Celotehan Suami Istri (CSI) #15: Salah Harga!

Sabtu ini kita tidak ada rencana khusus pergi jalan-jalan. Kami pun memutuskan untuk jalan ke AEON yang ada di desa Tokai sekedar untuk belanja kebutuhan sehari-hari dan mengajak Henokh bermain di Game Center yang ada di lantai 2 AEON.

Saya menemani Henokh bermaij di lantai 2, sedangkan Mami Henokh belanja di supermarket yanh ada di lantai 1.

Setelah selesai berbelanja, Mami Henokh pun menjumpai kami di lantai 2. Kebetulan juga, Mami Henokh berencana membelikan puzzle buat Henokh.

Kami pun berkeliling di toko mainan yang ada tepat disebelah Game Center. Mami Henokh mencari puzzle buat Henokh, sedangkan saya dan Henokh melihat-lihat mainan lainnya.

Irwan (I), Laura(L), Henokh(H)

L: Aku belikan Henokh puzzle binatang-binatang aja ya? Di rumah kan udah ada yang transportasi.

I: Ya terserah aja. Berapaan?

L: 1000an nih. Murah.

I: Yowes, kami di lorong sebelah lihat-lihat mainan dulu.

Saya dan Henokh pun berjalan menyusuri lorong mainan hingga Henokh menemukan mainan yang disukainya.

H: mmm..mmm..mmm..(sambil menunjuk mainan kereta yang bentuknya sama dengan salah satu model kereta JR di Jepang.

I: Henokh mau? mau yang itu atau ini (sambil memberi kereta lain berbentuk karakter Thomas (kartun Thomas & Friends))

H: mmmm..(tetap menunjuk ke kereta JR)

I: Ok. (sambil mengambil kereta tersebut dan membawanya ke mami Henokh)

Henokh pun sangat senang dengan ekspresi anak kecil yang baru dibelikan hadiah.

I: Sayang, ini Henokh mau keretanya.

L: Hehhh.. berapaan?

I: Berapa ya? lupa lihat harganya tadi.

Kami pun kembali ke rak mainan untuk mengecek harga.

L: Hemm.. 1.800an yaa..

I: Yaudah kereta aja lah.. lagian Henokhnya sudah suka.

L: Henokh mau kereta?

H: mmm.. (ekspresi senang yang bisa meluluhkan hati orangtuanya)

L: Yaudah, ayo ke kasir bayar.

Kami pun berjalan ke kasir. Henokh yang sudah sedang membawa sendiri keretanya menuju kasir.

Staff (S): 3.120 yen.

I & L : (lihat-lihatan)…

Advertisements

L: bawa dompet gak? Buset ini salah lihat harga atau gimana?

I: Dompet bawa, isinya yang gak dibawa..hahaha

L: Entah apa papimu ini Henokh. Ckckckc (Sambil menyerahkan uang ke kasir)

I: Ehh, itu kenapa jadi mahal ya harganya? Yaudah kau bayarkan dulu, aku ke rak tadi ngecek lagi harganya.

Mainan kereta JR tersebut adalah satu-satunya kereta JR yang tersisa di rak mainan tersebut.

Sesampainya di rak tersebut, ternyata ada beberapa mainan yang posisinya sudah tidak sesuai dengan kondisi awalnya. Hal ini berdampak kepada salah baca harga.

Hal yang sering terlewat ketika belanja krn sangat jarang memperhatikan dengan detail antara nama barang dan harga yang tercantum di rak.

Celotehan Suami Istri (CSI): #14. Toilet Bocor!!!

Ini adalah minggu pertama Laura tinggal di Jepang tepatnya di Kota Kawasaki kelurahan Miyamae.

Meskipun belum sampai seminggu tinggal di Jepang, bukan berarti ini pertama kalinya Laura ke Jepang. Dia sudah beberapa kali ke negara ini sebagai turis mengunjungi suami pada saat menjalani “Long Distance Marriage”.

Ternyata menjadi turis dan “penduduk lokal” adalah dua hal yang berbeda.

Kali ini adalah kisah sepasang suami istri yang baru saja memulai tinggal bersama di Jepang.

Oktober 2016

Laura (L); Irwan (I)

I: Sayang, ada rencanamu keluar hari ini?

L: Gak ada, di rumah aja beresin koper sama rapiin barang.

I: OK. Yaudah, aku berangkat ke lab dulu. Love u.

L: Love u too.. (sambil mengantar sampai ke pintu)

Kebiasaan menghantar suami berangkat kerja masih terlaksana hingga saat ini.”

Kami pun memulai aktifitas masing-masing di pagi hari seperti biasanya. Hingga tiba-tiba ada panggilan masuk dari Laura.

L: Toilet bocor. Airnya sudah sampai ke dapur. (Nada panik terdengar dari suara Laura).

I: Hahh??? Coba pelan-pelan dulu ngomongnya. Gak paham aku. Itu kan toilet kering, gimana ada air bocor?

L: Tahu ember yang buat nampung air? Kita taruh kan selang buat semprotan toilet di dalamnya.

