Mengejar Cinta (2): Boleh minta nomor HP kamu?

Sebelumnya di: Mengejar Cinta (1): Janji


Biar agak nyambung, baca juga: How I met your mother (4)


April 2010

Akhirnya urusan skripsi kelar juga. Tinggal menunggu wisuda di bulan Mei. Wah, waktunya untuk fokus mengejar Laura. Cara satu-satunya dengan kembali les ke ELTI, setelah hampir sebulan absent karena kesibukan tugas akhir.

Banyak Perubahan

Woow, ternyata banyak perubahan yang terjadi di dalam kelas dan yang paling terlihat adalah keakraban yang sudah terjalin dari Nila, AAng, Ratna, Andi, Laura dan Metha. Lumayan sering juga mereka nongkrong bareng selama menjadi les di ELTI.

“Sabtu malam ke Happy Puppy yuk. Ucap salah seorang dari kami sebelum meninggalkan ELTI.”

Karena Laura bilang OK, otomatis saya pun bilang OK. Walaupun biasanya saya lebih sering menghabiskan waktu di kosan nonton film di hari Sabtu.

“Saat itu saya sedang belajar menonton film barat dengan tidak menggunakan subtitle (Mengasah kemampuan listening).

Sabtu itu adalah pertama kalinya saya ngobrol dengan Laura diluar ELTI. Disitu juga saya mengkonfirmasi di dalam hati kalau ternyata gadis yang saya temui di HKBP itu adalah Laura.

“Aku gak bisa sampai malam ya (jam 9 malam), besok pagi mau gereja (HKBP), ujar Laura”

Makan malam bareng yuk.

Tidak terasa perjalanan kami di tempat les ini mendekati akhir. Beberapa dari kami sudah memutuskan tidak lanjut lagi karena ada yang sudah diterima kerja, sedang mencari kerja, fokus skripsi, dll.

“Sebelum kita selesai di level ini, yuk makan malam bareng. Sepertinya kami sadar kalau akan sulit bertemu di minggu-minggu setelahnya.”

AAng, Metha, Andi, Laura, Irwan, Ratna, dan Nila. Kami bertujuh akhirnya mencoba sebuah tempat makan yang baru buka di daerah Jalan kaliurang km 4.5.

Entah kebetulan atau tidak, saya berkesempatan duduk berhadapan dengan Laura. Disini kami sudah mulai ngobrol banyak hal terutama tentang rencana mencari kerja dan mau bekerja dibidang apa, dll.

Hampir semua berencana mencari kerja selepas kuliah, sedangkan saya memilih untuk lanjut sekolah dibandingkan mencari kerja.

Itu adalah makan malam bareng yang berkesan bagi saya karena bisa ngobrol dengan Laura. Selain itu, bagi saya sendiri ini makan malam pertama bareng mereka. Ternyata mereka semua orangnya sangat bersahabat dan menyenangkan diajak ngobrol banyak hal.

Parkiran Motor

Saya menyempatkan diri berbicara dengan Laura disaat teman-teman yang lain menuju kendaraan masing-masing.

“Oiya, boleh minta nomor kamu?”, ujar saya ke Laura.

“Boleh, btw kalau ada waktu mampir ke rumahlah sama Andi. Nanti tak buatin ikan mas naniura”, begitulah balasan Laura.


Sejak saat itu, proses PDKT pun dimulai.

Episode 3: PDKT

Note:

  • Sampai sekarang (udah nikah) tawaran dibuatin ikan mas naniura tidak pernah terjadi. 😌😌
  • Ikan mas naniura, masakan khas Batak Toba.
  • Mirip dengan sushi lah kalau versi Jepang.

Terbang Bersama Henokh: Doloksanggul – Jakarta

Tidak terasa masa liburan akan segera berakhir dan Henokh harus kembali ke Jepang. Ini adalah salah satu perjalanan terlama di liburan musim panas 2019.

Untuk perjalanan pulang ke Jepang, kami memilih menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Alasan utamanya adalah harganya yang cukup bersahabat dengan kapasitas bagasi hingga 46 kg/orang. Secara total kami bisa memuat sekitar 110 kg (bagasi + kabin).

“Bahkan bagasi 100 kg pun terasa belum cukup buat mami Henokh.”

Perjalanan kali ini memiliki rute penerbangan: Kuala Namu – Soekarno Hatta – Haneda. 

Sebenarnya ada bandara Silangit yang lebih dekat dari Doloksanggul. Akan tetapi, jadwal penerbangannya tidak sesuai dengan jadwal kami.

Doloksanggul – Kuala Namu

Jadwal keberangkatan pesawat dari Kuala Namu menuju Soekarno Hatta sekitar jam 2 siang. Artinya kami harus berangkat paling lama jam 4.30 pagi dari Doloksanggul.

“Doloksanggul adalah ibukota dari kabupaten Humbang Hasundutan. Perjalanan dengan mobil memakan waktu sekitar 5-6 jam menuju Bandara kuala namu.”

Ini adalah perjalanan yang cukup menguras tenaga.

Kami meninggalkan kota Doloksanggul di pagi hari yang sepi sehingga perjalanan sangat lancar. Henokh dan maminya pun masih terlelap di sepanjang jalan. Sayangnya, saya tidak bisa langsung tidur sehingga hanya bisa memandang ke arah jalan.

