Celotehan Suami Istri: #5. Gak boleh kawin lagi !!!

Celotehan kali ini berkisah tentang sakitnya proses kontraksi pada saat H-1 kelahiran Henokh.

Saya sendiri tidak bisa menggambarkan gimana rasanya menahan kontraksi. Saya hanya bisa melihat Laura mengerang kesakitan, lalu bergonta ganti posisi yang bisa membuat dirinya senyaman mungkin.

Hanya ada satu hal yang bisa saya lakukan saat Laura menahan sakitnya kontraksi, mengelus-ulus punggung bagian bawah. Selain hal itu, apapun yang saya perbuat salah. Bahkan ada masanya dia tidak mau dielus punggungnya dan akhirnya saya hanya duduk diam. Dan itupun tetap salah. Wkwkwkwk

Ntah karena sudah tidak kuatnya menahan sakitnya, terjadilah percakapan unik seperti berikut:

Laura (L), Irwan (I)

L: Sakit kaliiiiiiiii. Udah gak kuat lagi aku!!! (sambil mengerang kesakitan).

I: Gimana? Mau dipanggil susternya?

L: Gak usahhhh..!!!(masih sambil menahan sakit). Sakit kaliii ini, mau sampai kapan ini…??? 😭😭

I: Trus maunya gimana?

L: Janji dulu. Kalau terjadi apa-apa sama ku, gak boleh kau kawin lagi yaa..

I: Sumpaahhh, masih sempat bah kau mikir kesana.. Hahahaha (pecah ketawa ku dibuatnya dalam kondisi seperti itu).

L: Janji lohh. (sambil menangis).

“Apakah mereka yang dalam kondisi seperti ini emosinya akan cukup labil ya?”

I: Iya loh, janji gak kawin lagi. Apa lagi? Ada lagi permintaanmu yang lain? Surat wasiat atau sejenisnya? (Berusaha mencairkan suasana biar dia tidak terlalu tegang).

L: Iya ya, apalagi yaa..?? Hahaha

I: ……….(labil kali bah emosinya, kadang nangis kadang senyum)


Sesungguhnya, banyak kisah celotehan pada saat kami berada di Rumah Sakit menunggu kedatangan Henokh. Tiga hari di RS menunggu kelahiran Henokh adalah hari-hari yang menguras seluruh emosi, tenaga dan pikiran.

Terkadang kami tertawa sendiri ketika mengingat masa-masa itu.

Celotehan Suami Istri: #4. Semuanya serba salah.

Kali ini mau menceritakan kejadian sewaktu menunggu proses kelahiran Henokh di Rumah Sakit setahun yang lalu.

Kalau dipikirkan, proses menunggu kelahiran anak adalah suatu proses yang sangat dinantikan tapi penuh emosi dan menguras tenaga.

H-1 kelahiran Henokh, kontraksi yang dirasakan oleh istri sudah sangat sakit. Walaupun, suster yang setiap kali memeriksa mengatakan itu belum puncak dari kontraksinya.

“Hahhhhh, ini belum ada apa-apanya sus?”, ujar istri dengan rasa kaget.

Lahiran ini terjadi di Jepang, jadi percakapan antara saya, istri, suster, dokter dan penterjemah(teman kerja) dilakukan dengan bahasa Inggris, Indonesia dan Jepang.

Kontraksi sudah mulai sering terjadi tapi belum yang sampai tiap 10 menit. Dalam kondisi tersebut, terjadi percakapan seperti berikut:

Laura (L); Irwan (I)

L: Aduhhh.. sakit kali ini. Sayang, pijit-pijit dulu punggung bagian bawah.

I: Ok.. Sambil menghampiri dan mulai memijit pelan-pelan. Gimana udah lumayan?

L: Iya, udah gak terlalu sakit lagi.

Proses ini berlangsung sekitar 15 menit. Lalu istri kembali ke tempat tidur buat istirahat. Sedangkan, saya kembali beristirahat ke sofa.


1 jam kemudian


L: Aduhhh.. sakit lagi ini. Lebih sakit ini.

I: (Bangun dari sofa, dan berusaha untuk mijitin punggungnya lagi)

L: Jangan dipijit lohh.. Tambah sakit ini !!!

I: Lahhh, tadi dipijit jadi lebih nyaman. Kenapa sekarang kondisinya terbalik sihh??!!

L: Gak tahuuu !! (sambil mengerang kesakitan).. Udah, duduk aja kamu disana!!