Fakta menarik

Hampir semua toilet di Jepang menganut sistem Toilet kering. Bagi yang tinggal di rumah tua biasanya toiletnya tidak ada sistem semprotan (semoga kalian paham yang saya maksud), hasilnya kalau buang air dibersihkan dengan tisu kering saja. Perlu kreatifitas lebih untuk bisa menggunakan kebiasaan seperti di Indonesia, salah satunya dengan ember kecil penampung air.

I: Iya, kan kosong airnya semalam.

L: Iya, ternyata air dari semprotan itu netes kecil-kecil dari semalam. Ini aku lagi beresin dapur dan air dari toilet sudah sampai ke dapur.

I: Hahhhhh…. Mati kitaaaa.. Bocorlah itu ke kamar apato yang di bawah kita.

L: Serius???

I: Iya, yang boleh basah kan cuma kamar mandi doank. Waduhhhh.. Yaudah bersihkanlah dulu.

L: Iya, ini lagi kubersihkan. Yaudah, lanjutlah dulu.

Advertisements

Ternyata, itu adalah awal dari rentetan kejadian penuh drama di hari itu. Sore harinya, Laura kembali menelepon.

I: Gimana? Udah kering toiletnya?

L: Toilet kita udah kering sih, tapi toilet di bawah kita yang basah kena rembesannya.

I: Hehhh? Tahu dari mana?

L: Tadi ada ibu yang ketuk pintu, ternyata tetangga bawah kita. Dia bilang toiletnya basah kena rembesan air dari bawah. Protes-protes gitulah pokoknya. Dia bilang ganti rugi apalah gitu.

I: Si ibu bisa bahasa Inggris?

L: Gak bisa, ya tadi kami ngobrol pakai google translate ditambah bahasa tubuh. Pulanglah sekarang sekalian ambil uang untuk ganti rugi.

I: Nanti jam 8 baru bisa pulang, ini lagi mau diskusi trus mau pergi part-time.

Setelah semua urusan selesai, akhirnya saya pun pulang ke rumah.

I: Yuk ke bawah minta maaf.

L: Kau aja lah, aku takut. Hehehe

I: Hemmm.. Ayolah sama-sama, sekalian kenalan juga.

Akhirnya kami berdua turun ke bawah untuk meminta maaf kepada tetangga atas kecerobohan kami. Ternyata, kami disambut oleh seorang nenek (N) yang adalah orangtua dari si ibu tersebut. Sedangkan si ibu yang bertemu Laura sedang tidak ada di rumah.

I: Selamat malam. Maaf menggangu. Kami mau minta maaf atas kesalahan kami karena air dari atas sudah merembes ke toilet rumah nenek.

N: Selamat malam. Ooo.. Kalian tetangga diatas ya. Orang baru ya? dari negara mana?

I: Iya, kami baru pindah kesini, kami dari Indonesia. Maaf ya nek sudah mengganggu.

N: Mari masuk..(Nenek pun berjalan menuju toilet untuk memperlihatkan kondisi toiletnya akibat rembesan air itu)

I: Hehhh, ternyata persediaan tisu toilet si nenek basah ya terkena rembesan air. Maaf ya nek atas gangguannya. Oiya nek, air yang merembes itu bukan air kotor. Airnya berasal dari kran air yang lupa kami tutup.

N: Iya gpp.. Oiya, kalian disini kerja?

I: Tidak nek, saya sedang kuliah dan isteri di rumah.

N: Hehhh.. kuliah? kenapa pulangnya malam sekali?

Advertisements

I: Ini tadi habis ada part-time dulu nek, setelah itu baru pulang. Oiya nek, kami ganti ya nek kerugiannya. Soalnya tadi kata istri, anaknya nenek udah ngobrol sama istri terus bilang ganti rugi. Kalau boleh tahu kami harus ganti berapa?

N: hehh.. Gpp.. gak perlu diganti. Tapi lain kali hati-hati yaa.

I: Hehh? serius nek? Makasih banyak ya nek. Maaf sekali lagi ya nek atas ketidaknyamanannya.

Selanjutnya kami pun berbincang-bincang sebentar dengan menggunakan bahasa Jepang yang terbata-bata.

Awal-awal kepindahan istri ke Jepang memang penuh drama padahal dulu waktu dia jadi turis tidak ada masalah apa-apa. Semuanya lancar, aman, damai, sentosa.

‘Kafunsho’ Alergi Serbuk Bunga

Musim semi adalah salah satu musim terindah di Jepang (Musim di Jepang). Tentunya daya tarik utamanya adalah keindahan BUNGA SAKURA. Tapi tunggu dulu, bagi sebagian besar orang yang sudah lama tinggal di Jepang, musim semi adalah musim terberat yang harus dilalui. KENAPA? Suhu udara yang sudah mulai hangat setelah melewati musim dingin adalah waktu yang tepat untuk tumbuhan kembali … Continue reading “‘Kafunsho’ Alergi Serbuk Bunga”

Berinvestasi Rp.100.000 di Reksa Dana.

