasi bohong. Seperti yang sudah kita ketahui, setiap perkembangan teknologi pasti akan memberikan dampak positif dan negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah penyebaran berita hoaks yang semakin menjamur. Salah satu alat penyebarannya adalah melalui media sosial. Penyebaran berita Hoaks ini … Continue reading “Hoaks, tidak kenal latar belakang pendidikan!!!”

Dimanakah Reaktor Nuklirnya berada?

Sebelumnya di: Ada apa dengan Cesium-137??? Pada tulisan tersebut saya menuliskan “Reaksi fisi nuklir terjadi di dalam reaktor nuklir”. Pendahuluan Mungkin sudah banyak dari kita yang sering melihat baik melalui film, berita, maupun media massa gambar-gambar yang berhubungan dengan nuklir khususnya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Nah, ada yang menarik perhatian saya selama ini. Dari gambar-gambar … Continue reading “Dimanakah Reaktor Nuklirnya berada?”

Terbang bersama Henokh: Tokyo-Jogja

Musim Panas 2019 Liburan musim panas ini, kami memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Tantangan utamanya adalah membawa Henokh yang masih berusia sekitar 4 bulan. Bukan perkara mudah apalagi tidak ada pesawat langsung dari Tokyo menuju ke Jogja. Mencari maskapai penerbangan Beberapa kriteria kami ketika mencari maskapai penerbangan: Pesawat malam. Asumsi kami, Henokh nantinya bisa tidur … Continue reading “Terbang bersama Henokh: Tokyo-Jogja”

Berinvestasi Rp.100.000 di Reksa Dana.

Bagi sebagian besar orang, pasti sudah mengenal dan mengetahui apa yang dimaksud dengan Reksa Dana serta bagaimana cara bekerja dan lain sebagainya. Tapi, tidak dipungkiri bahwa masih banyak juga yang belum mengenal atau mengetahuinya. Saya termasuk kedalam katogori kedua, yaitu belum mengenal apa itu Reksa Dana.

Latar belakang pendidikan saya yang berasal dari Teknik Nuklir hingga pekerjaan yang masih berkaitan dengan dunia kenukliran, sedikit banyak mempengaruhi hal tersebut. Saya masih sangat awam dengan yang namanya investasi. Kalau ditanya tentang investasi, pastilah saat itu jawaban saya hanya emas, tanah, rumah, dll. Suatu konsep yang membuat investasi itu terasa sangat mahal dan berat.

Rasa ketertarikan saya terhadap dunia investasi mulai muncul pada saat istri sibuk mengutak atik perangkat elektronik untuk melihat perkembangan saham yang dimilikinya. Tapi, penjelasan istri dan cara menjelaskan dengan bahasa yang ‘tinggi’ kadang kala membuat orang awam seperti saya cukup bingung.

Hal ini jugalah yang sering saya rasakan ketika berbicara tentang reaktor nuklir (PLTN) kepada orang awam.

Penting untuk mengetahui siapa lawan bicara kita sehingga bisa menyesuaikan dengan bahasa yang mudah dipahami.”

Dengan rasa penasaran tersebut, akhirnya saya mulai mencari informasi melalui bantuan google maupun youtube untuk memperlajari tentang dunia investasi dalam hal ini Reksa Dana. Ada penjelasan yang mudah dimengerti tetapi ada juga penjelasan yang sulit untuk dipahami.

Tulisan ini bertujuan sebagai pengingat bagi saya tentang apa yang saya ketahui tentang Reksa Dana dan bagaimana saya memulai berinvestasi di Reksa Dana.

1. Apa itu Reksa Dana?

Pengertian Reksa Dana menurut UU Pasar Modal No 8 tahun 1955 pasal 1 ayat 27 adalah suatu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan dalam bentuk portopolio efek oleh Manajer Investasi (MI) yang sudah mendapat izin dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam).

Saat ini Bapepam sudah berganti nama menjadi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pengertian sederhanya adalah kita memberikan uang kepada Manajer Investasi untuk dikelolah sedemikian rupa dengan tujuan uang yang kita berikan tersebut akan bertambah dalam periode waktu tertentu.

2. Jenis-jenis Reksa Dana

Secara umum, ada 4 (empat) jenis Reksa Dana, yaitu:

  1. Reksa Dana Pasar Uang.
  2. Reksa Dana Pendapatan Tetap.
  3. Reksa Dana Saham.
  4. Reksa Dana Campuran.

Keempat jenis Reksa Dana tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kita harus mengetahui profil singkat dari keempatnya sebelum memutuskan ingin menginvestasikan uang tersebut.