I: Ok.. (duduk sambil mulai main HP)

L: Kenapa main HP sih!! Istrinya lagi kesakitan!!!

I: Lah, tadi katanya duduk aja.

L: Iya lohhh.. Duduk aja tapi bukan main HP!!

I: Ok2.. (sambil meletakkan HP di meja).

L: Ihhhhh… sakit kali kontraksinya.. Kamu kenapa duduk aja sih. Bantuin donk. Ini malah duduk aja!! (nada suara sudah judes)

I: Sumpahhh cui… Ini maumu apaan sih? Duduk salah, main hp salah, tidur salah, semuanya salah cui..Panggil suster aja yaaa..

L: Gak usah protes-protes dehh!!

I: …..(cepatlah datang suster)

Suster pun akhirnya datang dan memeriksa kembali. Ternyata masih belum ada tanda-tanda lahiran akan terjadi dalam hitungan jam.

“Kemungkinan bakalan seperti ini sampai 12 jam kedepannya”, begitulah jawaban susternya.

Mendengar hal itu, Laura pun kembali kaget. Ya ampun selama itu kah proses menunggu lahiran ini.


Di Rumah Sakit ini, mereka punya motto:

Tidak ada proses melahirkan tanpa rasa sakit.

Kalau kami mengingat kembali proses selama di Rumah Sakit, kadang bisa tertawa sendiri apalagi banyak ocehan-ocehan Laura yang untungnya dalam Bahasa Indonesia jadi suster atau dokter tidak ada yang tahu artinya.Hahaha

Celotehan Suami Istri: #3. Henokh ngerjain Maminya.

Anak satu tahun udah bisa apa sih? Udah bisa ngerjain maminya menyembunyikan remote TV.

Sejak kondisi di rumah aja, TV pun mulai difungsikan kembali sebagai mana mestinya. Biasanya TV di rumah hanya pajangan dan hampir tidak pernah dinyalakan.

Henokh sudah paham kalau untuk menghidupkan TV dibutuhkan remote. Karena dia belum bisa melakukan sendiri, biasanya dia akan mencari remote terus memberikannya kepada saya atau maminya.

Biasanya, maminya akan menyimpan remote setelah menyalakan TV supaya tidak diutak atik sama Henokh karena dia lagi suka buat mengambil dan melempar barang. Biasanya, mami Henokh menyimpan remote di dalam lemari doraemon.

Hampir setiap apartemen yang punya ruangan bertatami pasti ada lemari doraemon.

Sedangkan saya, biasanya cuma meletakkannya di tempat yang gak bisa dijangkau Henokh, seperti diatas kulkas atau diatas meja belajar.

Senin Pagi

Seperti hari-hari biasanya, pagi ini TV sudah dinyalakan karena mau nonton acara anak-anak. Sebenarnya Henokh tidak suka menonton, hanya saja suka dengan suara entah itu dari TV, atau musik dari keyboard.

Biasanya walaupun TV dihidupkan, Henokh tetap aja lari-lari mengitari rumah tanpa peduli sama apa yang ditayangkan di TV. Tapi begitu TV dimatikan, biasanya dia akan mencari remote TV.

Ntah kenapa hari itu, mami Henokh lupa menyimpan remote TV sesudah menyalakan TV. Remotenya hanya diletakkan di tempat yang bisa dijangkau Henokh.

Henokh pun berhasil menyembunyikan remote TV dan membuat maminya pusing mencari dimana remote TV berada.

Kisah pencarian remote TV ini berlangsung hingga saya pulang dari lab.

Saat itu saya mau ganti siaran di TV tapi tidak menemukan remote TV.

“Sayang, dimana remote TV?”, ujar saya kepada mami Henokh.

“Itulah, aku pun udah nyari dari tadi pagi. Disembunyikan Henokh nih remotenya.”, ujar Laura.

“Hahaha. Dikerjain sama anak umur satu tahun bahh..Itulah sering kali pulanya kau sembunyikan remote itu, sekarang giliranmu dikerjain. Udah dicari dimana aja?”

“Udah loh, di bawah keyboard, kursi, meja, di kardus mainan Henokh. Gak ada loh.”,ujar mami Henokh.

“Paling disembuyikan di bawah kulkas. Udah penuh tuh bawah kulkas dengan mainannya. Udah dicek disana?”, ujar saya kepada mami Henokh.

“Emangnya muat ya dibawah kulkas. Belum kucek sih. (sambil jalan menuju kulkas). Ya ampunnn Henokhhhh, pandai kali ya ngerjain mami sampai dibuat pusing nyari remote TV.”, ujar Laura kepada Henokh.