Sekitar jam 7 pagi, kami tiba di kota Parapat (Danau Toba). Disini kami singgah untuk sarapan. Warung soto Medan menjadi pilihan yang tepat untuk mengisi perut. Selain itu harganya pun masih pas di kantong. 

“Pernah kami makan di salah satu rumah makan Padang di Parapat dan ketika bayar cukup kaget dengan harganya. Buat para pedagang di sekitar Danau Toba, cobalah buat harga di setiap menu makanan sehingga pengunjung tahu dan tidak terkejut.

Sekitar jam 07:30, kami pun melanjutkan perjalanan. Tidak ada kendala yang berarti selama perjalanan. Namun hujan lebat yang turun di kota Siantar sempat membuat arus lalu lintas sedikit terhambat.

Jalan tol Tebing Tinggi – Kuala Namu

Kami menggunakan jasa tol yang baru selesai di bangun untuk mempersingkat waktu tempuh menuju bandara. Benar saja, pilihan ini membuat kami bisa mempersingkat waktu tempuh sekitar satu jam.

Disepanjang ruas jalan tol, hampir tidak bisa ditemui rest area. Ada beberapa lokasi yang masih dalam tahap pembangunan ruas tol.

Selain itu, kondisi jalan tol yang hampir lurus sepanjang jalan menuju kuala namu adalah tantangan tersendiri untuk para pengemudi. Dipastikan rasa kantuk akan datang menyerang dengan kondisi jalan seperti itu. Pastikan pengemudi dalam kondisi fit dan menepilah untuk beristirahat di rest area atau sebelum memasuki jalan tol ketika merasa ngantuk.

“Biaya tol tebing tinggi – kuala namu sekitar Rp. 50.000 “

Bandara Kuala Namu

Akhirnya sekitar jam 12 siang kami tiba di bandara Kuala Namu.

Kami memanfaatkan total bagasi sebesar 96 kg dengan komposisi 2 koper besar, 1 tas ukurang sedang, dan dan 1 kontainer ukuran L.

Bagaimana nantinya membawa barang segitu banyak dari Bandara Haneda ke rumah? GAMPANG.  Karena saya sudah cukup familiar dengan kondisi bandara Haneda maka sangatlah mudah menurut saya. Semua bagasi nantinya tidak perlu dibawa sendiri dari bandara menuju rumah. Cukup menggunakan jasa pengiriman yang tersedia di bandara. Maka barang akan tiba di rumah keesokan harinya.

Setelah proses check in selesai, kami melanjutkan makan siang dan mengganti popok Henokh. Hanya ada sekitar 1.5 jam sebelum kami masuk ke ruang tunggu. Waktu yang cukup untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Bagaimana Dengan Henokh?

Perjalanan panjang dari Doloksanggul ke KualaNamu ternyata membuat Henokh terasa lelah. Nangis dan menyusui adalah hal yang bolak balik terjadi sepanjang perjalanan sejak dari Tebing Tinggi ke Kuala Namu.

Henokh sepertinya cukup bosan dengan kondisi dipangku dan digendong sepanjang perjalanan. Kami sebagai orangtuanya sudah paham betul hal ini. Naik mobil dari gereja ke rumah yang hanya 30 km aja Henokh bisa nangis karena bosan dipangku. Apalagi dari Doloksanggul ke Kuala Namu yang berjarak sekitar 230 km.

Kuala Namu – Soekarno Hatta

Penerbangan dengan pesawat Garuda Indonesia hari ini cukup ramai. Sepertinya hampir semua kursi di tiap kelas penuh. Beruntunglah kami yang bisa dapat kursi di barisan depan.

“Saat itu kami sudah tidak berharap banyak kalau Henokh akan duduk, tidur dan tenang selama penerbangan.”

Di barisan kami, ada seorang ibu yang baru saja selesai mengikuti seminar di Medan. Beliau dan rombongannya mau kembali ke Makasar.

Sejak awal, kita sudah minta maaf dulu apabila nanti Henokh nangis dan mengganggu istirahat beliau. Tapi beliau cukup baik hati dan pengertian. Ternyata beliau masih mempunyai hubungan saudara dengan salah satu teman saya (namanya Rama) dari Makasar yang sedang menempuh pendidikan di Tokyo Tech.


Baca juga:” 2 Days Trip” Gunung Fuji (Part 3/3)


“Kita sempat ambil foto bareng di pesawat. Kata beliau mau dikasih lihat ke Rama.”

Benar saja, Henokh sangat rewel di penerbangan ini. Dari awal hingga kami mendarat tangisan Henokh cukup membuat kami tidak bisa beristirahat selama penerbangan.

Maklum lah, ini adalah perjalanan 12 jam non-stop pertama buat Henokh.

Setibanya di bandara, kami langsung menuju penginapan yang masih berada disekitar wilayah bandara Soekarno Hatta.

Begitu sampai di penginapan, Henokh langsung direbahkan di atas kasur dan langsung terpancar senyum ceria Henokh. Tentunya suhu AC langsung diatur pada suhu minimum karena Henokh tidak tahan dengan suhu udara yang panas.

“Henokh, si bayi musim dingin.”

Dari awal kami memang memilih untuk bermalam di Jakarta sebelum melanjutkan penerbangan ke Tokyo.

Keluarga besar Henokh

Rasanya tidak sopan kalau mampir ke Jakarta tapi tidak mengabari keluarga dekat kami. Tapi, mengingat kondisi kami yang cukup lelah dan harus melanjutkan penerbangan jam 7 pagi di keesokan harinya, maka mereka bersepakat dan berbaik hati untuk datang mengunjungi kami di penginapan.

IMG_8982
Henokh dan Bulangnya. (Bulang artinya Kakek dalam bahasa Batak Karo).

“Terima kasih untuk Ompung, Uda, Inanguda, Tante, dan Bibi yang sudah mau mengunjungi Henokh. Semoga di lain waktu bisa bertemu lagi.”


Ternyata pilihan untuk bermalam di Jakarta sangat tepat menurut kami karena Henokh punya waktu untuk beristirahat yang cukup sebelum penerbangan panjang selanjutnya.

Es Pisang Ijo, cemilan manis di akhir pekan.

espisangijo
Ilustrasi Es Pisang Ijo, cemilan manis khas Makasar.

Ada yang belum tahu dengan cemilan khas Makasar ini? Cobalah nikmati sensasi makan Es Pisang Ijo, dijamin ketagihan.

Dari Makasar ke Tokyo

Beruntung sekali saya punya teman baik dari Makasar, sebut saja namanya Udin (bukan nama samaran). Sudah orangnya baik, pintar pula untuk membuat Es Pisang Ijo.

Bagi mereka yang tinggal di Jepang bukan hal yang mudah untuk mendapatkan jajan pasar khas Indonesia. Sering kali rasa rindu terhadap jajanan pasar ini menghampiri tanpa diundang.

Setiap daerah punya ciri khas jajanan pasar masing-masing. Bagi saya yang berasal dari Medan, tentunya Lontong dan Soto Medan sering kali terbayang dipikiran. Sedangkan bagi Udin, Coto Makasar dan Es Pisang Ijo menghiasi pikiran dikala rasa penat dan jenuh   datang melanda.

Sering kali dia mengundang saya untuk menikmati Es Pisang Ijo hasil karyanya.

“Menikmati makanan khas Indonesia ternyata bisa melepas rindu terhadap tanah air dan memperoleh semangat baru dalam mengerjakan penelitian di kampus.”

Ternyata cara membuatnya cukup mudah dan bahan yang digunakan sangat sederhana. Akhirnya, saya tertarik untuk belajar membuat Es Pisang Ijo.


Cara membuat Es Pisang Ijo

Jumlah porsi: 6

A. Pisang

  • Rebus 6 biji pisang hingga kulitnya mekar. Estimasi sekitaran 15-20 menitan.

B. Bahan kulit:

  • 150 gram tepung terigu (9 sendok makan).
  • 250 ml santan.
  • 1 butir telur.
  • 1 sendok teh pandan pasta.
  • 1 sendok makan minyak goreng.
  • 1/2 sendok teh garam

Cara membuat Dadar Gulung:

  • Pertama Campur terigu, telur, minyak dan garam.
  • Aduk sambil ditambah santan yang telah dicampur dengan pandan pasta. Aduk hingga rata dan halus. (Adonan berwujud kental, jadi misalkan terlalu encer, tambahkan terigu sedikit demi sedikit).
  • Panaskan wajan datar diameter 20 cm dan olesi dengan minyak goreng.
  • Tuang 1 atau 1,5 sendok sayur adonan kulit. Putar putar wajan agar adonan tipis dan merata. Biarkan hingga sedikit kering lalu diangkat. Lakukan terus sampai semua adonan habis.
  • Selanjutnya, balut pisang rebus dengan kulit dadar.

C. Bahan kuah

  • 250 ml Santan.
  • 5 sendok makan tepung terigu.
  • Gula pasir (10 sendok makan).
  • 1/2 sdt Garam

Cara membuat:

  • Rebus santan, gula dan garam sampai mendidih.
  • Ditempat terpisah, campur terigu dengan air hingga kental.
  • Masukkan terigu tsb ke rebusan santan yg telah mendidih sambil diaduk-aduk selama 2-3 menit.

Penyajian: Tata pisang lalu siram dengan kuah. Tambahkan sirup dan es batu.


Ternyata pengalaman belajar membuat Es Pisang Ijo ini memberikan kesan tersendiri hingga saat ini. Ya, sekaligus menambah soft skill dibidang kuliner.

Setiap kali ada acara kumpul baik itu sesama warga Indonesia di sekitar Desa Tokai maupun dengan teman dari negara lain, maka Es Pisang Ijo menjadi salah satu menu yang saya tawarkan.

Salah satu tanggapan yang unik datang dari salah satu teman: “Wah, ternyata pisang itu bisa dinikmati dengan banyak cara ya.”

Cara memperoleh berbagai tunjangan dari Pemerintah Jepang untuk Ibu Hamil.