  • Reksa Dana Pasar Uang. Pada jenis ini, uang kita akan diinvestasikan di produk pasar uang yang mempunyai resiko rendah, seperti: deposito. Tentu saja dengan resiko yang rendah, maka pertumbuhan investasinya juga rendah.
  • Reksa Dana Pendapatan Tetap. Jenis ini juga mempuyai profil resiko yang sedikit lebih besar di bandingkan Reksa Dana Pasar Uang. Dengan profil yang demikian, tentu saja pertumbuhan investasinya lebih baik dari Reksa Dana Pasar Uang. Biasanya dana yang kita miliki akan diinvestasikan pada obligasi.
  • Reksa Dana Saham. Jenis ini memiliki resiko yang paling tinggi. Tetapi sebanding dengan keuntungan yang diterima nantinya. Berdasarkan informasi yang saya baca, jenis investasi ini cocok untuk mereka yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu yang panjang. Seperti namanya, Reksa Dana ini akan menginvestasikan sebagain besar uang yang kita miliki di saham.
  • Reksa Dana Campuran. Jenis ini merupakan campuran dari ketiga jenis reksa dana diatas.

Sebelum memulai investasi di Reksa Dana, maka kita perlu mengetahui apa yang menjadi tujuan kita dalam berinvestasi. Hal ini tentunya berguna untuk menentukan jenis reksa dana mana yang akan dipilih.

Perlu diingat bahwa yang namanya investasi apapun, selalu ada resiko didalamnya.

3. Investasi Rp.100.000

Sebagai pemula tentu saja saya tidak berani mengambil resiko yang tinggi dalam memulai sebuah investasi.

Lebih baik saya memulai dari modal yang kecil sambil terus mempelajari dunia investasi. Tentunya saya paham dengan modal Rp.100.000, tidak mungkin saya mengharapkan hasil investasinya yang bernilai WOW misalnya dalam periode 1 tahun.

Tapi melalui Reksa Dana, mengubah pola pikir saya dahulu yang hanya berpikir bahwa investasi itu hanya berupa tanah, rumah, emas (investasi berbentuk fisik).

Gambar dibawah ini adalah salah satu investasi saya di Reksa Dana Pendapatan Tetap dengan modal Rp.100.000. Sekitar 2 minggu sejak saya menanamkan modal, sudah terjadi pertumbuhan sebesar 0.19%.

Pertumbuhan reksa dana pendapatan tetap dengan modal awal Rp.100.000

Ternyata bisa loh kita berinvestasi meskipun hanya bermodalkan Rp.100.000. Bahkan di beberapa video yang saya lihat, ada yang bilang kalau bisa dimulai dari Rp.10.000.

4. Keuntungan Berinvestasi di Reksa Dana

Berbicara tentang untung dan rugi, tentunya setiap orang punya pendapatnya masing-masing. Salah satu keuntungan menurut saya berinvestasi di Reksa Dana adalah tidak perlu repot-repot memantau pergerakan saham atau sejenisnya setiap saat. Hal ini karena uang yang kita investasikan sudah dikelolah oleh Manajer Investasi. Oleh karena itu, berinvestasi di Reksa Dana sangat cocok bagi orang pemula seperti saya yang tidak punya banyak waktu untuk memantau setiap saat.

Penting gak ya ikut Asuransi Jiwa di Jepang ?

Tulisan ini akan memuat opini penulis mengenai penting atau tidaknya mengikuti asuransi jiwa di Jepang. Penting atau tidaknya asuransi jiwa ini akan tergantung kepada masing-masing orang. Disini penulis berusaha menjabarkan mengenai asuransi jiwa menurut pemahaman penulis. Latar Belakang Di akhir tahun 2019, semua pegawai di kantor wajib melakukan deklarasi ulang mengenai jumlah pendapatan maupun tanggungan … Continue reading “Penting gak ya ikut Asuransi Jiwa di Jepang ?”

Pengalaman Tinggal di Desa Tokai Jepang (5)

Tokaimura Welfare Center “KIZUNA” Setelah di cerita sebelumnya, saya telah berbagi beberapa fasilitas olahraga yang pernah saya gunakan selama tinggal di Desa Tokai, kali ini saya mau membagikan salah satu fasilitas yang kami manfaatkan sejak masa kehamilan istri hingga saat ini. Fasilitas tersebut adalah Tokaimura Welfare Center ‘Kizuna’. Hal pertama yang perlu dilakukan setelah mengetahui … Continue reading “Pengalaman Tinggal di Desa Tokai Jepang (5)”