Bagi sebagian besar orang, pasti sudah mengenal dan mengetahui apa yang dimaksud dengan Reksa Dana serta bagaimana cara bekerja dan lain sebagainya. Tapi, tidak dipungkiri bahwa masih banyak juga yang belum mengenal atau mengetahuinya. Saya termasuk kedalam katogori kedua, yaitu belum mengenal apa itu Reksa Dana. Latar belakang pendidikan saya yang berasal dari Teknik Nuklir … Continue reading “Berinvestasi Rp.100.000 di Reksa Dana.”

Jepang Mengajarkan ku: #1. Taat Administrasi.

Tinggal di salah satu negara maju memberikan pengalaman tersendiri terutama dalam urusan administrasi. Dari Jepang, saya belajar akan pentingnya taat dalam urusan beradministrasi mulai dari hal yang mungkin saya anggap enteng karena tidak (belum) pernah saya lakukan di negara sendiri. Berikut beberapa hal urusan administrasi yang perlu diperhatikan ketika mau tinggal di negara Jepang berdasarkan … Continue reading “Jepang Mengajarkan ku: #1. Taat Administrasi.”

Celotehan Suami Istri (CSI): #13. Gak bisa lewat sepedaku….

Sudah lama rasanya tidak menuliskan cerita seri tentang celotehan kecil ala suami istri. Kali ini menceritakan celotehan antara sepasang suami istri pada saat sedang bersepeda bersama Henokh.

Laura (L), Irwan (I), Henokh (H)

I: Ayo siap-siap…sepedaan jam 10 aja ya biar gak panas kali di jalan nanti.

L: Ok… Henokh siap-siap, ambil kaus kakimu nak di lemari.

H: (berjalan sambil berlari kecil mengambil kaus kaki di lemari)

Henokh sepertinya sudah paham kalau dengar kata “kaus kaki”, “sepeda” itu artinya mau jalan-jalan keluar.

L: Pakai rute yang mana nih kesana?

I: Aku hapalnya jalur 248, soalnya kita selalu kesana pakai jalur 248 kalau naik mobil.

L: Yaudah.. Yakin kan aman pakai sepeda lewat jalur itu? Ada trotoarnya?

I: Seingatku ada.

H: Huaaaa….Huaaaaa…(teriak-teriak kelamaan nunggu obrolan bapak mamaknya didepan pintu rumah)

L: Kaulah di depan ya bawa jalan. Jangan cepat-cepat.

I: Hemmmm…

15 menit kita lalui bersepeda dengan aman dan tentram. Trotoar yang lebar yang nyaman menemani di awal perjalanan.

I: Sayang, di depan ada perbaikan jalan, pelan-pelan.

L: Ok. Akulah di depan, biar kau yang jaga di belakang.

Setelah melewati rintangan kecil pertama, kami memasuki jalan lintas dari desa Tokai ke kota sebelahnya dimana trotoar di kiri maupun di kanan jalan dipenuhi oleh rerumputan tinggi, trotoar yang kecil dan sedikit berlumut. Hal ini tentu karena daerah ini jarang dilalui oleh pejalan kaki.

L: Inilah kau, kau bilang hapal jalan. Masa trotoarnya sempit udah gitu rumputnya tinggi-tinggi. Mana tanjakan lagi.. Gak bisa lewat sepedaku. (sudah mulai menggerutu)

I: Ya kan emang kubilang hapal jalan bukan hapal kondisi trotoar sepanjang jalannya. Buset tanjakan segitu doank loh. Itu sepeda listrik loh punyamu. Sepedaku cuman mengandalkan kekuatan dengkul dan napas..(sudah mulai terpancing emosi ditambah sinar matahari yang semakin panas)

L: Tahu gitu pakai rute yang lain aja kita tadi..

I: Hemmmm..(sambil terus menggowes sepeda di tanjakan).

H: wang..wangg..wangg..wanggg… (teriak-teriak memanggil anjing yang tiba-tiba muncul diseberang jalan)

Ya begitulah kondisi trotoar dipedasaan, secara umum hampir semua jalan punya trotoar akan tetapi karena jalan kaki bukan hal yang lazim ditemukan di desa (tidak seperti di kota besar seperti Tokyo) maka kondisi trotoarnya ada yang terbengkalai.

Advertisements

Hoaks, tidak kenal latar belakang pendidikan!!!

Pasti kita sudah sering dengan kata HOAKS. Secara sederhana Hoaks dapat diartikan sebagai berita atau informasi bohong. Seperti yang sudah kita ketahui, setiap perkembangan teknologi pasti akan memberikan dampak positif dan negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah penyebaran berita hoaks yang semakin menjamur. Salah satu alat penyebarannya adalah melalui media sosial. Penyebaran berita Hoaks ini … Continue reading “Hoaks, tidak kenal latar belakang pendidikan!!!”

Dampak COVID19 terhadap tagihan air (PAM) di Desa Tokai Jepang

Air adalah salah satu sumber utama dalam kebutuhan hidup sehari-hari. Banyak kegiatan sepanjang hari yang membutuhkan air mulai dari mandi, minum, hingga mencuci pakaian. Sejak menyebarnya kasus COVID19 di prefektur Ibaraki, tingkat pemakaian air pun semakin meningkat di rumah. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan oleh istri adalah wajib mandi setelah keluar dari rumah. Selesai bermain … Continue reading “Dampak COVID19 terhadap tagihan air (PAM) di Desa Tokai Jepang”

Dampak Tutupnya ‘STATION COM’ terhadap anggaran belanja rumah tangga

Abstrak Belanja kebutuhan sehari-hari adalah hal yang biasa dilakukan oleh hampir setiap orang. Di Desa Tokai cukup banyak tersedia supermarket baik itu yang besar atau kecil untuk mendukung kehidupan warga desa. Station Com adalah satu dari beberapa supermarket yang ada disini. Lokasinya yang dapat ditempuh kurang lebih 3 menit dengan jalan kaki menjadikan supermarket ini … Continue reading “Dampak Tutupnya ‘STATION COM’ terhadap anggaran belanja rumah tangga”

Celotehan Suami Istri (CSI): #12. Drama Hujan Dadakan

Malam ini, kami sedang menikmati malam sambil bercerita santai ditemani oleh anak kami, Henokh, yang sedang ikut duduk sambil mendengar orangtuanya bercerita.

Salah satu kejadian yang membuat kami tertawa terbahak-bahak hingga Henokh heran, adalah kisah di bulan September 2019. Kejadian di hari Minggu sore yang tidak mungkin kami lupakan.

Seperti biasanya, hari Minggu kami cukup sibuk untuk mempersiapkan diri berangkat ke gereja. Ibadah gereja yang dimulai pukul 18:00 JST membuat kami harus mempersiapkan banyak hal terutama untuk Henokh. Setiap minggu, kami berusaha untuk tiba di gereja sekitar pukul 17:00 – 17:30 JST untuk mempersiapkan beberapa hal sebelum ibadah dimulai.

Pagi harinya, kami melihat ramalan cuaca yang memberitahu akan ada hujan di sore hari sekitar pukul 16:00 hingga malam hari. Untuk mencegah kehujanan, kami pun berencana berangkat lebih cepat dari rumah dengan menggunakan bus menuju stasiun Tokai. Berdasarkan informasi dari Google Map, ada bus dari halte di dekat rumah pukul 14:49 JST. Karena jarak dari rumah ke halte sekitar 5 menit jalan kaki, maka kami pun keluar dari rumah pukul 14:35 JST.

Karena kami tahu akan turun hujan, maka kami tidak membawa stroller Henokh supaya lebih ringkas.

Menunggu Bus

Halte busnya hanya berupa tiang kecil berisi jadwal kedatangan bus dan tidak mempunyai tempat duduk dan tempat berteduh.”

Mami Henokh dan Halte bus.

Kami tiba lebih cepat di halte bus dan tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15:00 JST tapi bus juga belum tiba. Hal yang wajar ketika bus datang terlambat karena ada kemungkinan terjadi kemacetan.

Hujannya Turun

Masih asik mengobrol sambil menunggu bus, tiba-tiba tanpa pemberitahuan ataupun aba-aba hujan turun dengan derasnya. Otomatis, kami langsung membuka payung dan diam di tempat.

L: Sayang, hujannya deras amat nih. Payungin bagian belakangku biar gak basah. Aku mayungin bagian depan biar Henokh gak basah.

I: OK. Tapi aku jadi basah cui. Gimana ini, mana busnya gak muncul-muncul. Mau nunggu atau telpon taksi?

L: Nunggu aja 5 menit lagi.

Hujan masih turun dengan lebatnya, celana bagian bawah sudah mulai basah, sepatu juga sudah mulai basah.

I: Sayang, kaos kaki mu basah gak?

L: Nggak sih, kenapa?

I: Aseemmm, berarti sepatuku bocor nih bagian bawahnya, kaos kakiku udah terendam air. Kebanjiran sepatu sebelah kanan. Pulang dulu aja lah kita, nanti naik taksi aja dari rumah ke stasiun.

L: Yakin?

I: Hemmmm, nunggu dulu aja deh 5 menit lagi.. Hahaha

L: Henokh gimana? Basah gak gendongannya?

I: Henokh aman, kakiku yang gak aman, udah terendam air yang sebelah kanan. Ayok pulang aja dulu.

Akhirnya, kami pun menyebrang jalan hendak menuju ke rumah.

I: Sayang, ayo nyebrang lagi!!!! Itu busnya udah mau datang…Dikerjain sama bus bah kita.

L: Huahahahaha..

Kami pun bergegas menyebrang kembali menuju halte bus. Bersamaan dengan itu, tiba juga akhirnya bus yang ditunggu-tunggu. Sambil sedikit menggerutu dengan bahasa Indonesia, kami pun naik ke dalam bus.

Ya ampun, ternyata ada dua orang ibu-ibu Indonesia di dalam bus tersebut yang sepertinya mendengar ocehan kami. Hahaha.

Sambil kenalan singkat, ternyata mereka bekerja di salah satu lembaga pemerintahan yang sedang mengikuti traning di tempat saya bekerja.

Perkenalan dan cerita yang sangat singkat mengingat jarak dari halte tersebut menuju stasiun hanya berkisar 5 menit menggunakan bus.

Dibecandain sama hujan

Belum lagi sampai di stasiun, hujan sudah berhenti total. Benar-benar berhenti dan langit langsung cerah lagi. Awan hitam yang berada di Desa Tokai selama 20 menit tersebut hilang ntah kemana.

Ya ampun, rencana mau berangkat cepat biar gak kehujanan, malah jadi kehujanan. Hahaha

I: Sayang, ayo beli sepatu sama kaus kaki dulu di toko sepatu yang di Stasiun Mito.

L: Hahhh? Beli sepatu? lah kan yang basah kaos kaki?

I: Lah, kalau beli kaus kaki doank, ntar basah lagi donk kakiku. Kan yang bermasalah sepatunya.

L: Pandai kali bah, sengaja kau kan pakai sepatu yang bocor biar bisa beli sepatu lagi. Itu di lemari masih ada sepatumu.

I: Hahahaha…

Kejadian ini cukup membuat Laura tertawa terpingkal-pingkal kalau mengingat kejadian itu.

Celotehan Suami Istri (CSI) : #1. Saham Anjlok, Uang jajan hilang.

CSI (Celotehan Suami Istri) Sebagai pasangan suami istri, tentunya kami sering ngobrol ngalur ngidul di meja makan. Mulai dari hal serius sampai hal receh. Mulai dari masa depan, pekerjaan, anak, hingga gosip. Ini adalah salah satu ceritanya. Laura sudah hampir 7 tahun ini bermain di dunia persahaman. Walaupun belum bisa di bilang expert (ahli) tapi cukup … Continue reading “Celotehan Suami Istri (CSI) : #1. Saham Anjlok, Uang jajan hilang.”

Perlu gak ya Dana Pensiun?

Saya termasuk salah satu dari mungkin ribuan orang yang tidak begitu peduli dengan yang namanya dana pensiun. Bukti utamanya adalah saya merasa dana pensiun yang dipotong setiap bulan dari gaji sudah cukup nantinya untuk kehidupan saya bersama keluarga setelah saya menjalani masa pensiun. Oleh karenanya, saya tidak begitu memikirkan lebih lanjut lagi dan merasa sudah … Continue reading “Perlu gak ya Dana Pensiun?”

Bersepeda ke Kota Hitachinaka di Jepang

Di jepang, bulan Juni terkenal dengan musim hujannya dimana hujan dapat berlangsung sepanjang hari atau bahkan selama seminggu dengan intensitas yang berbeda-beda. Kebetulan sekali hari Sabtu ini menurut prakiraan cuaca tidak terjadi hujan meskipun diramalkan kondisi cuaca berawan. Mengetahui hal ini, kami pun memutuskan untuk menikmati Sabtu ini dengan bersepeda keliling desa (rencana awal). Akan … Continue reading “Bersepeda ke Kota Hitachinaka di Jepang”

Celotehan Suami Istri (CSI): #11. Misteri hilangnya tepung roti.

Rasa penasaran mami Henokh semakin menggebu-gebu belakangan hari ini.

Dari sekian banyak roti yang dibuat mulai dari roti tawar, roti isi coklat dan aneka macam isi, hingga pizza telah berhasil disajikan sebagai cemilan rumah. Namun, ada satu jenis roti yang masih belum berhasil dengan sempurna disajikan walaupun sudah beberapa kali dicoba.

Akhir pekan yang lalu, mami Henokh pun hendak mencoba membuat roti tersebut. Akm tetapi dia baru sadar kalau tepung roti di rumah sudah habis.

Advertisements

L : Sayang, jaga Henokh ya. Aku mau ke AEON beli tepung.

I : Lah, itu yang dirak gak tepung?

L : Yang protein tinggi lohhhh..

I : Lah, emangnya ada bedanya? Sama aja kulihat semuanya itu bentuknya. Hahaha.

L : 😤😤

I : Yowes pergilah. Jangan lama kali.

Mami Henokh pun bergegas pergi dengan mengayuh sepeda menuju AEON. Jarak dari rumah ke AEON sekitar 1.5 km.

10 tahun kemudian…

I : Busettt.. lama kali bah mau beli tepung aja. Yang sampai ke Tokyo kau beli tepungnya?

L : (sambil napas ngos-ngosan) Aduhh gak ada tepungnya di AEON. Udah kukelilingi semua supermarket di desa Tokai ini. AEON, YORKBENIMARU, FOOD OFF, KAZUMI, MATSUMOTOKIYOSHI. Udah capek kali aku.

I : Hahhh.. itu namanya kau keliling desa..🤣

L : Tadi kan udah kubilang. Kau gak percaya.

Hingga tulisan ini diterbitkan tepung tersebut masih belum diketahui keberadaannya.

Adakah yang mempunyai kasus yang sama di sekitar daerahnya?

🧐🧐🧐

Celotehan Suami Istri (CSI): #9. Mau makan tepung?

Mami Henokh sedang memulai hobi baru ditengah kondisi work from home yaitu membuat roti.

Hal utama yang menjadikan ini hobi baru mami Henokh adalah sang suami dan anak yang doyan makan roti.

Beberapa minggu lalu, mami Henokh pergi ke grosir (Costco) untuk membeli kebutuhan mingguan. Sesampainya dirumah, dia langsung memulai obrolan sebagai berikut:

L : Sayang, tadi aku nemu tepung roti. Tapi masih galau mau beli sekarang atau besok-besok aja.

I : Kenapa emangnya? beli aja lah.

L : Harganya sekitar ¥3.000.

I : Hahhhhh.. Tepung roti apaan segitu harganya?

L : Ukuran 20 kg lohhhh…

I : Hahhhhh.. 20 kg? Mau makan tepung kita bulan ini? Beras kita sebulan aja gak nyampe 10 kg loh.

L : Iya jugakk.. Yaudah ntar aja deh kubeli.🤣

Minggu lalu, mami Henokh pun pergi ke Costco untuk kembali membeli buah dan kebutuhan dapur lainnya.

Sesampainya di rumah, dia langsung histeris bercerita:

L: Tepungnya Habis!!! Aku menyesal tidak membelinya.

I : Hehhh.. habis??? Tapi beras masih ada kan?

L : Iya masih ada dijual.

I : Wahh, syukurlahh gak jadi makan tepung kita..hahaha

L : 😐😐😐

Celotehan Suami Istri (CSI): #9. International Mother’s Day

Setelah selesai beberapa rangkaian kegiatan di hari Minggu sore hingga malam, akhirnya tiba waktunya mengecek HP untuk melihat perkembangan dunia maya. Salah satunya adalah kiriman gambar di salah satu grup WA mengenai Mother’s Day.

Awalnya cukup heran dan bertanya-tanya, ada peringatan apa di hari Minggu 10 Mei 2020?

Demi menjawab pertanyaan itu, akhirnya saya pun bertanya ke istri.

Laura (L), Irwan (I), Henokh (H)

I : Sayang, ada peringatan apaan hari ini? kenapa ada pesan ini ya di grup? *sambil menunjukkan HP ke istri.

Gambar yang diterima dari grup WA.

L: Oo.. International Mother’s Day.

I: Owalah.

L: Udah. Gitu doank?

I: Hahh? Terus mau gimana?

L: Gak ada kasih ucapan atau apaan gitu. *muka sudah mulai sebel.

I : Selamat hari ibu internasional. Udah kuucapin yaa..Hahaha

L: Hemmmmmm.. Gak berubah yaa dari dulu.

Keesokan harinya

I: Sayang, pagi ini aku WFH trus siang ke lab ya.

L: Ok.

Seperti biasanya, sebelum pulang dari lab menuju ke rumah, saya selalu bertanya apa ada yang mau dibeli di supermarket ke mami Henokh.

I: Sayang, aku mau pulang. Ada titipan gak?

L: Beli susu aja di supermarket.

I: Ok.

Setibanya dirumah, peraturan selama masa covid19 adalah langsung menuju kamar mandi dan mandi dulu sebelum masuk ke ruang tamu.

Kebanyakan tipe apartemen di Jepang memberikan posisi kamar mandi dan toilet di area dekat pintu masuk. Mirip dengan sistem kamar hotel lah kira-kira.

Cheesecake, kue kesukaan Mami Henokh.

I: Ini susu dan cheesecake kesukaanmu.

L: Hehhh.. dalam rangka apa? tumben kali.

I: International Mother’s Day.

L: Gitu donk..ehhhh, beli pakai uang apa ini?

I: Ya uang belanja lahhh..hahaha

L: 😤😤😤😤

Celotehan Suami Istri (CSI): #8. Suamiku (sok) Jagoan

Puji Tuhan. Akhirnya malam itu Henokh lahir dengan selamat.

Laura pun dalam keadaan sehat walaupun beberapa jam sebelumnya teriakan demi teriakannya memecah keheningan malam di ruang bersalin.

Di RS ini, bayi yang baru lahir ditaruh di ruangan khusus dengan tujuan memberikan kesempatan kepada para ibu untuk beristirahat. Para susterlah yang menjaga bayi-bayi yang baru lahir tersebut.

Setelah semuanya dibersihkan, saatnya saya dan Laura kembali ke kamar dan Henokh ke ruangan bayi bersama teman seangkatannya.

“Henokh adalah bayi terakhir yang lahir di hari itu.” 

Laura (L), Irwan (I), Suster (S)

L&I : Terimakasih banyak atas bantuannya suster. Maaf sudah banyak merepotkan.

S: Iya, sama-sama. Ini pertama kalinya saya membantu lahiran orang Indonesia. Oiya, nanti kalau mau buang air kecil jangan lupa panggil suster jaga ya.

L&I: Ok Suster


Setelah itu, saya dan Laura pun kembali ke kamar. Laura masih dibantu oleh alat sejenis infus yang harus dibawa-bawa kemana pun dia pergi. Termasuk ke toilet. Mungkin ini kali ya alasan susternya harus dipanggil buat membantu.


Suasana dikamar pun berbeda dengan beberapa jam yang lalu. Saat ini, suasana hati Laura sudah senang dan ceria. Saya pun sudah bisa rebahan di sofa sambil pegang HP.

L: Senang kali aku, udah lahir Henokh kita.

I: Iyaa, gak nyangka yaa bisa lahir di hari ini. Jadi nambah lah ya biaya karena lahiran di hari Minggu.. Hahaha


Ada tambahan biaya kalau lahiran di hari Minggu dan hari libur. Hal ini sudah dijelaskan diawal sewaktu memutuskan menggunakan jasa RS ini.


L: Kenapa itu pulak lah yang bapaknya ini pikirkan..Ckckkckc.. Aku mau buang air kecil.

I : Yaudah, perlu panggil suster? Atau bisa sendiri?

L: Kucoba dulu sendiri lahh..(sambil berusaha turun dari tempat tidur). Aduhh, gak bisa ini banyak kali infus disini. Panggil suster aja.

I: Hemmmmm.. Sambil menekan tombol yang ada disamping ranjang. 

Tidak sampai semenit, akhirnya suster sudah di kamar.

S: ..(mau ngeluarin hp untuk mengetik sesuatu)

I:..(waduh bisa lama ini kalau nunggu dia ngetik dulu) Suster, Laura mau ke toilet. Tolong bantuin yaa.

S: Ok. Kamu tunggu disini aja ya.

I: Ehh, Gpp suster. Saya bantuin bawa alat infus ini aja. Gpp kok. Tenang aja suster.

L: Yakin kau mau ikut? Kuat gak nanti. Kemungkinan masih ada da**h loh.. Ntar pingsan pulak.

I: Gpp lohhh.. Daripada kau ribet sambil pegangin itu infus. Sini aku aja yang bawa itu alatnya.

S: Tolong ambilkan itu (sambil menunjuk semacam tisu basah khusus buat ibu yang baru melahirkan).

Suster pun membantu istri di toilet sedangkan saya menunggu di depan pintu.

I: Waduuhhhh.. banyak kali da**hnya.. gpp itu?

S: Iya gpp. Wajar aja.

I: Sayang, pusing kepala ku. Lemas udah tanganku. Suster, pegangin ya alat ini. Saya mau duduk di sofa.

L: Hemmmmm bandal.. Udah lah tadi kubilang gk usah. Sok jago kau mau bantuin. Udah duduk aja sana. Itu makan bento tadi siang biar ada tenagamu. Awas sampai pingsan! Repot aku nanti ngurusinnya.

I: …(muka pucat sambil berusaha duduk ke sofa)

 

Celotehan Suami Istri (CSI): #7. Sedikit lagi, Semangat !!!

Sore itu, akhirnya suster di RS memutuskan untuk melakukan persalinan. Saya dan istri berjalan menuju ke ruang bersalin di temanin sama dua orang suster.

Sesampainya di ruang bersalin, Laura diberi kesempatan dulu untuk menikmati makan malam. Tapi, rasa sakitnya kontraksi mengalahkan rasa laparnya. Akhirnya, saya dipersilahkan menghabiskan makan malamnya.

“Dihabiskan aja makanannya, soalnya sudah dibayar. Sayang kalau dibuang.” Begitulah ujar salah seorang susternya.

Sudah dua jam kami di dalam ruang bersalin. Saat itu hanya ada saya, istri dan suster.

Laura (L), Irwan (I), Suster (S)

L: Lama kali ini prosesnya, kalau belum keluar bisa ditunda aja besok? Terjemahin itu ke susternya.

I: Ok.. (terus ngomong ke suster seperti yang disampaikan istri).

S: Heeeee..(muka bingung dan kaget orang Jepang).. Gak bisa ditunda besok. Harus hari ini. Sudah kelihatan kok.

I: Ok. (sambil menjelaskan lagi ke istri)

S: Sekali lagi yaa…PUSHHHHHH!!!!

L: Haiiikkk… (sekuat tenaga mengikuti instruksi suster).

I: (menahan sakitnya tangan yang dicengkram istri)

L: Udah kupush.. Udah keluar belum?

S: Belum… Lebih kuat lagi.

L: Mau sekuat apa lagi kupush. Udah mau mati aku mengpushnya.

I: perlu kuterjemahkan yang ini ke suster?

L: Gak Perlu..!!! Tanyakan dulu bisa pakai penahan rasa sakit ?

I: Suster, boleh dikasih penahan rasa sakit?

S: Gak Boleh. Sealami mungkin yaaa.

I: (menjelaskan ke istri) gak boleh katanya. Sealami mungkin.

L: OMG… udah gak kuat aku. Ambil dulu minum itu.


Melihat pembicaraan dan ekspresi laura yang sudah mulai kelelahan, akhirnya suster mengambil HP dan menuliskan sesuatu.

“Oiya, susternya tidak bisa bahasa inggris atau indonesia jadi kalau berkomunikasi dengan kami menggunakan google translate atau sejenisnya”


Cukup lama saya perhatikan suster itu mengetik di HPnya. Mungkin sesuatu yang sangat penting untuk dijelaskan. Makanya, harus pakai google translate biar tidak salah.

Setelah selesai mengetik, akhirnya HP itu diperlihatkan ke Laura.

Saya yang melihat tulisan itu pun cukup kaget dibuatnya.

 

Sedikit lagi, Semangat!!!

Yaa ampun mbak eee, kalau itu aja yang mau dijelaskan, saya dan istri masih paham loh kalau diomongin pakai bahasa Jepang.😂😂


Sebelumnya di: Celotehan Suami Istri: #5. Gak boleh kawin lagi !!!

Celotehan suami istri: #6.Bingung pilih stroller bayi.

Hampir semua orang yang punya bayi di Jepang pasti mempunyai stroller (kereta bayi). Hal ini dipengaruhi oleh aktivitas perjalanan yang pada umumnya menggunakan transportasi umum.

Sewaktu kami tinggal di Tokyo, sering sekali melihat orang tua membawa bayinya menggunakan stroller entah itu berbelanja di supermarket, bermain di taman, serta aktivitas lainnya yang menggunakan kereta. Sering juga melihat ibu-ibu membawa bayi dengan stroller menikmati pemandangan di dalam kampus.

Menjelang kelahiran Henohk, kami pun sudah memutuskan untuk membeli stroller. Kami sudah membayangkan jalan-jalan menikmati taman di desa Tokai sambil Henokh duduk di dalam strollernya.

Yang menjadi persoalan adalah mau pilih stroller yang bagaimana?

Laura (L), Irwan (I)

Desember 2018

I: Sabtu ini kita ke Akachan (salah satu toko bayi) lihat stroller?

L: Ntar aja lah, aku cari-cari di Amazon dulu. Mau cek-cek harga dulu sama jenis-jenisnya.

I: Yowes. Kabarin kalau udah dapat. Berapa budget mu kesana?

L: Kalau bisa murah, bagus, tahan lama, kokoh. Ya gitu dehhh kriterianya. Kriteria mamak-mamak lah yaa..

I: Aku pengen yang AirBuggy. Waktu kita kemarin ke AEON langsung suka bentuknya dan sepertinya cukup kokoh.

L: Busett, bukannya itu lumayan mahal ya. Ntar dulu lah kucari di Amazon dulu.

Februari 2019

I: Oiii, gimana nasib stroller ini? Bulan depan Henokh udah mau lahir loh?

L: Sabar lohhh… ini masih cari-cari lohh..

I: Busetttt, sampai kapan mau kau cek? Nunggu Henokh besar dulu baru dibeli itu strollernya?

L: Iya lohhh.. Sabtu ini kita ke Akachan sama AEON yuk. Ada yang udah kucari di amazon, jadi mau lihat barangnya dulu.


Hari Sabtu itu, kita pun pergi ke Akachan untuk melihat-lihat stroller bayinya. Kebetulan disana ada juga di jual stroller AirBuggy yang saya incar. Sedangkan istri, masih tetap galau mau beli yang mana karena model yang dilihat di Amazon tidak ada di toko.

Karena istri masih galau, maka kami pun menunda membelinya saat itu.


Maret 2019

Henokh pun sudah lahir dengan selamat dan dalam keadaan sehat. Tapi, stroller buat Henokh belum ada karena Mami Henokh kelamaan mikir.

I: Tuhh, udah seminggu sejak Henokh lahir loh. Stroller pun belum jadi dibeli.

L: Hahahah.. Iya lohhhh.. Sabarr..

I: Udah sabar kali pun aku nunggu kau. Udah dari Henokh di dalam perut loh sampai udah lahir loh. Ini aja persoalan kita yang belum terselesaikan.

L: Bulan depan lah kita cek-cek lagi ke toko.

I: Sabtu aja kita ke toko, sekalian beli perlengkapan Henokh.


Hari Sabtunya di Akachan. Istri sedang mencari-cari baju untuk Henokh, sedangkan saya menuju ke bagian stroller.


I: Udah kubeli AirBuggynya. Kelamaan kalau nunggu kau mikir. Hari Selasa di kirim karena warna yang kupesan gak ada disini.

L: Lohhhh, udah dibeli? Mahal lohh..

I: Yaudah, itu hadiah ku buat Henokh..

L: Berarti gak potong uang belanja yaa..

I: Hemmmm..

L: Gitu donk.. Coba bilang dari dulu, udah dari dulu kita beli..Tapi, hadiah buatku manalah??Henokh dikasih, mana buat ku?

I: ……