Bagi setiap pasangan suami istri, kehamilan pertama tentunya mempunyai tantangan tersendiri. Mulai dari rasa senang, bahagia, khawatir, dll semua bercampur aduk. Kalau di Indonesia, mungkin lebih sederhana karena tinggal datang ke rumah sakit, diperiksa dan bagi mereka pemegang asuransi BPJS atau asuransi dari kantor akan memperoleh bantuan keringanan biaya atau bahkan biaya ditanggung penuh oleh kantor.

Tidak demikian ketika tinggal di Jepang. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mendapatkan subsidi melahirkan dari pemerintah.

Ada yang mau dapat bantuan? Kalau iya, silahkan lanjut ya bacanya.

Surat Keterangan Hamil

Untuk mendapatkan semua bantuan dari pemerintah maka hal yang pertama dilakukan adalah mempunyai surat keterangan hamil.

Caranya: lakukan pemeriksaan ke dokter kandungan dan pihak rumah sakit atau klinik akan mengeluarkan surat keterangan hamil.

“Hasil test pack tidak bisa dijadikan bukti ya. Tapi bisa dijadikan patokan untuk pergi ke klinik atau dokter kandungan.”

Pergi ke Kantor Pemerintahan (Yakuba/ Kuyakusho/ Shiyakusho)

Selanjutnya, bawa surat tersebut ke kantor pemerintahan dimana anda tinggal.

Kalau tinggal di desa maka suratnya dibawa ke kantor desa (Yakuba). Kalau tinggal dikelurahan namanya Kantor Kelurahan (Kuyakusho), dan kalau di Kota namanya Shiyakusho.

Selain membawa surat keterangan hamil, tentunya anda perlu membawa dokumen lainnya seperti Residence Card, Health Insurance, My Number dan Personal Stamp (Hanko). Kalau pengalaman saya, dokumen tersebut seperti menjadi hal yang wajib atau umum ditanyakan ketika mengurus segala sesuatu ke kantor pemerintahan. Jadi selalu dibawa aja.

Setelah kami melakukan registrasi di Yakuba, barulah kami memperoleh beberapa fasilitas dan tunjangan untuk ibu hamil.

IMG_2515
Alat penanda ibu hamil. Mami Henokh sangat senang waktu pertama kali dapat pin ini.

Berikut saya rangkum beberapa fasilitas atau bantuan yang kami peroleh:

  1. Bantuan biaya melahirkan. Setiap ibu hamil mendapat bantuan sebesar 420.000 yen. Uang tersebut bisa ditransfer langsung ke rekening pribadi atau ditransfer ke rekening rumah sakit. (Baca ini juga ya: Melahirkan di Jepang dapat uang Rp.60 juta, benar gak ya??)
  2. Kupon checkup. Bagi ibu hamil, tentunya ada pemeriksaan rutin yang perlu diikuti selama masa kehamilan. Nah, pemerintah Jepang memberikan bantuan berupa kupon untuk setiap pemeriksaan rutin ke Rumah Sakit. Dengan membawa kupon ini, maka biaya pemeriksaan bisa jauh lebih murah.
  3. Kartu Marufuku. Ini adalah sejenis kartu subsidi untuk ibu hamil. Masa berlaku kartu ini dimulai dari hamil (berdasarkan pemeriksaan dokter, bukan hasil test pack) hingga estimasi tanggal kelahiran bayi. Kartu ini berguna untuk membantu biaya perobatan atau pemeriksaan semasa hamil.
  4. Nametag atau pin khusus ibu hamil. Pin ini biasanya di tempel di tas atau dibagian yang mudah terlihat oleh orang. Dengan memakai pin ini maka akan mendapatkan prioritas duduk di transportasi umum.
  5. Boshi techo. Boshi techo adalah buku panduan kesehatan ibu dan anak. Dibuku ini ada beberapa panduan mengenai pertumbuhan anak. Selain itu buku ini digunakan juga untuk mencatat kondisi ibu dan anak selama masa kehamilan. Buku ini akan digunakan sebagai panduan dan catatan pertumbuhan anak hingga usia 6 tahun. Jadi, jangan sampai hilang yaa..

Dari segi biaya, semua tunjangan tersebut sangatlah membantu dan meringankan biaya pemeriksaan selama masa kehamilan.

Semoga catatan singkat ini bisa bermanfaat.

Melahirkan di Jepang dapat uang Rp.60 juta, benar gak ya??

Kalau dilihat dari judul, sepintas menarik bukan? Tapi, benar gak sih dapatnya 60 juta rupiah? Kenapa lahiran Henokh tahun 2019 cuma dapat sekitar 50 juta? Wahh, kemana 10 juta lagi? Apa terjadi pengurangan?

Sekali lagi, JANGAN PERNAH MENGKONVERSI NILAINYA KE RUPIAH.

“Pemerintah Jepang memberikan SUBSIDI sebesar 420.000 yen bagi setiap orang yang mau melahirkan.”

Perhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Jangan terkecoh dengan nilai bombastis hingga puluhan juta rupiah. Besarannya tentu akan berubah ubah setiap hari tergantung naik turunnya nilai kurs. 
  • SUBSIDI. Artinya itu bantuan untuk meringankan biaya melahirkan. Kenapa disubsidi? Karena biaya melahirkan itu MAHAL. 

Estimasi biaya melahirkan:

Pihak Rumah Sakit biasanya sudah memberitahu estimasi biaya melahirkan pada saat kita mendaftar. Hal ini untuk mempermudah kita mempersiapkan diri dan biaya. Pada kasus kami, pihak Rumah Sakit sudah memberikan estimasi total sekitar 450.000 hingga 550.000 yen. Itu diluar biaya inap di Rumah Sakit.

Biaya melahirkan nantinya bisa lebih kecil atau lebih besar dari nilai estimasi. Tergantung kondisi pada saat hari H melahirkan.

“Biaya menginap tergantung jenis kamar.”

Demikian informasi singkat mengenai biaya melahirkan di Jepang. Jadi, jangan langsung tergiur dengan angka puluhan juta yang didengar dari orang-orang.

Semoga bermanfaat ya.


Baca juga: Diimingi gaji besar di Jepang, perhatikan beberapa hal berikut ini!

 

Cepat dan Mudah Membuat Paspor di KBRI Tokyo

Paspor adalah surat keterangan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk seorang warna negara yang akan mengadakan perjalanan ke luar negeri.

Pada umumnya, paspor Indonesia berlaku selama 5 tahun. Setelahnya, kita harus memperbaharui paspor tersebut.

Hingga saat ini, saya sudah dua kali memperbaharui masa berlaku paspor saya di KBRI Tokyo yaitu di tahun 2015 dan 2020.

Untuk proses pengurusannya di KBRI Tokyo terbilang cukup mudah dan cepat.

Berikut saya lampirkan dokumen yang dibutuhkan untuk memperbaharui paspor:

  1. Mengisi formulir permohonan s.p.r.i (paspor).
  2. Photo copy KTP Jepang (Residence Card) depan dan belakang di kertas A4 dan tidak digunting.
  3. Akta lahir dan Ijazah (SD/SMP/SMA/Perguruan Tinggi). Untuk Ijazah cukup salah satu saja.
  4. Surat Nikah atau Surat Cerai.
  5. Kartu Mahasiswa bagi yang berstatus mahasiswa atau Surat keterangan kerja bagi yang berstatus pekerja.
  6. Pas foto ukuran 3×4 sebanyak 1 lembar.
  7. Paspor Asli.
  8. Photo copy paspor halaman 2 atau halaman data paspor.

Tips mempercepat proses pengumpulan berkas di KBRI Tokyo:

” Isi formulir permohonan s.p.r.i sebelum datang ke KBRI. Formulir bisa di download di link berikut. (Formulir s.p.r.i)”

Hal yang perlu diperhatikan:

  • Pas foto ukuran 3×4 yang akan diserahkan tidak akan digunakan sebagai foto di dalam paspor. Pas foto tersebut hanya sebagai syarat kelengkapan administrasi.
  • Akan ada pengambilan sidik jari dan foto. Foto inilah yang nantinya digunakan di paspor.
  • Berpakaian rapi dan sopan. Disediakan kemeja resmi dan batik di KBRI untuk dipinjamkan sewaktu hendak mengambil foto apabila kita hanya menggunakan kaos.
  • Setelah dilakukan pengecekan dokumen, pengambilan sidik jari dan foto maka selanjutnya kita harus membayar biaya pembuatan paspor sebesar 3.250 yen. Pembayaran dilakukan dengan membeli kupon di mesin yang terdapat di KBRI. Kupon tersebut yang diserahkan kepada petugas.
  • Selanjutnya paspor akan diproses selama 4 hari kerja.
  • Bagi yang tinggalnya jauh dari KBRI, paspor baru yang telah selesai diproses bisa dikirim oleh KBRI ke alamat pemohon. Caranya? Sediakan amplop Letter Pack 520 yang telah ditulis Nama, Nomor Telepon dan Alamat Pemohon. Letter Pack 520 bisa dibeli di Kantor Pos.
  • Silahkan foto atau catat Tracking Number  yang terdapat di Letter Pack 520 untuk mempermudah pengecekan status pengiriman dokumen dari KBRI ke alamat pemohon.

i-img420x420-1568005621htv6tv453749
Letter Pack 520. Silahkan diisi informasi pemohon di bagian To. Petugas KBRI akan mengisi informasi di bagian From


Tulisan ini dibuat berdasarakan pengalaman penulis memperbaharui paspor pada tanggal 19 Maret 2020.

Selalu lakukan pengecekan ke website KBRI di: Persyaratan pembuatan paspor untuk informasi persyaratan yang lebih update. Selain itu bisa lakukan kontak melalui email di: immigration@kbritokyo.jp atau telepon ke 03-3441-4201 ext. 417 / 412

Mengapa perlu melakukan kontak sebelum datang ke KBRI?

  1. Memastikan hari dan jam kerja masih sesuai dengan yang tercantum di website. Siapa tahu ternyata KBRI sedang libur karena KBRI menganut sistem libur mengikuti kalender di Jepang dan di Indonesia. Silahkan di cek disini untuk jadwal hari libur dan cuti bersama KBRI Tokyo: Jadwal libur KBRI Tokyo 2020
  2. Memastikan persyaratan yang tercantum di website masih up-to-date. Sayang banget kan sudah datang dari luar kota tapi ada dokumen yang tidak dibawa.

Saya hanya menghabiskan waktu sekitar 15 menit untuk semua proses penyerahan dokumen, foto dan sidik jari karena semua dokumen yang ditentukan dan formulir sudah dipersiapkan dan diisi dari rumah.

Tentunya dihari-hari tertenti bisa ramai tergantung dengan jumlah antrian.

Semoga tulisan ini bisa membantu bagi mereka yang hendak memperpanjang paspor.

Harga Tempe di Jepang mahal?

Bisa dibilang hampir semua orang Indonesia pasti mengenal Tempe. Makanan yang mudah didapatkan di Indonesia dan cara penyajiannya pun tergolong paling sederhana. Paling mudah ya tinggal di goreng dan jadilah tempe goreng. 

Selain itu, gorengan tempe merupakan salah satu jajanan pasar yang sangat mudah ditemui dengan harga yang murah di Indonesia.

Namun hal ini berbeda ketika kita tinggal di Jepang. Sangat sulit mendapatkan tempe di supermarket maupun pasar. Biasanya, hanya toko-toko khusus salah satunya adalah Toko Indonesia yang berada di dekat Stasiun Okubo, Tokyo. Itupun kebanyakan dalam bentuk beku. Selain itu ada beberapa warga Indonesia yang juga membuat tempe dalam skala rumahan kemudian memasarkannya secara online.

Tempe yang dipasarkan baik itu secara online maupun di toko biasanya dijual dengan harga 350 yen/bungkus  atau 1.000 yen/3 bungkus.

IMG_0647
Yuuria’s Lapau adalah salah satu pengusaha tempe yang cukup terkenal di daerah Kawasaki. 

Harga Tempe Goreng di Restoran Indonesia

Di Jepang khususnya untuk wilayah Tokyo, terdapat beberapa restoran yang menyajikan masakan Indonesia.

Tempe goreng adalah salah satu yang masuk ke dalam menu favorit.

Di salah satu restoran Indonesia di Tokyo, tempe goreng dijual dengan harga sekitar 900 yen/porsi.

Mahal nggak ya?

Kalau kita bandingkan harga jual tempe di Jepang dengan di Indonesia maka akan terasa sangat mahal.

Tapi, kalau kita melihat dari sudut pandang biaya hidup di negara Jepang, maka harga yang ditawarkan oleh para penjual tempe tersebut masih terbilang normal.


Baca juga: Diimingi gaji besar di Jepang, perhatikan beberapa hal berikut ini!


 

Terbang Bersama Henokh: Jogja-Medan

Sebelumnya di: Terbang bersama Henokh: Tokyo-Jogja

Tidak terasa liburan di rumah Ompung Jogja sudah selesai. Saatnya Henokh mengunjungi Ompung yang ada di Doloksanggul, Sumatera Utara.

“Doloksanggul adalah ibukota dari Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.”

Tips terbang bersama bayi

Kami mengusahakan untuk memilih penerbangan langsung untuk menghemat waktu serta mengurangi resiko bayi mengalami kelelahan di perjalanan.

Pada saat itu hanya ada dua maskapai penerbangan yang langsung dari Jogja ke Medan. Kami memilih menggunakan AirAsia karena penerbangannya di sore hari. Kami tidak mau mengambil resiko penerbangan pagi hari karena takut terburu buru. Maklum baru pertama kali terbang bersama bayi, jadi banyak yang perlu dipertimbangkan.

Seharusnya ini adalah penerbangan yang paling santai karena waktu tempuh dari Jogja menuju Bandara Kuala Namu (Medan) hanya sekitar 3 jam.

Bandara Adi Sucipto

Sempat terjadi delay sekitar 30 menit dikarenakan arus lalu lintas udara yang padat. Hari itu tidak banyak penumpang pesawat AirAsia tujuan Medan. Banyak terlihat kursi kosong di barisan depan pesawat. Begitu juga di barisan kursi kami, hanya diisi oleh kami berdua (Henokh masih dipangku).

Hal yang dikhawatirkan akhirnya datang

Sekitar satu jam setelah lepas landas (takeoff) dan pramugara/i sudah selesai membagikan makan malam. Kami pun berusaha untuk tidur, mumpung Henokh juga sudah tertidur pulas.

Baru saja mata ini terpejam, tiba-tiba tercium aroma yang menusuk hidung.

“Sayang, itu Henokh buang angin atau pup?”

“Henokh lagi pup.”

Mau tidak mau kami harus melakukan pergantian popok dipesawat karena masih ada dua jam lagi kalau harus menunggu tiba di Medan.

“Pup di pesawat adalah hal yang paling kami antisipasi dalam setiap penerbangan.”

Tenang Nak, Kami siap menghadapi hal ini.

Kami pun memutuskan menuju toilet di bagian depan karena paling dekat dengan kursi kami duduk.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mau mengganti popok bayi di pesawat:

  1. Pastikan pesawat terbang dalam kondisi stabil. Kalau tidak yakin, bisa tanyakan ke pramugari/a mengenai kondisi penerbangan dan berikan alasannya.
  2. Persiapkan semua peralatan pengganti di dalam tas tangan yang mudah dibawa.  Perlengkapan yang kami bawa sebelum menuju toilet: Alas tidur bayi (perlak), popok, plastik (membungkus popok yang kotor sebelum dibuang ke tempat sampah), minyak telon, hingga celana atau baju ganti. Semuanya itu ada di dalam 1 tas kecil.
  3. Simpan barang berharga anda sebelum meninggalkan kursi.

Karena ini pengalaman pertama, Mami Henokh membutuhkan bantuan saya di toilet untuk memperlancar proses pergantian popok.

Tas kecil yang berisi semua perlengkapan untuk mengganti popok. Tas ini adalah salah satu hadiah dari Desa Tokai.(Foto: Dokumentasi pribadi)

Hal yang tidak kami antisipasi:

  1. Ukuran toilet. Toilet pesawatnya tidak bisa ditutup rapat ketika kami bertiga masuk. Kalau tertutup rapat maka akan membatasi ruang gerak dalam mengganti popok.
  2. Ukuran tempat mengganti popok bayi. Ternyata ukurannya lumayan sempit atau bisa dibilang sangat pas. Perlu ekstra hati-hati dan penuh pengawasan. Benturan kepala bayi bisa saja terjadi apabila terjadi goncangan mendadak.

Melihat kondisi saat itu, kami pun mengganti popok Henokh dengan kondisi pintu toilet yang tidak tertutup rapat. Beruntungnya saat itu kursi di barisan depan kosong. Tapi, mohon maaf ya buat penumpang yang lain atas ketidaknyamanannya.

“Pengalaman kami selama di Jepang mengganti popok Henokh di tempat umum seperti mall, taman, stasiun kereta membuat kami sudah terbiasa dan bisa menyelesaikannya dengan cepat dan tuntas.”

Lima menit yang mendebarkan

Lima menit waktu yang kami gunakan mengganti popok Henokh sungguhlah mendebarkan. Selalu muncul di pikiran bagaimana kalau tiba-tiba terjadi guncangan pada saat masih mengganti popok?

Selain itu saya dan istri sudah seperti dokter dan asistennya yang sedang menangani pasien di ruang operasi. Laura berperan dalam mengganti popok dan saya harus standby  disamping mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan.

“Suami dan istri harus paham betul isi dan penempatan barang-barang yang ada di dalam tas perlengkapan bayi. Hal ini mempermudahkan kordinasi dalam situasi apapun.”

Setelah perjuangan lima menit yang menghabiskan tenaga secara fisik dan psikis. Kami pun kembali ke kursi dan memesan makanan untuk mengisi perut yang sudah kembali lapar.

Bandara Kuala Namu

Pesawat mendarat dengan sempurna di Bandara Kuala Namu sekitar pukul 10 malam. Setelah mengambil bagasi, kami pun bergegas menuju pintu keluar untuk menemui Ompung Henokh dan Uda Nawan yang stand by menunggu di luar.

IMG_9031
Selamat datang di Sumatera Utara Henokh. (Foto: Dokumentasi pribadi)

“Salah satu kelebihan bandara Kuala Namu adalah tersedianya toilet untuk mengganti popok bayi.”

 

Misteri Ayam Belatung

Tidak terasa acara yang dilaksanakan di kota A selama seminggu ini akan berakhir. Hari ini adalah hari terakhir dan sorenya kami semua akan berpisah dan pulang ke kota masing-masing.

Rombongan Jogja

Kami menggunakan satu bus besar untuk menampung peserta dari Jogja. Karena jadwal berangkat bus sekitar jam 5 sore, maka dipastikan kami akan singgah untuk makan malam.

Tidak ada yang spesial kecuali jalanan yang lumayan padat ditambah sedikit gerimis di awal perjalanan. Suasana bus pun terasa tenang karena banyak peserta yang merasa lelah setelah seminggu penuh mengikuti kegiatan yang sangat menyenangkan.

Makan Malam

Tidak terasa kita sudah sampai disalah satu tempat peristirahatan. Sepertinya lokasi ini adalah tempat makan bagi pengguna jasa bus malam karena banyak bus dari berbagai daerah sedang berhenti.

“Setiap peserta mendapat subsidi makan malam sebesar Rp.15.000”

Walaupun sudah disubsidi, ntah kenapa beberapa dari kami masih berpikir kalau harga yang ditawarkan di tempat makan itu masih mahal.

“Oii, itu diseberang jalan ada warung makan. Mau coba makan disana aja?, ujar salah satu dari kami.”

Warung makan kecil di pinggir jalan yang hanya diterangi oleh lampu kecil yang memancarkan cahaya kekuningan tapi agar redup.

Menu yang disajikan pun standar seperti ayam goreng, tahu, tempe, telor dadar, dll. Ya, di Jogja banyak juga warung makan seperti ini dan kami pun sudah biasa untuk menyantap makanan seperti ini.

Sesampainya disana, ternyata ada juga beberapa orang dari rombongan kami yang baru saja menikmati makan malam.

Kami berenam memilih ayam goreng sebagai lauk utama ditambah sayuran.

Karena meja yang di dalam warung sudah penuh, kami memilih untuk menggunakan meja yang ada di luar warung.

Suasana makan diluar warung ini seperti suasana makan angkringan kalau di Jogja. Jadi kami sudah terbiasa dengan hal tersebut.

Kami menikmati makan tersebut sambil bercerita dan tak terasa kalau makanan kami hampir habis.

“Apaan nih? coba deh lihat, ujar salah satu dari kami.”

Dengan kondisi lampu yang remang-remang, kami melihat seekor belatung kecil dari daging ayam yang dipiring teman kami keluar.

Rasa penasaran muncul dan dengan penasaran teman kami ini membelah lagi daging ayam tersebut.

Busseeettttttttt…. Itu belatung pada keluar dan jumlahnya cukup banyak.”

Otomatis kami semua menghentikan proses makan memakan dan mendatangi penjual warung. Kami menjelaskan kejadiaannya dan si penjual tidak bisa berbuat apa-apa karena dia membeli daging ayam seperti biasanya.

Tapi diujung pembicaraan, kami tetap membayar makanan yang sudah kami makan.

Segera kami keluar dari sana dan menyebrang menuju ke bus. Sebelum masuk ke bus, saya menuju ke kamar mandi untuk mengeluarkan makanan yang sudah dimakan tadi. Tentu ada perasaan mual setelah peristiwa itu terjadi.

“Nasib kali bah makan ayam belatung malam ini.”

Kami berusaha menenangkan diri sebelum masuk ke bus sambil membeli cemilan yang dijajakan oleh toko oleh-oleh di area peristirahatan tersebut.

Jogja

Kami tiba di Jogja di pagi hari. Siang harinya saya dan teman makan bareng di warung padang dan tetap saja memilih menu daging ayam. Seperti saya menganggap kejadian malam itu hanya suatu hal yang kurang beruntung saja.

Tapii…

Teman saya nyeletuk..

 

“Yakin itu beneran warung?”

 

 

 

 

“Uranium” kecil-kecil cabe rawit

Bahan Bakar di PLTN

Uranium adalah bahan bakar yang digunakan untuk menghasilkan listrik dari PLTN. Ternyata, uranium merupakan salah satu bahan tambang yang bisa didapat di alam.

Uranium-ore-2
Bijih Uranium di alam. Sumber (https://cna.ca/technology/energy/uranium-mining/uranium-ore-2/)

Bagaimana uranium bisa menghasilkan energi?

Di cerita sebelumnya, kita sudah mengetahui dimana posisi reaktor nuklir dalam PLTN.


Silahkan Baca disini ya: Reaktor Nuklir berada di ….


Uranium menyerap neutron untuk menghasilkan energi. Peristiwa ini dikenal dengan istilah reaksi fisi nuklir. ( Baca Ada apa dengan Cesium-137??? untuk memahami reaksi fisi nuklir dengan istilah yang disederhanakan).

Ketika uranium menyerap satu neutron (1 reaksi fisi), maka akan menghasilkan energi sebesar 200 MeV (Mega electron volt).

main-qimg-c0e7457c540291b74df0ee9ea5c90d77
Reaksi fisi nuklir, dimana 1 neutron ditembakkan ke Uranium (U235) akan menghasilkan Energi sebesar 200 MeV dan 3 buah neutron baru.

Mari kita konversi MeV menjadi Watt.

Dalam kehidupan sehari hari, kita lebih mengenal istilah watt dibandingkan dengan electron volt (eV).

200 MeV energi yang dihasilkan dalam 1 reaksi fisi = 3.1×1E-11 watt. second.

“Maaf nih Liapto, saya masih belum paham. Tolong disederhanakan lagi.”

Dibutuhkan 3.1×1E+10 reaksi fisi setiap detik untuk menghasilkan daya termal sebesar 1 watt.

Untuk menghasilkan daya termal sebesar 1 MW (Megawatt) dibutuhkan 1 gram uranium. Hal ini sebanding dengan 3 ton (3.000 kg) batubara setiap hari [1].

vignette_image_3_1
Perbandingan energi yang dihasilkan oleh 1 uranium pelet (sekitar 1 cm) terhadap bahan bakar lainnya. Sumber (ANS)


Karena kemampuannya menghasilkan energi listrik yang besar dan stabil sepanjang tahun, maka PLTN bersama dengan PLTU hingga saat ini masuk ke dalam katagori Baseload Power.

Walaupun kedua jenis pembangkit listrik ini akan terus mendapat pro dan kontra, tapi mereka sangat penting dalam kehidupan kita hingga saat ini.

Dp3jHJsXgAEmrvx
Sistem penyusunan bahan bakar nuklir mulai dari Uranium Pellet hingga Fuel Assembly. Fuel Assembly ini yang akan dimasukkan ke dalam Reaktor Nuklir.


Sumber

[1] https://www2.lbl.gov/abc/wallchart/chapters/14/1.html


Uranium sebagai bahan bakar nuklir mempunyai dua sisi yang bertolak belakang. Disatu sisi menghasilkan energi yang besar, tetapi disisi lain juga memberikan resiko bahaya yang tinggi jika tidak dikelola dengan baik.

Tulisan selanjutnya akan membicarakan resiko apa yang bisa ditimbulkan oleh uranium sebagai bahan bakar nuklir di PLTN.