Mendengar teriakan dan ketawa maminya, Henokh pun ikut ketawa sambil merangkak ke arah kamar.


Bisa juga ternyata anak satu tahun ini ngerjain maminya. Hahaha.

Mami vs Henokh = 1 vs 1. Imbang ya skor kalian berdua dalam hal menyembunyikan remote TV.  Hahaha

Celotehan Suami Istri (CSI): #2. Henokh mau punya adek?

Sebelumnya di: Celotehan Suami Istri (CSI) : #1. Saham Anjlok, Uang jajan hilang.

Kembali lagi dengan percakapan sepasang suami istri di meja makan. Cuaca dan suhu udara di Desa Tokai memasuki bulan April ini sangatlah bagus untuk menikmati matahari di luar.

Beruntungnya ada taman bermain kecil yang terletak tepat disebalah apartemen. Jadi, bisa mengajak Henokh bermain diluar tanpa harus pergi jauh mengingat kondisi saat ini.

Hari Jumat kemarin, Henokh dan maminya bermain di taman tersebut. Hanya ada mereka dan seorang ibu yang membawa kedua anaknya bermain. Henokh pun asik belajar jalan sambil berpegangan dengan salah satu permainan disana. Selain itu, dia berteriak-teriak seolah olah hendak mengajak kedua anak kecil lainnya untuk ikut bermain bersama.

Makan Malam

Sepulang dari lab, tentunya mami Henokh selalu menceritakan kegiatan mereka sepanjang hari. Ini percakapan singkatnya:

Laura (L); Irwan (I)

L: Tadi senang kali loh Henokh bermain ditaman samping rumah. Dia ketemu sama dua orang anak kecil lainnya dan kayak mau ikut bermain bareng gitu.

I: Siapa? Tetangga apartemen?

L: Bukan. Orang sekitar sini kali ya..Hmmm.. Kayaknya Henokh ini suka dengan keramaian dan sudah bosan kali ya dirumah terus. Mana berdua aja kan sepanjang hari di rumah. Gimana nanti kalau udah agak besar Henokh ya? Sepi kali lah rasanya di rumah ini.

I: Gimana? Apa Henokh mau punya adek?

L: ……….

 

Celotehan Suami Istri (CSI) : #1. Saham Anjlok, Uang jajan hilang.

CSI (Celotehan Suami Istri)

Sebagai pasangan suami istri, tentunya kami sering ngobrol ngalur ngidul di meja makan. Mulai dari hal serius sampai hal receh. Mulai dari masa depan, pekerjaan, anak, hingga gosip.

Ini adalah salah satu ceritanya.

Laura sudah hampir 7 tahun ini bermain di dunia persahaman. Walaupun belum bisa di bilang expert (ahli) tapi cukup lah ilmunya.

Sedangkan saya, pemula yang baru belajar dan terjun sejak musim panas 2019.

Stock market or forex trading graph in graphic concept
Ilustrasi fluktuasi harga saham. Sumber (https://www.123rf.com/photo_102670890_stock-market-or-forex-trading-graph-in-graphic-concept-suitable-for-financial-investment-or-economic.html)

Suatu malam di pertengahan Maret 2020.

Laura (L); Irwan (I)

I: Aku baru cek saldo di rekening. Kenapa berkurang ya?

L: Rekening yang mana?

I: Yang buat bermain saham dll.

L: Lah, kan memang lagi merah yang semua beberapa minggu ini. Mungkin berpengaruh juga terhadap kondisi sekarang ini. Emangnya berkurang berapa saldomu?

I: Sekitar 400rb. Punya mu gimana?

L: Yaelah baru 400rb, punya ku udah berkurang jutaan nih dari kemarin. Gak lihat aku sibuk memperhatikan hp dari kemarin, udah pusing nih lihat sahamnya merah semua.. Gak kuat lagi untuk melihat saham.

I: Wkwkwkwkwk. Mumpung merah, beli lahh. Biasanya kau beli.

L: Beli dari mana, wong uangnya dah ludes des des…

I: Hahahaha. Puasalah bulan ini. Gak ada uang jajan.


Bermain saham memang penuh tantangan, fluktuasi terjadi setiap hari. Tapi karena kami memang bermain untuk jangka panjang, fluktuasi harian seperti ini tidak buat langsung panik. 

Semboyan ketika bermain saham: “high risk high gain”

%d bloggers like this: